Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
berhasil membobol gawang 1


__ADS_3

pukul 20:00...


setelah beberapa lama nya berada di mobil kini Aisyah dan Apip sudah sampai pada rumah baru mereka, Fikri beserta istrinya sudah pulang karna sudah malam dan istrinya itu pasti lelah mengingat bahwa dia sedang mengandung


sekarang pengantin baru itu sedang berada di dalam kamar, eittt tapi bukan sedang malam pertama layaknya pengantin pengantin yang lain, mereka kini sedang mengemasi barang-barang mereka, bukan mereka tetapi hanya Aisyah yang membereskan barang-barang mereka termasuk milik Apip, sedangkan Apip?, hah laki-laki itu sedang mengangkat telpon mungkin dari client, aneh bukan?, di saat malam pertama bukannya menghabiskan waktu dengan pasangannya lah ini malah telponan dengan client


" iya, saya akan datang" terdengar suara Apip yang mengakhiri panggilan tersebut dan Aisyah juga melihat wajah Apip yang terlibat lelah mungkin karna acara pernikahan mereka


dan terdengar helaan nafas kasar Apip setelah itu dia pun berjalan ke arah aisyah yang mana membuat Aisyah mengerutkan keningnya


" ada apa?" tanya Aisyah


" client ku dari luar negri datang malam ini dengan putrinya dia tidak tahu bahwa hari ini aku menikah, dan dia memintaku untuk menemuinya sekalian membahas tentang pekerjaan" ucap Apip yang kian sudah duduk di samping Aisyah


" kalau begitu temui client mu itu" jawab Aisyah


" tapi aku tak nyaman bila dia mengajak serta putrinya" ~ Apip


" kenapa memangnya?" tanya Aisyah


" aku takut istri ku ini akan cemburu" goda Apip sembari terkekeh


" haiis apa sih, sudahlah temui client mu itu, tidak akan lama bukan?" tanya Aisyah lagi


" tidak" jawab Apip


" yasudah bersiap-siap lah" ucap Aisyah


" tapi tidak papa jika kau sendiri di rumah?" tanya Apip


" tidak suamiku" jawab Aisyah sembari tersenyum, Apip merasa sangat amat bahagia karna Aisyah menyebutnya dengan sebutan ' suamiku '


" yasudah aku berangkat" jawabnya sembari berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kamar diikuti oleh Aisyah


sesampainya di depan rumah, ternyata Fikri sudah standby di depan rumah


" loh fik?, kamu juga ikut?" tanya Aisyah


" iya nyonya" jawanya


" terus Friska bagaimana?" tanya Aisyah


" istri saya di rumah dengan adik saya nyonya" jawab Fikri lagi


" oh begitu" sembari manggut-manggut


" yasudah aku berangkat, jangan lupa untuk kunci pintu nya mungkin aku akan pulang malam" ucap Apip


" iya" jawab Aisyah singkat


ketika hendak berjalan ke arah mobil Aisyah menghentikan langkah Apip


" hei tunggu" ucap Aisyah


" ada apa?" tanya Apip, bukannya menjawab tetapi Aisyah mengulurkan tangannya, mula nya Apip mengerutkan keningnya melihat tingkah Aisyah itu tapi detik berikutnya dia tersenyum dan menyambut uluran tangan Aisyah


dan detik berikutnya Aisyah mencium punggung tangan Apip, dan Apip pun mencium kening Aisyah, yang mana membuat pipi Aisyah merah merona


sebelum memasuki mobil Apip berbisik ke telinga Aisyah yang tertutup hijab


" persiapkan dirimu nanti malam istriku, karna aku akan meminta hak ku malam ini sebagaimana malam pengantin" ucap Apip


setelah itu Apip pun masuk ke mobil dan Fikri pun melanjukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Aisyah?, kini dia menjadi kaku darahnya berdesir kala Apip membisikan kata-kata tadi

__ADS_1


' astaga apa dia akan benar-benar meminta haknya malam ini?, haihh bagaimana ini?' batin Aisyah


tak lama setelah itu Aisyah pun masuk ke dalam rumah dan dia juga tidak lupa untuk mengunci pintu, dan setelah memastikan pintu sudah terkunci diapun naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya lalu dia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sebelum itu dia membuka jilbabnya karna terasa begitu panas


" tidak papa lah toh Apip juga pulang nya akan malam dan pintu depan sudah ku kunci jadi dia tidak akan masuk jika belum.ku buka bukan?, hah entah kenapa malam ini aku kepanasan, haih gerah sekali" gumamnya lalu menutup matanya dan tak lama kemudian diapun terlelap dalam tidurnya


( oh ya sedikit info, jadi si Aisyah tuh kalo sama sahabat sahabat nya bilang nya Lo gue Lo gue, tapi kalo sama keluarganya dia nyebut namanya atau aku, begitu juga sedang sendiri ataupun dengan Apip, jadi dia cuman bersikap informal hanya pada sahabatnya )


pukul 23:30...


ceklek


Suara pintu kamar terbuka, memperlihatkan seorang pria tampan dengan dasi yang sudah tak terpakai lagi dan kancing kemeja yang sudah terbuka 3 kancing


pria itu masuk ke kamar setelah mengunci pintu kamar dia mendekati wanita yang sedang tertidur dengan rambut yang di konde dan itu sukses membuat pria itu menelan Saliva nya


