
" Maira sini beri ciuman selamat pagi untuk papi" ucap Apip
mereka sekeluarga tengah menyantap sarapan di meja makan, setelah Aisyah menyuruh Apip untuk turun ke bawah saat Apip sudah selesai dengan sholat nya
mereka tertawa bahagia sambil menikmati sarapan masing masing, Aisyah dan Apip mentertawakan cara anak mereka berbicara
sangat menggemaskan dan juga lucu, entah menurun dari siapa cara bicara nya yang seperti itu
Maira turun dari kursi makan nya dan berjalan ke arah kursi papi nya
Apip memiringkan kepalanya ke samping agar putrinya itu tidak kesusahan saat mencium nya
cup
Aisyah tersenyum melihat keakraban antara suami nya dan juga anak nya, setelah maira mencium pipi sang papi, kini giliran sang mommy yang mencium sang papi
" sayang, kau juga harus memberi energi padaku, sini berikan aku ciuman selamat pagi dan juga energi untuk aku bekerja" pinta Apip
Aisyah tidak menolak, dia bangun dari duduk nya dan langsung menghampiri sang suami
lalu membuahi suami nya dengan ciuman di seluruh wajah sang suami dari kening, kedua pipi, hidung, bawah bibir, dan terakhir bibir
cup
cup
__ADS_1
cup
cup
cup
cup
Apip terlihat sangat senang, dia pun membalas ciuman sang istri dengan gemas namun saat Apip akan mencium bibir sang istri langsung di tampar oleh Aisyah
plak
" ada Maira" sinis Aisyah
Apip hanya memegangi pipi nya yang tadi di tampar sang istri
" jadi tidak terasa apa apa? begitu? kau lupa aku mantan ketua mafia? iya?" sewot Aisyah
" kenapa kamu marah sayang, aku hanya berbicara asal" ucap Apip berusaha menenangkan emosi sang istri
" terserah, pokonya malam ini aku mau tidur sama Maira di kamar Maira, titik gak pake koma!" putus Aisyah
" loh sayang kok gitu?" Apip segera bangun dari duduk nya dan langsung menghampiri sang istri yang menatap lurus ke depan dengan tatapan yang datar dan dingin
" sayang aku hanya bercanda, kenapa akhir akhir ini kau selalu marah marah? huh!" desah Apip tak sadar
__ADS_1
Aisyah yang mendengar keluhan Apip tentang sikap nya akhir akhir ini langsung menoleh ke arah suami nya itu dan langsung memberikan tatapan tajam nya pada sang suami
glek
mampus dah. Apip
" kau------" belum selesai Aisyah bicara tiba tiba perut nya terasa mual dan seperti di aduk aduk
" uwoek uwoek uwoek" Aisyah dengan segera berlari ke wastafel dapur dan langsung memuntahkan semua yang tadi sempat dia makan
Apip dan Maira langsung panik ketika mendengar suara Aisyah yang tengah muntah
" papi?" Maira meminta penjelasan dari sang papi, tapi Apip tidak menjawab dan langsung berlari ke dapur menyusul istri nya itu
dia memijat tengkuk sang istri agar memudahkan untuk muntah, wajah istri nya sudah merah, Apip khawatir
" Aisyah apa kau tidak papa? lihatlah sekarang wajah mu terlihat pucat, kita ke rumah sakit sekarang" ucap Apip bertubi tubi setelah Aisyah selesai muntah
tak lama itu Maira muncul dan langsung memeluk mommy nya
" mommy apa mommy baik baik saja? hiks hiks hiks Maira takut mommy" tangis Maira
" hei girls! mommy baik baik saja" jawab Aisyah
meski dirinya sangat lemas tapi dia berjongkok dan mensejajarkan tinggi nya dengan putri nya, di usap nya kepala sang putri yang sangat dia sayangi
__ADS_1
" jangan menangis, mommy gak suka liat Maira nangis, Maira harus jadi anak yang tangguh dan gak lemah, jangan cengeng, mengerti?"