Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 96


__ADS_3

" iya bunda, kata Aisyah dia memang pernah membunuh orang, dan dia sangat menyesali nya, maka dari itu Apip mau Aisyah untuk sementara waktu tinggal di sini" jawab Apip


" astagpirullah ya Allah, iya nak bunda setuju" balas bunda Yuni


" yaudah bund, Apip ke kamar dulu ya" pamit Apip pada mertua nya


" iya nak, bunda minta tetap ada di sisi nya ya, karna bunda yakin Aisyah masih merasa asing dengan semua ini" ucap bunda Yuni


" pasti bunda" jawab Apip


*******


" kak?" panggil Tuti


" i-ya?" jawab Aisyah canggung


" kakak gak inget sama aku?" tanya Tuti sedih


" maaf tapi saya belum benar benar kenal dengan semua orang, saya hanya mengenal bunda" jawab Aisyah


bagai tersambar petir, hati Tuti teriris melihat kakak kesayangan nya menjadi orang asing seperti ini, dia sedih dengan semua yang menimpa kakak nya


' ya Allah aku rindu dengan kakak ku, tolong kembalikan dia' ~ Tuti


" tidak papa kak, tapi tolong jangan bersikap canggung bila sedang dekat dengan uti bersikap lah biasa biasa saja" pinta Tuti


" iya dan maaf belum mengenali siapa kamu sebenarnya" ucap Aisyah merasa bersalah


" tidak papa, uti keluar dulu ya" pamit uti, Aisyah hanya mengangguk


Tuti pun keluar dari kamar dan berpapasan dengan suami kakak nya itu


" bang" sapa Tuti


" uti? kakak mu di dalam kan?" tanya Apip


" iya bang" jawab uti


" bang uti mau nanya" ucap uti


" nanya apa?" tanya Apip


" sampai kapan kak isyah seperti itu bang?" tanya uti


" Abang juga gak tau ti, berdoa aja yang terbaik buat kakak kamu ya" jawab Apip

__ADS_1


" hm, tetap di sisi kak isyah ya bang, untuk saat ini kak isyah hanya percaya sama abang" ucap uti


" pasti ti, yaudah Abang masuk dulu ya, oh ya Maira dimana?"


" Maira di taman nanti uti mau ke sana kok nemenin Maira, Abang nemenin kak isyah aja" jawab uti


" yaudah Abang masuk ya" Tuti hanya mengangguk lu Apip pun masuk ke dalam kamar


Aisyah menoleh ke arah pintu yang terbuka dan memperlihatkan suami nya yang masuk ke dalam kamar, Aisyah tersenyum pada suami nya itu dan di balas oleh Apip


Apip duduk di samping istri nya lalu membelai kepala istri nya yang tertutup jilbab


" Apip aku takut" ucap Aisyah


" takut kenapa hm?" tanya Apip


" aku takut jika terjadi apa apa dengan bunda dan keluarga ku" jawab Aisyah


" tidak akan terjadi apa apa pada mereka sayang, percayalah" ucap Apip mencoba menenangkan istri nya


" aku juga takut jika para musuh mengetahui identitas ku yang asli" ~ Aisyah


" maka dari itu berhati-hatilah, aku sudah meminta pada bunda untuk menitipkan mu dan Maira di sini karena saat ini rumah bunda yang paling aman" ucap Apip


" aku akan usahakan sesering mungkin ke sini" jawab Apip


" Apip" panggil Aisyah


" kenapa hm?" tanya Apip


" aku merasa bersalah karena telah membunuh orang" jawab Apip


" sejujurnya aku takut Apip, setiap aku memegang pelatuk pistol dan akan menembak musuh ku tangan ku selalu bergetar dan bahkan bukan hanya satu dua kali aku pingsan pada saat perang dengan para musuh"


