Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 74


__ADS_3

" rumah Sakit?" Apip terlihat kaget setelah mendengar ucapan dari seseorang di seberang sana


" rumah sakit mana kalau saya boleh tau?" tanya Apip khawatir


" terimakasih"


" papi kenapa?" tanya Maira heran


" Tante Alexa masuk ke rumah sakit Maira" jawab Apip tanpa mengalihkan pandangan nya ke samping dia tetap fokus mengemudi


" apa? jadi Tante cantik masuk rumah sakit? tapi kenapa papi?" tanya Maira khawatir, matanya kini sudah berkaca-kaca namun sebisa mungkin dia menahan air matanya


" papi juga gak tau" jawab Apip


*****


Rumah Sakit Harapan Mulya 🌻


" Tante!!!" Alexa langsung menoleh ke arah pintu kala mendengar teriak kan seorang anak kecil yang bahkan dia sangat tahu ini suara siapa


Alexa terkejut melihat gadis kecilnya berlari ke arah nya, dia tersenyum senang kala gadis kecil nya memeluk nya erat


" Hay girls, kenapa kamu ada di sini sayang?" tanya Alexa


" papi memberitahu Maira jika Tante masuk rumah sakit" jawab Maira


Alexa melihat ke arah Apip yang diam berdiri tepat di dekat sopa, Alexa sedikit menunduk dan tersenyum tipis kepada Apip, sedangkan Apip hanya diam dan menunjukkan ekspresi wajah dingin nya padahal di dalam hati lain hal nya, hati nya berdebar kala Alexa tersenyum tipis pada nya


" jangan berdetak kencang kumohon!" ucap Apip dalam hati


" Tante kenapa Tante masuk ke rumah sakit?" tanya Maira, Alexa mengalihkan pandangannya ke Maira tersenyum tipis pada gadis kecilnya itu dia membelai pipi gadis kecilnya itu


" Tante hanya butuh istirahat saja girls" jawab Alexa


" istirahat?" Alexa mengangguk


" Tante memang apa pekerjaan Tante?" tanya Maira dengan suara imut nya itu


" girls kenapa kau sangat amat imut? bolehkah aku membungkus mu dan ku bawa pulang?" tanya Alexa bercanda tapi Apip menanggapi ucapan nya itu serius dia malah memberi tatapan tajam pada Alexa

__ADS_1


" hehehe Maira memang imut Tante sama seperti dengan mommy" jawab Maira sembari terkekeh


" kenapa rasanya sesak ketika Maira memanggil ku dengan Tante? bukankah itu jauh lebih baik? tapi hatiku rasanya sakit jika Maira memanggil ku dengan sebutan Tante! ada apa dengan diriku? apakah benar aku adalah Aisyah? ah tidak Alexa kau tidak mungkin Aisyah yang kehidupan nya sangat sempurna, mempunyai suami yang tampan mapan mempunyai anak yang cantik imut dan memiliki keluarga yang harmonis!, hah apa aku juga akan seperti itu nanti dengan suami beserta anak ku?" gumam Alexa dalam hati


" Tante ada apa? apa ada yang sakit?" tanya Maira khawatir, seketika Alexa tersadar dari lamunannya


" tidak girls! aku tidak apa-apa" jawab Alexa dengan tersenyum manis


" Tante bolehkah Maira minta sesuatu?" tanya Maira


" apa girls? katakan pada Tante mu yang cantik ini, ada apa hm?" jawab Alexa


" Maira boleh minta di peluk sama Tante sambil di pokpok gak?" tanya Maira


" pokpok?" ucap Alexa tak mengerti ucapan Maira yang satu ini


" hu'um sepelti ini" Maira mengambil tangan Alexa yang tidak di infus dan mengarahkan nya ke bokong nya lalu Maira menggerakkan tangan Alexa dengan gerakan seperti memukul namun dengan pelan


