
" of course" jawab Alexa dengan tersenyum manis
Anderson yang mendengar nya merasa lega dan percaya pada Alexa untuk saat ini
" sekarang beritahu pada ku di mana tuan mu bersembunyi?" tanya Alexa
" terakhir aku lihat memang dia sedang berada di Rusia tapi aku mendengar informasi jika dia kini tengah berada di Indonesia, aku tidak tau di mana tempat dan daerah tempat tuan Marko berada yang pasti aku hanya mengetahui dia kini tengah berada di negara ku, Indonesia" jawab Anderson, Alexa hanya manggut-manggut mendengar jawaban Anderson
setelah itu dia keluar dari ruangan tersebut awalnya itu membuat semua orang yang berada di sana bingung, tapi dengan kepergian Alexa Anderson menjadi lega dan mengira bahwa Alexa sudah memaafkan nya
tapi setelah beberapa saat Alexa kembali ke ruangan Anderson berada, kaki tangan nya yang memang belum beranjak dari tempat nya saat ini bingung melihat bos nya kembali ke ruangan tersebut dengan wajah yang dingin dan datar
Alexa duduk ke tempat nya saat sebelum meninggalkan ruangan tersebut, dia melihat Anderson yang memancarkan wajah senang dan lega
" dasar manusia kaparat, Meriti di morire Anderson, addio caro signor Anderson" Alexa tersenyum devil lalu dia mengambil pistol yang dia sembunyikan di belakang Coat yang dia kenakan dan langsung mengarahkan nya pada Anderson tepat di kepala pria itu
" addio Anderson, kaparat!"
DOR
peluru yang Alexa Lesatkan melesat tepat di kepala Anderson, pria tua itu langsung tumbang bukan pingsan akan tetapi, MATI!
bagi Alexa yang mengkhianati nya akan mati, mau itu anak buah nya ataupun orang lain apalagi musuh nya, Alexa tak segan segan untuk menghabisi nyawa para pengkhianat itu
" vid, apa jadwal ku?" tanya Alexa
wajahnya seperti tidak merasa bersalah sama sekali bahkan ekspresi nya biasa saja, namun ekspresi ke tiga pria lain nya tidak baik baik saja dan sangat ketakutan kala melihat bos mereka mati dengan peluru yang bersarang di kepala nya
" kalian bertiga, mau bergabung dengan ku apa mati seperti bos kaparat kalian?" tanya Alexa dingin
" i-ya Nyonya kami bersedia untuk bergabung dengan kelompok anda" jawab salah satu pria dari ketiga pria tersebut
__ADS_1
" hei!, siapa nama mu?, seperti nya kau anak muda berapa umur mu?" tanya Alexa kala melihat pria yang menunduk takut dekat dengan pria yang menjawab tadi
" Andra, umur saya 22 tahun nyonya" jawab pria tadi yang di tunjuk oleh Alexa dengan suara bergetar
" Andra?" ulang Alexa nama itu seperti tak asing bagi nya
tiba tiba kepala nya pusing bukan hanya pusing tapi sakit sangat amat sakit, hampir saja dia terjatuh tapi dengan sigap David sang asisten menangkap tubuh sang bos nya agar tidak jadi jatuh
sekelebat bayangan wanita kisaran umur 20 tahun tengah memeluk seorang laki laki yang umurnya mungkin sudah 27 tahun mereka terlihat akrab sekali
bayangan itu berputar putar di kepala dan ingatan Alexa, sampai di berteriak kala sakit di kepala nya teramat sakit
" siapa wanita itu? dan siapa pria itu? kenapa ada dalam ingatan ku?, akkhhh kenapa sakit sekali?" batin nya menjerit
" Donna Forte are you okay?" tanya David yang masih menahan tubuh bos nya
Alexa pun mencoba untuk berdiri kembali dan menegakkan badan nya, dia menarik nafas nya dalam dalam dan menghembuskan nya secara perlahan
" latih mereka menjadi tangguh dan kuat aku akan kembali ke perusahaan, kurangi jadwal ku kepala ku sedikit pusing" ucap Alexa
semenjak kakak nya meninggal 5 bulan yang lalu, dirinya di sibukkan dengan perusahaan dan juga kelompok mafia milik kakak nya
awalnya kelompok mafia yang sekarang dia pimpin adalah kelompok mafia milik kakak nya, kakak nya sudah lebih dari 7 tahun mengelola kelompok mafia tersebut
sebelum kakak nya meninggal, kakak nya memang sering membawa nya ke markas dan Alexa juga di latih untuk menjadi wanita yang kuat tangguh dan tidak lemah itu semua di latih oleh kakak nya sendiri
para anak buah kakak nya merasa takjub dengan kemampuan Alexa yang tidak jauh berbeda dengan kakak nya sendiri maka dari tiu mereka memanggil nya dengan sebutan 'Donna Forte' yang artinya 'wanita kuat'
sebenarnya dia lelah dengan semua ini, dia harus berbagi waktu antara perusahaan dan juga kelompok mafia kakak nya, namun dia akan terus semangat dan tidak akan menyerah karna pesan kakak nya adalah " jadilah kuat, jangan lemah dan jangan mudah goyah, tetaplah semangat jangan pernah menyerah karna jika kita menyerah maka orang-orang akan meremehkan kita" dia selalu ingat kata kata terakhir kakak nya
menyakitkan sekali melihat keluarga yang sangat dia sayangi satu persatu pergi meninggalkan nya
__ADS_1
*******
Indonesian....
" papiiiiii" seorang anak perempuan kirasan umur 4 tahun berlari ke arah pria yang mungkin umurnya di atas 30 tahun tapi wajah nya masih saja tampan
" assalamualaikum anak papi" ucap pria tersebut dia menjulurkan tangannya untuk di cium oleh anak perempuan tersebut, dan tentu saja anak perempuan tersebut menyambut uluran tangan dari sang pria tersebut yang ternyata adalah Ayah nya
" waalaikumsalam papi" Cup!" anak perempuan itu mencium pipi sang papi
" bagaimana dengan sekolah mu? apa hari ini menyenangkan?" tanya papi nya
" sangat menyenangkan papi ini adalah hari pertama di sekolah ku" jawab anak tersebut
" assalamualaikum Tuan" ucap Bu guru yang kebetulan lewat
" waalaikumsalam Bu" jawab pria tersebut
" hai Maira" sapa guru tersebut
" hai juga ibu guru" balas anak perempuan itu yang bernama Maira
" Tuan Apip, anak anda memang pintar meskipun umurnya masih terbilang sangat muda tapi dia belajar dengan baik dan bergaul baik dengan anak anak" ucap Bu guru
yaps pria itu adalah Apip, Apip Aldera Ersatama suami Aisyah, masih ingat bukan?, dan anak perempuan itu!, kalian pasti bisa menebak nya bukan? yaps anak perempuan tersebut adalah anak Aisyah dan juga Apip, Maira Hanifa Ersatama
Apip menamai anak mereka dengan ada nama ibu dari anak nya dan juga nama keluarga nya, Hanifa nama pertengahan istri nya sedangkan Ersatama nama keluarga nya
anak nya tumbuh dengan baik sesuai janji nya pada sang istri bahwa dia akan menyayangi anak mereka seperti Apip menyayangi dan juga mencintai Aisyah
" terimakasih" jawab Apip datar
__ADS_1
" Maira, ibu duluan ya, mari tuan Apip saya duluan" pamit guru tersebut
Apip hanya mengangguk lalu guru tersebut berlalu pergi