" meski aku baru menjadi ketua mafia selama 4 bulan tapi aku sudah sering ikut bertempur senjata dengan kakak ku" lanjut Aisyah, Apip mendengarkan semua cerita dari istri nya dengan baik dan benar


" awalnya aku bingung dengan semua itu, tapi setiap kali aku bangun pingsan kakak ku akan selalu memberikan ku obat yang sama setiap aku bangun dari pingsan"


" tapi obat itulah yang membuat ku kehilangan ingatan ku, aku minta maaf Apip sungguh" ucap Aisyah


" kau tidak bersalah Aisyah, ini semua salah fito karena dia telah menjerumuskan mu ke dunia hitam, maaf aku tak berada di samping mu saat kau mengalami hal yang sulit dan tidak mengenal siapa pun" balas Apip


" jangan minta maaf padaku, harusnya aku yang meminta maaf pada mu Apip karena pasti sangat melelahkan mengurus Maira saat dia masih bayi" ucap Aisyah


" kau beruntung Aisyah memiliki sahabat, para sahabat mu membantu ku mengurus Maira mereka setiap hari datang ke rumah hanya untuk mengurus mereka, dan kau tau? mereka membuat jadwal untuk mengurus Maira secara bergantian" ucap Apip

__ADS_1


" sahabat?" tanya Aisyah


" iya sahabat, Kiky Arma putri Jui dan juga siapa ya satu lagi" Apip tengah berpikir tentang satu nama sahabat Aisyah lagi yang dia lupakan


" Ita?" jawab Aisyah


" iya itu" ucap Apip


" tunggu kau mengenal mereka?" Aisyah hanya menggelengkan kepalanya


" tadi hanya refleks dari mulut ku, aku tidak tahu siapa mereka Apip tapi aku sungguh berterimakasih pada mereka yang mau mengurus anak kita" ucap Aisyah


" iya harus, apa kau mau menemui mereka?" tanya Apip. Aisyah hanya mengangguk


" nanti kita atur jadwal ya" ucap Apip


******


.


Italia....


" Evan" panggil David


" kenapa tuan?" tanya Evan pada tuan nya


" beritahu semua nya untuk bersiap nanti malam karena kita akan menyerang markas Lion white" perintah David


" baik tuan" jawab Evan


David sudah memberitahu semua pada anak buah nya jika saat ini dia yang akan memimpin klub mafia tersebut, Aisyah sudah memberitahu kan semua nya pada para anak buahnya melalui ponsel dengan video call


dia juga mengumumkan jika David yang akan mengurus perusahaan untuk selamanya, tak sedikit yang menanyakan kenapa Donna Forte tidak kembali ke Italia dan kenapa David yang memimpin semua nya?


Aisyah hanya menjawab jika dia tidak akan kembali ke negara itu lagi dan dia menjawab pertanyaan para anak buah nya dengan jujur dan sesuai fakta


para anak buah nya banyak yang sedih dan merasa di tinggalkan oleh bos baik mereka, Aisyah selama menjadi ketua mereka tidak pernah sekalipun membuat mereka gegabah jika mengambil tindakan


dan Aisyah selalu mengutamakan kesehatan para anak buah nya, bahkan saat berperang melawan musuh dia akan berhenti sebentar jika ada anak buah nya yang tertembak


dia lebih mementingkan para anak Buah nya di bandingkan dengan nyawa nya sendiri yang sedang di incar oleh para musuh yang bisa saja menembak Aisyah secara langsung


tapi mereka juga mendapatkan pesan dari sang Donna Forte mereka, ya Aisyah berpesan dalam bahasa Italia tapi author langsung translate in aja ya ke dalam bahasa Indonesia


" tetap bersatu melawan musuh dan kebenaran, jangan pernah meninggalkan rekan jika sedang keadaan darurat, kunci kemenangan adalah dengan jujur, tapi jika musuh kita bermain kotor maka kunci nya adalah dengan cara yang licik"

__ADS_1


__ADS_2