Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 73


__ADS_3

" saya pada waktu itu percaya jika mereka adalah orang tua saya karena tidak ada orang lain yang mendampingi saya kecuali mereka berdua dan juga satu kakak laki-laki saya"


" kakak laki-laki?" tanya dokter Fadly


" iya, pafito Ragasa Hoult" jawab Alexa


" fito?"


" kenapa apa kau mengenal nya?" tanya Alexa penasaran


" bisa kau tunjukkan pada ku Poto kakak mu?" tanya dokter Fadly


" bisa tolong kasih tau apa yang kau ketahui?" tanya Alexa


" nona Alexa tolong tunjukkan Poto nya kepadaku terlebih dahulu " ucap dokter Fadly serius


Alexa mengambil ponsel nya dan membuka lalu mencari galeri foto dan mencari Poto kakak nya, lalu menunjukkan nya pada dokter Fadly


" aku tidak mempunyai Poto kak fito seorang diri, ini adalah Poto diriku tengah bersama dengan kakak ku" Alexa menunjukkan Poto kakak nya dan juga dirinya ke dokter Fadly


Fadly mengambil ponsel milik Alexa dan mengamati wajah kakak dari Alexa, betapa terkejutnya dia saat melihat wajah dari kakak laki-laki Alexa


" tuan fito? jadi benar Alexa adalah adik dari tuan fito?, tapi setahuku tuan fito tidak memiliki adik apalagi adik perempuan dia adalah anak satu-satunya tuan Leonardo" batin dokter Fadly


Alexa semakin penasaran dengan ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh dokter yang ada di hadapannya saat ini, dia mempunyai firasat jika dokter Fadly mengetahui sesuatu tentang diri nya atau mungkin tentang kakak laki-laki nya dan juga keluarga nya yang berada di Italia


" dokter apa yang kau ketahui tentang kak fito?" setelah Alexa berbicara dokter Fadly pun tersadar dan langsung menatap Alexa


" tahun berapa anda mengalami kecelakaan nona?" tanya dokter Fadly


" sekitar 4 tahun lalu" jawab Alexa


" dokter apa ini ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa saya 4 tahun lalu?" tanya Alexa


" saya tidak tahu pasti tapi yang pasti seluruh tubuh anda sempurna dan tidak ada bekas kecelakaan apapun, bukankah jika anda mengalami amnesia berarti kecelakaan yang anda alami bukan kecelakaan kecil melainkan kecelakaan besar?" ucap dokter Fadly


Alexa nampak berpikir dia teringat dengan luka yang ada di perut nya


" dokter, saya mempunyai luka" ucap Alexa

__ADS_1


" di bagian mana nona?" tanya dokter Fadly


" bagian perut saya, ini seperti bekas jahitan tapi saya tidak tahu bekas jahitan apa" jawab Alexa


" mommy saya pernah bilang jika saya mengalami kecelakaan mobil, tapi pada waktu itu saya tidak terlalu memperhatikan bahwa pada saat itu bagian kepala saya sama sekali tidak di perban" ucap Alexa mencoba mengingat ingat tentang keadaan nya pada saat itu


" aneh" ucap dokter Fadly


" ya aneh bukan?" ulang Alexa


" saya akan memeriksa secara keseluruhan kondisi anda"


" saya juga akan mencari tahu tentang amnesia yang anda alami" lanjut dokter Fadly, Alexa hanya mengangguk


" kalau begitu saya permisi nona" pamit dokter Fadly, Alexa sekali lagi hanya mengangguk dan tersenyum tipis


********


saat dokter Fadly keluar dari ruangan Alexa di tanpa sengaja bertemu dengan suster yang kemarin dia tanyakan nama nya, suster Firda


Firda yang melihat dokter Fadly hanya tersenyum tipis dan menunduk sedikit, Fadly hanya tersenyum nyaris tak terlihat, melihat Firda begitu hormat nya pada orang yang lebih tua dari umur nya