" seperti ini?" tanya Alexa Ayng sudah paham


" hu'um" Maira mengangguk dengan wajah imutnya itu


" yasudah sini" Alexa meminta Maira untuk duduk di pangkuan nya, namun sepertinya susah mengingat jika tangan dia satu nya lagi tengah di infus, Alexa pun melihat ke arah Apip yang kebetulan tengah memperhatikan dirinya dan juga Maira


Apip yang sudah tau dan sudah bisa membaca situasi nya dia langsung bangun dari duduknya memang tadi di mendudukkan dirinya karena merasa sedikit pegal jika terus berdiri


Apip melangkah mendekat ke arah Maira yang sudah bersiap untuk di angkat sang papi ke pangkuan Tante cantik nya itu


Apip mengangkat tubuh Maira ke pangkuan Alexa, dia sedikit takut jika Alexa kenapa Napa kalau duduk di pangkuan Alexa ya mengingat jika Alexa kini tengah di infus dan tubuh nya kondisi tubuh nya tidak stabil bukan?


" apa tidak apa apa jika aku mendudukkan Maira di pangkuan mu?" tanya Apip yang sudah mendudukkan Maira di pangkuan Alexa


Alexa merasa canggung dan juga kaku kala mendengar jika Apip berbicara formal kepada nya dengan menyebut 'aku' dan 'kamu' hah aneh nya?


" ah t-tidak! tidak apa apa" jawab Alexa


Apip hanya mengangguk lalu dia kembali ke tempat nya dan duduk di sofa, dia mulai memperhatikan Alexa dan juga putri nya, putrinya tampak sangat nyaman berada di pelukan Alexa apalagi Alexa yang tengah menepuk bokong sang putri nya


setelah sekian lamanya Alexa menepuk bokong Maira tanpa sadar Maira tertidur dalam pangkuan Alexa, Alexa yang melihat Maira tertidur dalam pangkuan nya tersenyum dia mencium kening gadis kecilnya itu lalu meletakkan Maira dengan hati hati di tempat tidur kamar rumah sakit

__ADS_1


" tuan" ucap Alexa, Apip menoleh ke arah Alexa yang memanggil nya


" hm?" Apip hanya berdehem


" bolehkah saya menanyakan sesuatu?" tanya Alexa


" tentang?"


" istri anda" jawab Alexa


deg


" apa yang ingin anda ketahui nona Alexa?" tanya Apip penuh selidik


" apa benar istri anda telah meninggal?" tanya Alexa


" hm"


" kenapa dia meninggal?" tanya Alexa


" kecelakaan" jawab Apip


deg


kepala Alexa kembali pusing dan terlintas beberapa bayangan mobil yang menabrak pembatas jalan, dadanya mulai terasa sesak namun sekuat tenaga dia menahan nya


" tidak bisakah saya menjadi istri anda?" tanya Alexa tiba tiba


deg


" maaf tapi saya tidak mau memiliki istri selain mendiang istri saya" jawab Apip


" saya tidak tahu kenapa beberapa bulan terakhir saya selalu memimpikan tentang anda Maira dan juga wanita yang berjilbab seperti orang Indonesia" Apip menatap Alexa dalam dalam


" sebelum saya ke Indonesia, saya seringkali bermimpi tentang wajah anda dan juga Maira dan wanita yang berjilbab yang mungkin itu adalah istri anda"


" tapi yang saya heran kan adalah kenapa saya bermimpi tentang keluarga anda, dan juga wajah istri anda sangat amat mirip dengan wajah saya, bukankah itu sangat aneh?"


" tuan, apa istri anda benar benar sudah tiada?" tanya Alexa sekali lagi

__ADS_1


kali ini Apip ragu menjawab nya entah kenapa lidah nya terasa kelu untuk menjawab pertanyaan Alexa padahal tinggal menjawab benar saja bukan?


" anda ragu bukan?, saya bukan kepedean atau apapun itu tapi yang saya rasakan ketika melihat anda dan juga Maira itu membuat dada saya berdetak dan juga sesak setiap kali Maira memanggil saya dengan sebutan Tante, dada saya juga sakit ketika anda berbicara seperti yang kemarin"


__ADS_2