
sesampainya di rumah Aisyah Apip turun dari mobil dan sebelum itu dia sudah menyuruh Fikri untuk balik ke perusahaannya karna mungkin dia akan lama berada di sana
.
" kamu balik ke kantor aja fik, nanti jika saya sudah selesai saya akan hubungin kamu untuk jemput saya" ucapnya dan hanya di iyakan oleh sang asisten
.
setelah berbicara seperti itu pada Fikri diapun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke rumah Aisyah
.
Ting tong ²
.
terlihat wanita paruh baya yang membukakan pintu, yang kita yakini dia adalah BI amih, bi amih membulatkan matanya kala melihat seorang pria berdiri tegap di hadapannya
.
yang lebih mengejutkan lagi adalah pria yang di depannya itu adalah pria yang terkenal di kota tempat tinggalnya untuk saat ini
.
" selamat siang tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya bi amih
.
" maaf bi, apa Aisyah ada di dalam?" tanya Apip sedikit dingin
.
" i-ya tuan ada, non isyah sedang beristirahat di kamarnya, kalau begitu mari masuk tuan" ucap bi amih mempersilahkan Apip masuk
.
setelah masuk Apip menanyakan kamar Aisyah
karna dia akan menghampiri Aisyah ke kamarnya karna mungkin saja Aisyah sedang beristirahat
.
" bi kamarnya Aisyah di mana ya?" tanyanya pada bi amih
.
" oh di atas tuan, kalau mau masuk masuk saja nanti ada 2 kamar nah kamarnya non isyah berada di ujung" jawab Bu amih
.
" terimakasih" ucapnya datar dan berlaku menaiki tangga menuju kamar Aisyah
.
ketika sedang menaiki tangga Apip merasa jantungnya berdegup tak karuan, bukan karena sakit jantung atau terkena serangan jantung melainkan dirinya yang akan bertemu dengan wanitanya
.
oh sungguh hati Apip benar² berdegup tak karuan, apa dia akan melihat wanita yang selama beberapa hari ini mengganggu pikirannya, apa ini adalah rasa rindu?, jika iya apa benar Apip benar² telah mencintai calon istrinya itu?, hanya Tuhan Apip dan author saja yang tau
.
setelah berada di depan kamar yang BI amih bilang tadi, dia menghentikan langkahnya, kakinya seakan berat untuk masuk hatinya untuk sekarang benar-benar tidak dapat di kontrol
.
jantungnya seperti ingin meledak, ' tenang Apip, tenang oke, tarik nafas' batinnya sembari menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan, lalu dia pun mengayunkan tangan nya untuk mengetuk pintu kamar Aisyah
.
tok tok tok
.
sudah hampir 3 kali Apip mengetuk pintu nya tapi tak ada sahutan apapun, diapun berinisiatif untuk masuk ke dalam kamar Aisyah
.
dengan perlahan tangan nya memutar kenop pintu, dan ketika pintunya sudah terbuka diapun melangkahkan kakinya masuk dalam kamar
__ADS_1
.
setelah berada dalam kamar Aisyah, dia melihat seorang wanita yang tertidur pulas, dan terlihat wajah kelelahan dari sang calon istri ' apa dia terlalu capek bekerja?, Aisyah wajahmu sangat damai ketika kau sedang tertidur' batinnya seraya melihat Aisyah
.
diapun mendudukkan dirinya di tepi ranjang kasur Aisyah, dan memperhatikan wajah sang istri yang cantik dan terlihat damai ketika tertidur
.
' wajahmu selalu bersinar seperti bulan yang selalu bersinar, wajahmu yang damai ketika tertidur membuat rasa rindu ini benar² hilang dan terbalaskan, kau benar² wanita yang sempurna Aisyah, aku tidak akan pernah melepaskan mu, kau sudah masuk dalam hidupku, dan tak akan aku biarkan kau pergi dariku' batinnya lagi sembari memperhatikan wajah Aisyah yang sedang tidur
.
dan tanpa sadar Apip membelai pipi Aisyah yang mana membuat Aisyah membuka matanya, mata hitam itu terbuka secara perlahan setelah matanya terbuka sempurna dia pun mengerjapkan matanya berkali-kali lalu berkata
.
" kenapa kau selalu ada dalam mimpiku?, jika ini memang mimpi lagi, kumohon tuhan hentikan waktu untuk saat ini saja, wajahnya membuat hati ku damai seakan beban dalam hidup ku hilang untuk sesaat" gumamnya dengan suara khas orang bangun tidur dan itu terdengar ke telinga Apip
.
wajah Apip yang mukanya terkejut dan langsung menjauhkan tangannya dari pipi wanita itu karna Aisyah membuka matanya, wajah yang tadinya panik sekarang menegang karna Aisyah yang sekarang membelai pipi nya
.
perlakuan Aisyah dan juga perkataan Aisyah yang menganggap nya mimpi membuat nya merona dan kemudian dia tersenyum ke Aisyah yang sedang menatapnya tanpa melepaskan tangannya dari pipi Apip dan itu membuat keduanya nyaman
.
" kau sedang tidak bermimpi nona Aisyah Hanifa Wijaya, calon istri dari Apip Aldera Ersatama" ucap Apip yang membuat Aisyah membelalakkan matanya, sesaat dia pun tersadar akan tangannya yang dengan lancang memegang pipi Apip
.
