
" kemari lah" ucap Apip tanpa mengalihkan pandangan pada laptop
Maira mengangguk lalu melangkah menuju ranjang sang papi, dia langsung tidur dengan terlentang namun arah pandang nya memandang sang papi yang nampak fokus pada layar laptop nya
" papi"
" hm" Apip hanya menjawab panggilan dari Maira dengan deheman saja terlihat jelas bahwa dirinya benar benar sedang sibuk
" apa boleh Maira minta sesuatu?" tanya Maira yang masih menatap papi nya
" tentu saja Maira, papi akan mengabulkan permintaan putri papi" jawab Apip yang sekarang sudah menoleh ke arah Maira namun setelah menjawab pertanyaan dari sang putri dia kembali fokus pada laptop nya
" Maira ingin punya mommy" ucap Maira
seketika tangan Apip berhenti mengetik keyboard, Maira melihat mata sang papi jika papi nya memang sangat enggan untuk membahas tentang mommy nya, tapi dia juga penasaran kenapa papi nya itu tidak mau memiliki istri lagi
" Maira tidurlah ini sudah malam" ucap Apip
" papi plis Maira pengen punya mommy" ucap Maira
" Maira tidur sekarang!" ucap Apip tegas
" apa alasan papi?" tanya Maira
" jika nanti kau sudah dewasa kau juga akan mengerti Maira" jawab Apip
" baiklah" ucap Maira ketus
Apip hanya menghela nafasnya berat, ini sudah ribuan kali nya anak nya itu terus menerus menanyakan nya tentang ini, Apip sebenarnya tidak tega melihat Maira yang tidak memiliki kasih sayang seorang ibu tapi dia juga tidak mau menikah dengan orang lain
" maafkan papi Maira, bila nanti kau sudah besar kau juga akan mengerti". batin Apip
*****
pukul 04:30...
" papiiiiii" teriak Maira, ini sudah yang ke tiga Ki dia memanggil papi nya yang masih betah menutup matanya
Apip langsung bangun begitu putri kesayangan nya berteriak tepat di dekat telinga nya, Maira hanya menatap papi nya dengan tajam dan mengeluarkan aura dingin nya
" ada apa Maira?" tanya Apip khawatir, dia mengira jika anak nya itu kenapa-napa, tapi Maira hanya diam dan tetap memberi tatapan tajam pada sang papi
" hei! kau berani memelototi papi mu?" ucap Apip kesal, tapi Maira hanya diam saja dan tetap memberikan tatapan tajam nya
" jika kau tidak mau berbicara lebih baik papi tidur kembali ini masih sangat dini hari!" ucap Apip yang akan membaringkan badannya dan akan menarik selimut untuk bersiap tidur kembali
" papiiiiii" teriak Maira kembali, Apip lagi lagi terlojak kaget mendengar teriakan dari anak nya itu
" Maira ini masih dini hari kenapa kau berteriak?" ucap Apip lembut
__ADS_1
" papi lihat lah ini sudah pukul berapa?" tanya Maira sembari menunjuk ke arah jam dinding di kamar sang papi, Apip mengikuti arah tangan Maira dan kalian pasti tau bukan ekspresi apa yang Apip tunjukkan?
" hah? baru jam setengah lima? hah Maira kenapa kau berteriak? ini masih pagi" ucap Apip yang kembali merebahkan tubuhnya
" papi ini sudah mau subuh, bangun bukankah papi mengajari Maira untuk selalu beribadah tepat waktu? ayolah papi Maira hari ini ingin sekali sholat berjamaah subuh dengan papi" ucap Maira
" hm baiklah Maira" Apip bangun dari tidurnya dan langsung berjalan menuju ke kamar mandi
" Maira bersihkan badan mu dulu" teriak Apip dari dalam kamar mandi
" baik papiiiiii" jawab Maira dengan berteriak
*****
pukul 08:30...
" halo?"
{............} ~ orang misterius
" apa? KYAK!!! cih! besar juga nyali mu menghubungi ku?"
