Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 31


__ADS_3

" bagaikan langit dan bumi?, maksud lu?" Arma menarik nafasnya dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan


" iya dia kan tuan muda dari keluarga yang terpandang, lah gue? cuman anak dari perusahaan biasa malah perusahaan gue gak ada apa-apa nya di banding sama perusahaan dia" jawab Arma


" lu jangan merasa kecil hati Ar, yakin aja kalo emang jodoh pasti lu sama dia bakal bersatu" ucap putri


" gue juga belum tau kaya gimana perasaan gue ke dia, apa cuman rasa kagum, apa emang bener bener gue jatuh cinta sama dia" ~ Arma


.


**curhatan hati author:


- aku hanya ingin menjadi penggemar mu yang di mana aku hanya mengagumimu bukan mencintaimu:)


eyya slebeww


maaf ya guyyss cuman mau kasih kata-kata:)


oke skip**.


.


" apapun keputusan lu gue bakalan selalu dukung lu ko Ar, tenang aja" ~ putri


" yang jadi masalah nya lagi buat gue, ayah sama ibu gue nyuruh gue buat cepet nikah, pacar aja gak punya mau nikah sama siapa coba" ~ Arma


" hah? serius lu?" tanya putri shock


" dua rius" jawab Arma


" terus gimana? lu jadi mau nikah?" tanya putri


" gak tau, kayanya emang gue harus cepet-cepet nikah geh, soalnya kemarin pas gue ketemu sama si Zean itu dada gue deg-degan banget, kayanya gue kena azab geh gara-gara gak menuhin kemauan ayah sama ibu" putri mengerutkan keningnya mendengar penuturan dari Arma


" maksud lu?, dada lu berdegup kencang gara-gara ketemu sama si Zean?" Arma hanya mengangguk


" itu bukan azab ege, tapi itu karna lu udah jatuh cinta sama dia" kata putri


" gak mungkin lah, emang sih gue tuh kepikiran terus sama dia, tapi masa sih cuman ketemu sekali udah jatuh cinta, gila ya lu" tukas Arma


" hey cinta itu gak ada yang tau, mungkin doa lu udah di kabulkan sama Allah da--"


tok tok tok


" maaf mengganggu Bu dokter" ucap Manda yang masih berada di ambang pintu


" hm ada apa nda?" tanya putri

__ADS_1


" ada pasien yang harus segera di operasi Bu" putri mengerutkan keningnya


" bukankah saya sudah tidak ada jadwal?, dan masih banyak dokter yang menanganinya" ucap putri, dia menolak karna memang dia sedang lelah dan benar-benar capek ingin rasanya istirahat


" maaf Bu dokter, tapi dokter yang lain sedang bertugas dan hanya ibu yang mempunyai waktu senggang" ucap Manda, putri hanya menghembuskan nafas nya kasar


" sudahlah put, tangani saja bukankah itu adalah pekerjaan mu?, nyawa lebih penting dari apapun" ucap Arma menyemangati


" ya aku tau, yasudah lah, kau pulang lah karna pasti akan sangat lama jika kau menungguku, operasi membutuhkan waktu yang cukup lama" kata putri


" kau mengusirku?" ~ Arma


" bukan beg---"


" yasudah lah aku juga tidak akan Sudi jika harus menunggu mu sampai berjam-jam, aku akan kembali ke kantor, mungkin malam ini aku akan lembur kembali, huff" ucapnya sembari menghela nafasnya berat


" fighting" kata putri menyemangati sahabatnya


" Bu tidak ada waktu lagi, mari kita ke ruang operasi nya semuanya sudah siap" kilah Manda


" iya baiklah, aku duluan" lalu putri pun beranjak dari duduknya dan langsung keluar dari ruangannya lalu menuju ruang operasi


sedangkan Arma, dia juga sama keluar dari ruangan sahabatnya, lalu keluar dari rumah sakit dan menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya, dan setelah itu dia langsung melajukan mobilnya menuju ke perusahaan


di tengah perjalanan ponselnya berdering diapun menepikan mobilnya dan merogoh ponsel nya yang berada di dalam tas, dan tertera nama sang asisten


