
" papi tidak akan mau omah" jawab Maira murung
" mah Apip kerja dulu" Apip berdiri dan langsung meninggalkan ruang tamu tersebut
" Apip" panggil sang mamah
Luna mengejar Apip untuk membicarakan sesuatu tentang sikap Apip yang masih egois tidak mau membahas tentang ibu dari cucu nya tersebut
Apip berhenti kala sang mamah memanggil, dia masih tak bergeming dan hanya berdiri di tempat tanpa menghadap ke arah sang mamah
" sudah waktunya untuk anak mu mengetahui tentang bagaimana ibu nya, apa kau tidak kasihan padanya yang terus menerus menanyakan nya padamu?"
" Maira hanya penasaran dengan kehidupan ibu nya, kau sebagai ayah nya berprilaku lah seperti ayah pada umumnya, kau tidak pernah membahas sedikit pun tentang ibu dari Maira"
" Apip, ketahuilah sesungguhnya Maira sangat amat penasaran dengan istri mu, dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu apa kau tega?"
" kasih sayang dari Apip sudah cukup mah untuk Maira" tukas Apip
" itu menurut mu bukan menurut Maira, tanpa kau ketahui anak mu sangat membutuhkan sosok seorang ibu yang menyayangi nya menjaga nya dan juga mencintai nya"
" Maira masih sangat muda dia masih membutuhkan kasih sayang dari seorang ibu, tidak kah kau berpikir? kau hanya bersamanya jika hari libur dan waktu pulang sekolah Maira pun kau tidak bersama nya"
" cerita kan lah semua tentang istri mu malam ini pada anak mu sebelum dia tidur" ucap Luna
" Apip tidak bisa mah" tolak Apip
" berusahalah" ucap Luna
" itu menyakitkan" lirih Apip
" jika kau masih seperti ini bagaimana dengan Maira ke depan nya?, kau juga harus memikirkan tentang Maira anak mu"
" Apip harus bagaimana mah? Apip lelah! Apip capek! tidak kah mamah juga berpikir? Apip juga tersiksa mah Apip sangat frustasi dengan semua ini, ini semua menyakitkan untuk ku mah!" ucap Apip yang meneteskan air mata nya
suara nya mulai parau karna menahan tangis nya, jika dia tengah sendiri pasti dia akan langsung menangis namun dalam diam, dia memang sangat rapuh jika menyangkut dengan orang yang sangat dia cintai dan juga dia sayangi
" tapi hanya kau yang bisa membuat nya menjadi tidak lelah! teruslah berjalan jangan pernah berhenti, kau ingat bukan? " hidup itu berjalan bukan berlari karna hidup tentang perjalanan bukan pelarian" tolong jangan seperti ini lagi jangan kembali seperti dulu"
" Apip pamit, assalamualaikum" Apip pun langsung menaiki mobilnya dan melajukan mobil menuju kantor nya
Luna hanya menghela nafasnya, anak nya ini memang susah di atur dan susah untuk di kasih tau, kenapa kerasa kepala sekali? ternyata kepergian Aisyah memang berdampak buruk bagi Apip
ini sudah 4 tahun dan tidak mungkin Aisyah kembali bukan? tapi hati kecil Apip mengatakan bahwa Aisyah akan kembali pada waktu yang tepat
Luna pun kembali masuk ke rumah nya, ketika melihat Maira dia langsung menjadi sedih dan kasihan, kenapa Apip tidak mau memikirkan tentang perasaan Maira yang butuh kasih sayang seorang ibu
__ADS_1
Luna sudah berkali-kali meminta Apip untuk menikah tapi anak nya itu tetap tidak mau, dia tidak mau menikah lagi karena dia masih berharap Aisyah kembali
" omah Maira ingin berjalan-jalan besok" ucap Maira
" besok?" Maira mengangguk
" apa kau tidak sekolah?"
" libur"
" libur?"
