Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 123


__ADS_3

Cafe xxx...


dari kejauhan tampak tiga orang wanita tengah berjalan menuju salah satu meja bundar yang terdiri dari enam kursi


ketiga wanita itu adalah Jui, Arma, dan Kiky sedangkan putri mungkin dia tengah berada ada jalan


" eh itu yang duduk nya ngadep Ita siapa sih? kok kaya akrab banget" ucap Jui pada kedua sahabatnya yang ada di samping nya


" iya, tapi punggung nya kaya gak asing tau gak si, mirip siapa ya?" balas Arma, sedangkan Kiky hanya diam mematung dan berpikir dalam batin nya


kenapa gue jadi inget Aisyah? Syah gue kangen sama Lo ~ batin Kiky


" hai ta, tumben lu ngajak nongkrong" ucap Jui ketika sudah sangat dekat dengan meja yang di tempati oleh Ita dan juga Aisyah


mereka bertiga belum sadar siapa wanita yang tadi tengah mengobrol dengan Ita


ketiga wanita itu pun duduk di kursi yang kosong dan tersisa satu kursi yang kosong untuk putri


" ta---"


" assalamualaikum guysss" sapa putri yang langsung duduk di samping Aisyah


mereka sama sama beluk sadar dan enggan untuk menoleh ke kursi Aisyah, sedangkan Aisyah sudah terlihat meneteskan air mata nya


dia bahagia karena bisa melihat para sahabat nya lagi setelah sekian lama, dia kini sudah sangat hapal para sahabat nya ini

__ADS_1


Ita yang melihat Aisyah meneteskan air mata ikut meneteskan air mata nya juga, dia juga masih tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya kini


guyss plis noleh ke arah samping putri, dia sahabat kita guyss, dia sahabat yang sangat sangat kita rindukan, plis noleh sekali aja ke arah samping putri~ batin Ita menjerit


seolah ada hubungan batin antara Kiky dan Ita, atau mungkin Kiky yang bisa membaca pikiran Ita, atau cuman hanya menoleh saja


Kiky menoleh ke arah samping putri tepat di mana Aisyah sedang duduk dengan meneteskan air mata dan tengah menatap mereka semua


Deg


Kiky sempat diam dan hanya menatap ke arah Aisyah yang tengah menatap putri, Jui, Arma, Ita, dan terakhir dirinya nya


dan saat itu mata keduanya bertemu, hal yang benar bener membuat mereka berdua senang bukan kepalang


Deg


ini beneran Lo Syah? apa gue cuman mimpi aja? plis Ar cubit pipi gue atau gak pukul tangan gue, gue harap ini bukan mimpi! ~ batin Kiky


" assalamualaikum" ucap Aisyah


deg


jantung putri, Arma, dan Jui langsung berhenti berdetak sementara lalu mulai berdetak kencang


sedangkan Kiky dia masih diam menatap Aisyah, dia berharap jika uang di lihat nya bukanlah mimpi

__ADS_1


mereka bertiga menoleh ke asal suara, apalagi putri yang sangat dekat duduk nya dengan Aisyah, begitupun dengan Jui yang memang agak dekat juga dengan Aisyah


Deg


" put, kayanya gue lagi mimpi deh!" ucap Arma yang menatap wajah Aisyah tanpa berkedip


" sama kayanya Ar, gue juga lagi mimpi, tapi kenapa kaya nyata banget ya?" balas putris yang sama dengan Arma menatap Aisyah tanpa berkedip


" Ar, pukul tangan gue Napa? semoga aja pas Lo pukul tangan gue, tangan gue sakit" ucap Jui yang sama seperti putri dna Arma


" gue harap emang ini gak mimpi!" ucap Kiky


" kalian emng gak mimpi" ucap Ita


" tapi gimana bisa?" tanya putri yang sudah meneteskan air mata nya


" hiks hiks, ini pasti jin ya?" tanya Jui yang sudah mau menangis


" enak aja ya lu Jui, bilangin gue jin, gue sama jin itu beda jauh, cantikan sahabat kalian ini lah" jawab Aisyah


" what?" pekik putri


" hah? apa? gue gak salah denger kan?" tanya Jui heboh


" kayanya gue harus ke THT deh, kuping gue perlu di periksa" ucap Arma yang masih bleng otak nya

__ADS_1


" lu pada apaan sih, sahabat sendiri masa gak inget, udah lupa iya sama gue?" tanya Aisyah


__ADS_2