
" hei jangan menangis!" Alexa menghapus air mata yang mengalir di wajah Maira
" Alexa Hoult" ucap Apip geram
" Maira dengarkan aku ya, stop! jangan nangis lagi, papi kamu tidak akan jahat lagi oke!" ucap Alexa mencoba menenangkan Maira, sedangkan ucapan Apip diabaikan nya saja
" tuan Apip saya mohon beri saya waktu sedikit dengan anak anda! hati kecil saya tidak tega melihatnya seperti ini!" ucap Alexa
" jangan mencampuri urusan keluarga saya!" ucap Apip
Apip langsung menggendong Maira dan meninggalkan Alexa yang terus memanggil nama nya, Apip mendudukkan Maira di mobil dan setalah dia masuk ke mobil dia langsung melajukan mobilnya menuju mansion milik nya
tidak ada percakapan dalam mobil, Maira diam membisu dia yang biasanya banyak bicara kini diam! jujur saja ini adalah pertama kalinya dia melihat papi nya marah di depan matanya sendiri
begitupun sebaliknya Apip lebih memilih untuk diam, dia sadar dia memang kasar pada anak nya sendiri tapi dia juga khawatir jika Maira berlama lama dengan Alexa bisa membuat Maira mengira Alexa memang benar-benar mommy nya
*****
Alexa kini tengah berada di dalam apartemen nya, dadanya masih terasa sesak kala kembali mengingat apa yang Apip ucapkan padanya tadi
" kenapa dengan diriku? kenapa respon tubuhku seperti itu ketika sedang berada di dekat gadis kecil itu? gadis kecil itu seakan mempunyai magnet yang terus menarik ku untuk selalu dekat dengan nya"
" haruskah aku menyelidiki tentang masa lalu ku?, apa memang benar kak fito menyembunyikan sesuatu dari ku?"
Alexa mengambil ponsel nya dan mencari nama yang berada di ponsel nya setelah menemukannya dia langsung menghubungi nomor tersebut
" Donna Forte? apa kabar anda Donna?" ucap seseorang dari balik telepon
" hm, kabar ku baik Evan" balas Alexa
( bayangin aja mereka ngobrol pake bahasa Italia)
" ada apa anda menelepon saya?" tanya Evan
" Evan bolehkah aku meminta bantuan mu?" ~ Alexa
" of course Donna, apa yang perlu aku bantu?" ~ Evan
" tolong cari tahu semua tentang kehidupan ku dulu" ~ Alexa
" maksud anda masa lalu anda?" tanya Evan memastikan
" hm" ~ Alexa
" kenapa anda ingin mencari tahu tentang kehidupan anda dulu?" tanya Evan penasaran
__ADS_1
" maaf tapi aku tak bisa memberitahu mu sekarang" jawab Alexa
" hm baiklah Donna aku mengerti" ~ Evan
" berapa lama kau menyelesaikan ini?" tanah Alexa
" mungkin satu Minggu kedepan" jawab Evan gurau
" Evan Sanders!" Alexa tau Evan hanya bercanda dengan nya karena mana mungkin seorang Evan sangat bodoh dalam menyelidiki identitas seseorang ini adalah keahlian Evan
" bercanda Donna! mungkin sekitar 1-2 hari" jawab Evan
" hm baiklah"
Tut
Alexa mematikan sambungan telepon, dia menaruh kembali ponsel nya ke atas nakas yang berada di samping ranjang nya lalu dia merebahkan tubuhnya dia menatap langit langit kamarnya
" Maira Hanifa Ersatama?" Alexa tersenyum kala mengingat tentang pertemuan nya dengan gadis kecilnya itu, meski terbilang cukup singkat tapi bisa membuat hatinya hangat yang selama ini dingin
" astaga!!!! kenapa aku bisa sampai lupa? bagaimana keadaan Maira? apa tuan Apip berlaku kasar pada gadis kecil ku?, aku harus memastikan nya!" baru saja dia akan beranjak dari kasur tapi kepalanya kembali berputar putar seolah tengah bermain komedi putar
satu persatu bayangan bayangan muncul satu persatu kenangan kenangan yang manis dan pahit berputar di kepala Alexa, Alexa memegangi kepalanya yang sangat amat sakit dan juga berputar putar
dalam bayangan Alexa
*****
" apa? toppaki?" ucap pria yang mirip dengan Apip
" bukan toppaki tapi toppoki sayang" ucap kembali wanita yang mirip dengan nya
****
" aakkkkkhhh, sakittttt" teriak Alexa sembari memegangi kepalanya
****
" Aisyah buka matamu sayang!!" seorang lelaki yang sangat mirip dengan Apip tengah menangis kejar di hadapan seorang wanita yang terbaring tak berdaya
" kau berbohong bukan? hei sayang buka matamu, kumohon Aisyah!" teriak pria yang mirip dengan Apip
****
bayangan itu terus berputar putar di kepala Alexa, hingga membuat kepala Alexa rasanya ingin pecah
__ADS_1
" siapa dia?, kenapa dia sangat mirip dengan ku? kenapa tuan Apip ada dalam ingatan ku? aakkkkkhhh sakittttt!!" teriak Alexa kembali sebelum dia tak sadarkan diri
*****
23:00...