" iya dok?" tanya Firda lembut


" kenapa kau tidak menyapa atasan mu?" tanya dokter Fadly, dia hanya bercanda karena entah mengapa melihat Firda dia ingin sekali melihat wajah Firda yang kesal


" maaf dok? tapi anda bukan atasan saya?" jawab Firda masih bersikap lembut


" tapi saya memang atasan kamu" balas dokter Fadly


" maaf dokter, atasan saya adalah pemilik rumah sakit ini" ucap Firda, dia menekankan kata pemilik 'rumah sakit' ini


sedangkan dokter Fadly hanya berdecih, oh astaga kenapa ada bawahnya yang tidak tau bahwa rumah sakit ini adalah rumah sakit milik nya, Firda dibuat heran oleh sikap dokter Fadly


" memang benar saya adalah atasan kamu Firda Widyasari" ucap dokter Fadly menekan kata 'atasan kamu'


" maaf ya dokter tapi sejak kapan anda menjadi atasan saya?" tanya Firda geram


Firda mengira bahwa dokter yang ada di hadapannya ini hanya bercanda dan terlalu kepedean menyebut dirinya sendiri pemilik rumah sakit besar ini

__ADS_1


" sebelum kamu bekerja di sini dan setelah kamu bekerja di sini dan seterusnya" jawab dokter Fadly dengan senyum manis nya


oh ini hal yang langka seorang dokter terdingin di rumah sakit itu sekaligus pemilik rumah sakit itu tersenyum begitu manis pada seorang suster? oooohhhh ada apakah ini??? hehehe


" kurasa anda terlalu kepedean pak dokter" sinis Firda dengan menekan kata 'kepedean' wah berani sekali bukan?


" terserah kau saja yang penting aku sudah berbicara jujur" balas dokter Fadly menekan kata 'jujur'


dokter Fadly pun berlalu meninggalkan Firda yang diam dalam keadaan kesal padanya, dokter Fadly diam diam tersenyum nyaris tak terlihat, dia tersenyum karena melihat wajah Firda yang mungkin sedikit kesal padanya yang terus menerus menjawab ucapan nya dengan nada menekan


" idiw!! dasar dokter kampret!" maki Firda dalam hati


Firda pun meninggalkan tempat nya tersebut dan kembali ke pekerjaan nya seperti biasa, tapi dia terlebih dahulu mengecek beberapa pasien dan juga infus an pasien tersebut


******


keesokkan harinya ....


" papi Maira pengen ketemu sama Tante yang semalem" ucap Maira


Apip menghentikan langkahnya dia baru saja akan masuk ke dalam mobil untuk mengantar anak nya ke sekolah, mood nya baru membaik memang semalam dia tidak berbicara sama sekali pada anak nya dia mendiami anak nya sendiri


" kamu sekolah Maira" ucap Apip tanpa membalik badannya menghadap ke arah sang putri


" pulang sekolah" kekeh Maira


" tidak" tolak Apip


" papi, Maira mohon sama papi, Maira janji gak akan manggil Tante yang semalem mommy, Maira janji papi hiks hiks" ucap Maira menangis


Apip yang notabene nya orang tak tegaan dia pun berbalik menghadap putri nya lalu dia menghampiri anak nya dan mensejajarkan tinggi nya, Apip menangkup kedua pipi putri kecilnya lalu dia pun tersenyum tipis


" udah jangan nangis papi bawa kamu ke Tante yang semalam" ucap Apip, seketika tangis Maira langsung berhenti matanya berbinar mendengar ucapan sang papi Maira langsung memeluk papi nya dan mencium pipi sang papi kesayangan


" makasih papi, papi emang papi telbaik tedunia" ucap Maira girang


" terbalik Maira bukan telbalik" ralat Apip


" terrbaik?" eja Maira, Apip mengangguk dan tersenyum, moodnya kembali membaik kala melihat putri nya tersenyum bahagia

__ADS_1


__ADS_2