' astaga!!!!, apa yang sudah kau lakukan Aisyah?, haisss tangan ini memang benar² nakal sekali, bagaimana caranya aku menjawab ucapan Apip?, dan apa yang aku katakan tadi?, kau sudah gila Aisyah, kau benar² sudah gilaaa!!!!! '. batinnya berteriak
.
" ekhem" deheman Apip membuat aisyah langsung menelan ludah Nya
.
" a-da apa anda kemari tuan?, dan kenapa anda berada dalam kamar saya?, dan sejak kapan anda masuk?" meskipun dirinya gugup tetapi tidak mengurangi rasa penasarannya
.
.
sebisa mungkin dia menutupi rasa gugup nya dan jantungnya yang semakin berdetak tak karuan seakan-akan jantungnya akan keluar
.
" ah i--tu tidak seperti yang anda dengar anda sud--" kata² nya terhenti ketika tangan Apip menyentuh dahinya dan itu membuat wajah Aisyah merah merona bak tomat saja
.
" kau tidak terlalu panas, tetapi badan mu terlihat lemas, apa perlu aku panggilkan dokter?" tanyanya dan terlihat khawatir
.
' kenapa dia terlihat khawatir?, dan kenapa hati ku sangat senang ketika dia mengkhawatirkan ku apalagi dia memperhatikan ku?, aaakkkhhh Apip, kau membuatku gilaaa ' batin Aisyah menjerit
.
" ah t-tidak usah a-ku hanya butuh istirahat saja" jawabnya dengan terbata bata
.
" yasudah lah, apa kau sudah makan?" Aisyah hanya menggelengkan kepalanya
.
" yasudah tunggu dulu aku akan mengambilkan makanannya untuk mu" lantas pria itu pun berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar Aisyah
.
sedangkan di dalam kamar Aisyah memegangi dadanya yang terasa berdegup kencang dan seakan-akan jantungnya akan keluar
.
__ADS_1
' ada apa denganku?, ya Tuhan secepat inikah aku jatuh cinta pada calon suami ku sendiri?, ini kali pertamanya untukku jatuh cinta, diriku merasa sangat senang ketika dia mengunjungi ku ke rumah, apa benar aku memang sudah jatuh cinta kepada suami ku sendiri?, jika iya tolong buat dia untuk merasakannya juga seperti apa yang aku rasakan, entah kenao diriku memang benar-benar merasa nyaman dengannya dan seolah-olah diriku tidak mau jauh darinya ' batinnya
.
beberapa menit kemudian Apip kembali ke kamar Aisyah dengan membawa nampan berisi makanan untuk wanita itu, dia mendudukkan tubuhnya di tepi kasur lalu berkata
.
" makanlah, kata BI amih kau belum sarapan" seraya memberikan nampan berisi makanan itu kepada Aisyah
.
" kenapa kau jadi seperti ini?, kenapa kau mengkhawatirkan ku?, kenapa kau membuat hatiku benar-benar jatuh dalam pesonamu, kenapa?" ucapnya mengeluarkan semua pertanyaan yang ada dalam pikirannya
.
pria itu terdiam untuk beberapa saat, lalu dia pun meraih sendok makan dan langsung menyodorkan sendok makan berisi makanan untuk Aisyah yang tengah menatapnya
.
" makanlah dulu aku akan jujur padamu" ucapnya
.
" janji" dan hanya di angguki oleh Apip
.
setelah itu Apip menyuapi Aisyah makan secara telaten hingga mangkuk berisi bubur itupun sudah habis tak tersisa
.
lalu Apip menaruh mangkuk yang sudah kosong kembali ke nampan yang berada di nakas dan mengambil minum untuk di berikan ke Aisyah
.
" minumlah" lantas Aisyah pun langsung mengambil minuman yang Apip tawarkan kepadanya dan meminumnya hingga hanya tersisa setengah gelas saja
.
" bicaralah dengan jujur kumohon agar hati ini tidak berharap lebih padamu" setelah menaruh gelas nya ke nampan Apip pun menatap Aisyah yang juga tengah menatapnya
.
" aku tidak tau kenapa diriku menjadi seperti ini, semenjak bertemu dengan mu hatiku dan pikiranku selalu tertuju padamu, dan ketika papah menjodohkan ku dengan mu hatiku merasa sangat amat bahagia, dan saat kau menolongku dari begal dan saat kau tersenyum padaku kau membuat bayiku bergetar setiap kali aku bertemu dengan mu jantungku selalu berdegup kencang dan seakan-akan jantungku akan keluar, kau telah merobohkan benteng yang aku bangun tinggi tinggi, kau wanita pertama yang membuat hatiku bergetar hanya karna senyuman mu, kau merobohkan benteng yang aku bangun tinggi tinggi hanya karna melihat senyummu" ucap Apip tulus
.
.
.
.
.
.
assalamualaikum guysss
gimana gimana,? udah seru belum??? pasti nya belum ya??? hehehe
guys jangan lupa untuk terus dukung aku dengan cara
like
comment
dan vote nya ya guys
karna itu semua sudah cukup membantu ku
sampe ketemu di eps selanjutnya ya guyss
daahhhhh bye bye
bye bye
see you guyss
__ADS_1
assalamualaikum....
.