' kau begitu seksi ketika tidur Aisyah' batin pria itu


" rupanya kau sudah siap 'melakukannya' dengan ku ya??" gumam pria itu


" haihh kenapa badan ku jadi panas begini ini??, haihh awas saja kau Chintya rupanya kau memasukkan obat perangsang dalam minumanku?, kau ingin menjebakku?, tapi aku tak akan terjebak olehmu" gumamnya lagi


" untuk aku segera pulang jika tidak mungkin aku akan memperk**a nya" ucap pria itu lagi


~ flashback~


setelah sampai di cafe Apip dan Fikri masuk ke dalam cafe di sana sudah ada tuan Bagaskara dan Chintya daveeka putri dari Bagaskara


" selamat malam tuan Apip" sapa tuan Bagaskara ketika melihat kedatangan Apip beserta sang asisten


" hm" jawab Apip singkat, dia pun langsung duduk di depan Bagaskara dan Chyntia sang putri kesayangan Bagaskara


" langsung pada inti dari kerjasama kita saja tuan" ucap Apip


" tuan Apip silahkan di minum" ucap Chintya putri dari Bagaskara sembari tersenyum manis di hadapan Apip


" hm" jawab Apip dan detik kemudian Apip pun mengambil gelas berisi jus, ya jus karna dia tidak minum sejenis bir atau wine seperti itu


setelah Apip meminum itu Chintya malah tersenyum ' kau akan menjadi milikku tuan Apip, aku akan mengatakannya pada istrimu jika di malam pertama pernikahannya, suami nya malah menghabiskan waktu dengan perempuan lain, bagaimana reaksi istrimu?, pasti akan langsung meminta cerai bukan?, ohh kasian sekali kau Aisyah, aku akan merebut milikmu, haih kasihannya padahal kau baru tadi pagi menikah, hahahah' batinnya sembari tertawa jahat dan tersenyum terus sembari menatap Apip yang mungkin sudah merasa panas setelah meminum jus jeruk itu


' kenapa badanku terasa panas?, astaga apa yang terjadi?, Chintya?, kenapa dia tersenyum seperti itu?, aaahhh sesak sekali rasanya' batin Apip yang terus menerus memperhatikan wajah Chintya yang tengah tersenyum manis ke arahnya


' kau pasti sudah merasakan nya tuan apip' batin Chintya


entah mengapa Chintya terlihat dendam akan Aisyah, bahkan dia ingin merebut Apip suami dari Aisyah yang baru tadi pagi mereka menikah?, hah sungguh jahat kau Chyntia, mungkin dirinya sudah mengenal Aisyah dan dendam


( iya guyss jadi Chintya itu nanti akan jadi penghalang untuk pernikahan Aisyah dan apip, tapi tenang aja ya guys jika mereka berjodoh mereka gak akan berpisah )


" fik, kita pulang sekarang" ucap Apip pada Fikri


Fikri yang melihat perubahan sikap Apip mengiyakan saja, dan sejujurnya dia juga sedikit curiga akan sikap putri dari Bagaskara yang terus menerus memperhatikan Apip dengan sambil tersenyum


" iya tuan, maaf tuan Bagaskara saya beserta tuan Apip pamit undur diri, karna tuan Apip sedikit tidak enak badan" ucap Fikri dengan sopan


" tidak enak badan?, oh kalau begitu bagaimana jika tuan Apip beserta tuan Fikri menginap di apartemen saya, kebetulan apartemen saya dekat dari sini" ujar Chintya tanpa malu


" maaf nona Chintya, tapi saya dan juga tuan apip sudah menikah dan tidak baik bila seorang suami menginap di apartemen seorang wanita" tolak fikri


" sudah saya akan pulang, fik cepatlah aku tak tahan" ucap Apip yang memang merasa panas di sekujur tubuhnya


" iya tuan, maaf tuan nona kami permisi" ucap Fikri yang kemudian mengajak Apip untuk keluar dari cafe dan berjalan menuju mobil


di tengah perjalanan Apip sedang mengumpat kesal akan tindakan Chintya yang berusaha ingin menjebaknya

__ADS_1


" aaahhkkk sial, putri Bagaskara berusaha menjebakku dengan mencampurkan obat perangsang dalam minumanku, akkhhh cepatlah fik aku tak tahan" ucap Apip sembari membuka dasi yang membelit di lehernya


" tuan apa perlu saya laporkan pada polisi?" tanya Fikri


" tidak usah, cepatlah" ucap Apip lagi


" b-baik tuan" jawab Fikri


setelah itu Fikri melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


~ flasback of~


sekarang Apip sudah bertelanjang dada, diapun naik ke atas ranjang lalu mengukung Aisyah, dan kini dia sudah berada tepat di atas tubuh Aisyah karna Aisyah tidur dengan terlentang


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


assalamualaikum guysss


gimana gimana?, udah seru? pasti belum ya??


hehehe canda kok guys


oh ya kalian jangan lupa untuk terus ikutin


karya pertama ku ya dan simak terus ceritanya


jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian


dengan caraa:


like


comment


dan vote nya ya


biar aku bisa makin semangat up nya...


bye guys sampe ketemu di eps selanjutnya ya


dah dadah...


bye bye guyyss


assalamualaikum.....

__ADS_1


__ADS_2