" iya karna besok adalah hari Sabtu" jawab Maira dengan senyum nya yang manis dan menggemaskan
" astagfirullah kenapa omah bisa lupa jika besok adalah hari Sabtu?" ucap Luna terkekeh
" omah"
" kenapa sayang?"
" Maira ingin bertemu dengan mommy" ucap Maira
" kenapa berbicara dengan omah? bicaralah dengan papi mu sayang bukankah kau selalu bertemu mommy setiap hari Minggu?" tanya Luna
" Sudan tapi papi tidak mau mengajak Maira bertemu dengan mommy jika hari biasa" jawab Maira lesu
" begitukah?" Luna mengangguk
" yasudah kita makan siang ya" ajak Luna Maira hanya mengangguk dan mengikuti Luna ke dapur
****
" David bagaimana dengan persiapan kita untuk ke Indonesia?" tanya Alexa
" semua sudah di persiapkan Donna, Tinggal berangkat menuju Indonesia" jawab David sedikit tergagap menjawab dalam bahasa Indonesia
" bagus"
" Donna Forte"
" why?"
" aku sudah mencari tau tentang wanita yang bernama Aisyah Hanifa Wijaya" ucap David
Alexa yang tengah mengetik keyboard di komputer nya menghentikan nya kala mendengar ucapan dari David tentang wanita yang sangat mirip dengan nya dalam mimpi nya
__ADS_1
" Aisyah Hanifa Wijaya adalah wanita asli orang Indonesia dia adalah anak dari Albai Pratama Wijaya pemilik perusahaan yang cukup besar di kota tempat tinggalnya, menikah dengan tuan Apip Aldera Ersatama sang pemilik perusahaan ERST CORP da---"
" tunggu, ERST CORP? bukan kah itu perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita?"
" iya"
" lanjutkan" ucap Alexa
" Aisyah Hanifa Wijaya juga memiliki butik yang cukup terkenang di kalangan atas di tempat tinggalnya tapi kini butik nya sudah tidak ada dan di tutup karna Sang pemilik telah meninggal dunia 4 tahun yang lalu"
deg
" meninggal? kenapa kepala ku menjadi sakit kembali? siapa Aisyah itu? siapa Apip? akkhhh ini membuat ku gilaaaa!!!!!" teriak nya dalam hati
" Donna Forte apa anda baik baik saja?" tanya david
" lanjutkan" jawab Alexa
" kenapa wanita itu meninggal?" tanya Alexa, David yang tadinya siap melanjutkan cerita menjadi terhenti kala sang bos nya bertanya
" nona Aisyah meninggal karena melahirkan anak nya"
" apa anak nya perempuan?" tanya Alexa
" iya"
" tapi" David berhenti sejenak
" apa?" ucap Alexa
" sebelum melahirkan nona Aisyah mengalami kecelakaan dan di larikan ke rumah sakit dan karena keadaan mendesak dokter mengeluarkan bayi dari dalam perut nona Aisyah meski bayi nya belum pas 9 bulan"
" kecelakaan?" tanya Alexa
" iya Donna, seperti nya ada yang sengaja menabrak mobil nona Aisyah sampai kecelakaan dan menabrak pembatas jalan"
" apakah separah itu?" tanya Aisyah
" ya, awalnya nona Aisyah baik baik saja tapi setelah melahirkan dia di nyatakan meninggal" jawab David
" cari tahu semua tentang kecelakaan itu terutama keluarga Aisyah" ucap Alexa
David semakin di buat bingung dengan perintah dari sang bos, kenapa bos nya ini malah penasaran dengan masalah orang lain? ini belum pernah terjadi bos nya itu tidak pernah peduli dengan urusan orang lain
" maaf Donna, tapi apa tidak papa jika anda ikut campur dalam urusan orang lain?" tanya David, Alexa langsung menatap tajam David yang ikut campur tentang apa yang dia lakukan
__ADS_1
" laksanakan saja tugas mu David" jawab Alexa dingin
" baiklah" David pun memilih untuk meninggalkan ruangan bos nya tersebut