sepasang mata mulai terbuka secara perlahan, setelah terbuka sempurna mata itu mengerjap ngerjapkan berkali kali, terasa asing, hanya tembok putih yang ada di sekeliling nya bisa di pastikan bahwa kini dia tengah berada di rumah sakit
" Donna Forte anda sudah sadar?" ucap David lega melihat nyonya nya membuka matanya
David dengan segera menekan tombol berwarna hijau yang langsung terhubung ke suster, tak lama setelah itu para suster dan juga dokter masuk ke dalam ruangan Alexa
sang dokter yang tak lain dan tak bukan adalah dokter Fadly, dokter Fadly langsung mengecek keadaan Alexa yang baru saja sadarkan diri, dia memeriksa keseluruhan dan di catat oleh suster yang juga kebetulan adalah suster Firda
" bagaimana dengan keadaan anda nona Alexa? apa kepala anda masih terasa sakit?" tanya dokter Fadly, Alex hanya menggeleng lemah mendengar pertanyaan dari dokter Fadly
" syukurlah jika kondisi anda sudah jauh lebih baik" ucap dokter Fadly lega
" dokter, ada yang ingin saya bicarakan!" ucap Alexa
" bicaralah nona" jawab dokter Fadly
" David bisakah kau meninggalkan ku berdua dengan dokter ini?" tanya Alexa
" ah i iya don-- ah maksud saya baik nyonya" jawab David gugup karena dia sejak tadi memperhatikan wajah suster yang tak lain adalah Firda
" sus tolong tinggalkan kami berdua!" ucap dokter Fadly
" baik dok" jawab dua suster tersebut
kemudian David dan juga para suster keluar dari ruangan Alexa dan hanya menyisakan mereka berdua, Alexa dan dokter Fadly
" apa yang ingin anda bicarakan nona?" tanya dokter Fadly
" bukankah sangat aneh jika aku sering sekali merasakan sakit di area kepala ku?" tanah balik Alexa
" ini yang membuat saya aneh nona!" jawab dokter Fadly
" maksud anda?" tanya Alexa meminta penjelasan dari sang dokter yang ada di hadapannya saat ini
" pertama-tama saya ingin menanyakan tentang hal yang terkait dengan ingatan Anda!" ucap dokter Fadly, Alexa hanya mengangguk dan mendengar semua pertanyaan dari sang dokter
" apa sebelumnya anda pernah mengalami kecelakaan hingga anda amnesia?" tanya dokter Fadly
" tidak!, tunggu! saya tidak tau pasti tapi ketika saya membuka mata pertama kali nya saya berada di kamar rumah sakit, di samping saya ada dua orang perempuan dan laki-laki paruh baya yang mengaku bahwa mereka adalah orang tua saya, mereka bilang jika saya telah mengalami kecelakaan, saya pada waktu itu tidak mengingat apapun setelah membuka mata tersebut"
__ADS_1
" saya pada waktu itu percaya jika mereka adalah orang tua saya karena tidak ada orang lain yang mendampingi saya kecuali mereka berdua dan juga satu kakak laki-laki saya"