{ ...........} ~ orang misterius
" cih! lihat saja aku pasti akan menemukan mu"
Tut
" i-ya Nyonya ada apa?" balas David dengan ngos ngosan karena dia tadi sempat berlari mendengar teriakkan dari nyonya nya itu
" lacak nomor ponsel yang ku kirim lewat email" ucap Alexa
" nomor ini?" Alexa mengangguk dengan wajah yang dingin
" kenapa anda ingin melacak nomor ini nyonya?" tanya David
" sudah jangan banyak tanya cepat laksanakan!" jawab Alexa ketus
" nyonya tolong beritahu saya ada apa agar saya berjaga-jaga!" ucap David
" David"
" nyonya"
" hah baiklah, nomor itu adalah nomor pembunuh keluarga ku" ucap Alexa
" maksud anda Jack?" tanya David
" itu hanya nama samaran dia mempunyai nama asli yang pasti bukan Jack" jawab Alexa
__ADS_1
" kenapa dia menghubungi anda nona?" tanya David
" seperti nya dia ingin menyerahkan diri pada ku" jawab Alexa
" tidak mungkin nyonya! Jack tidak akan mudah untuk menyerah terlebih dia juga tau jika belakangan ini kita tidak pernah mencari nya karena kita tengah sibuk dengan urusan kantor" sangkal David
" sudah kerjakan tugas mu" ucap Alexa
" baiklah" David pun pergi untuk mencari tahu tentang nomor yang di kirim oleh nyonya nya itu
terbesit dalam pikiran nya tidak semudah itu Jack menyerah dan ini baru pertama kali nya Jack menghubungi keluarga yang pernah dia bunuh, bukan ini musuhnya!
" apa nyonya akan semudah itu percaya?" ucap David
*****
" bagaimana bro? kau sudah menghubungi Donna Forte yang cantik terpari purna itu?" ucap seorang pria yang duduk di hadapan pria yang tampan dan baru saja meletakkan ponsel nya di meja
di lihatnya mereka tengah berada di restoran mewah dan sudah terhidang banyak makanan di meja tersebut, dua pria itu memang sama sama tampan dan di lihatnya mereka adalah orang yang kaya akan harta dan pasti nya memiliki jabatan yang tak rendah!
" of course!, tapi bisakah kau menjaga ku? maksudku berikan aku pengamanan yang ketat! karena aku yakin Alexa tidak akan diam setelah aku menghubungi nya" ucap pria satu nya lagi
" baiklah" jawab pria satu nya lagi
" Aldo Barreto Alfonso! aku percaya padamu!" ucap pria tadi pada pria yang ada di hadapannya yang bernama siapa tadi???? yaps Aldo
" yeaahhh!! tak usah seformal itu pada ku Jack" ucap Aldo
" tetap saja kau dan diriku sangat berbeda kasta" ucap Jack
" meski begitu kau adalah satu satunya sahabat ku do!" ucap Jack sekali lagi
" tapi ada masalah apa kau dengan keluarga Hoult? kenapa kau menghindari putri dari keluarga Hoult?" tanya Aldo
" aku membunuh semua anggota keluarga nya" jawab Jack enteng
" what? are you crazy Jack! kau gila?" ucap Aldo tak habis pikir dengan sahabat nya satu ini
" i'm not crazy" ucap Jack
" kau mencari masalah dengan keluarga Hoult Jack!" ucap Aldo
" semua keluarga nya sudah ku bunuh hanya saja tuan putri Hoult itu yang sangat susah untuk ku bunuh!" ucap Jack, matanya memancarkan aura kebencian yang sangat mendalam terhadap keluarga Hoult
" wow!! kurasa tuan putri Hoult tidak akan mudah untuk kau bunuh Jack!" ucap Aldo
" ya, benar, dan kau tau?"
" apa?"
__ADS_1
" aku bahkan pernah baku tembak dengan tuan putri itu" ucap Jack
" waww maksudmu Donna Forte?"