" hallo, Bu" sapa seseorang di seberang sana bisa di pastikan bahwa dia adalah asisten Arma


" Bu, tolong segera kembali ke perusahaan karna ada perusahaan besar yang akan menyetujui kerja sama yang kita ajukan bulan lalu" ~ ucap asisten Arma yang bernama April


" hah? jadi kerjasama kita dengan perusahaan Yudhana 27 CORP di terima?" tanya Arma shock, entah kebaikan apa yang ia perbuat hingga mendapatkan rezeki sebesar ini


" iya Bu, tolong ibu segera datang karna 30 menit lagi CEO di perusahaan tersebut akan datang ke perusahaan kita" ucap April


" oke, baiklah aku segera ke sana" jawab Arma


" baiklah Bu, hati hati di jalan Bu" ~ April


" hm" lalu Arma pun menutup sambungan telpon nya


" Alhamdulillah ya Allah, makasih untuk rezeki hari ini, ini adalah awal yang baik untuk perusahaan ayah" gumamnya


lalu diapun dengan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar waktu, karna hari sudah semakin sore, ya jam juga sudah menunjukkan pukul 15:30


sesampainya di parkiran kantor, dia langsung keluar dari mobil dan berlari ke dalam perusahaan, dia menemui asisten nya terlebih dahulu


" April apa client kita sudah datang?" tanya Arma

__ADS_1


" beluk Bu, kira-kira tinggal 10 menit lagi" huff, Arma hanya bernafas lega karena dia tidak terlambat


" apa semuanya sudah siap?, jangan membuat client kita kecewa, kita harus mendapatkan persetujuan dari client kita, ini adalah awal yang baik untuk perusahaan ini kedepannya" ucap Arma pada semua karyawan yang akan mengikuti meeting dengan client


" sudah Bu, semuanya sudah siap, tinggal menunggu kedatangan client kita" jawab April


" pril, apa berkas nya sudah kamu siapkan?" tanya Arma pada asisten nya itu


" sudah Bu, saya sudah menyiapkan berkas nya" jawab April


" yasudah kali sudah, kita tinggal persiapkan diri" Arma menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya secara perlahan


" Bu, lebih baik kita ke ruang meeting sekarang, nanti biar satpam yang menyuruh client kita untuk ke ruang meeting" semula Arma hanya mendengar kan ucapan dari asistennya itu, lalu dia berpikir


" hm tidak ada salahnya" batinnya


" baiklah, kita tunggu client di ruang meeting" lalu Arma pun ke luar dari ruangannya dan melangkah menuju ke ruang meeting


setelah sampai di ruang meeting dia kembali mengecek beberapa berkas yang akan di perlihatkan pada client nya nanti, hingga beberapa saat client nya tak kunjung datang sudah lebih dari 10 menit yang April perkirakan, namun client nya belum juga menampakkan diri


dan daripada lama menunggu Arma kembali mengecek berkas, bahkan dia sudah berkali-kali mengecek berkas yang akan di perlihatkan nya ke client nya itu, entah mengapa dadanya saat ini berdegup kencang tak beraturan seperti biasanya, dadanya berdetak kencang seperti lari maraton


dia memegangi dadanya yang berdegup kencang, lalu mencoba untuk menenangkan dadanya dengan menarik nafasnya berkali kali dan setelah menarik nafasnya laku dia pun menghembuskan nya


" selamat sore, maaf terlambat nona"


Deg


.


.


.


.


.


.


.


assalamualaikum guyss kakak-kakak temen-temen


jangan lupa untuk vote, like, coment, rate 5 nya dan juga hadiah nya ya


biar author bisa makin semangat up nya

__ADS_1


byeeee guysss


assalamualaikum....


__ADS_2