
" hei.. bangun sayang kenapa kau tidak membuka mata mu hm? kau sedang bercanda bukan?"
" anak kita sudah lahir.... wajah nya sangat cantik seperti diri mu,,,, kumohon buka mata mu sayang,,,, apa kau tidak mau melihat anak kita hm?, hei, Aisyah hei Aisyah!! bangun, heii!, HEIIII, BANGUN" tangis Apip pecah
" sudah kubilang bangun, jangan kau tutup matamu, kau sudah berjanji padaku untuk tidak meninggalkan ku, kau sudah berjanji... hikss hikss" tangisnya
" hiks hiks, kau sudah berjanji" ucap Apip
" BANGUNNNNN" teriak Apip histeris bersamaan dengan tangisan nya
" bangun!, kau sudah berjanji kepada ku, hiks hiks" ucap Apip sesenggukan
para keluarga yang melihat Apip berteriak semakin menangis, Kiky menangis dalam pelukan Reno, Reno mengerti dengan perasaan Kiky yang amat sangat menyayangi Aisyah dan sudah menganggap nya adik kandung sendiri
" ren... suster itu berbohong bukan,,, hiks" ucap Kiky dalam sela sela tangis nya, Kiky menangis dalam pelukan Reno
Reno yang melihat istri nya menangis hati nya sakit dan pedih melihat orang yang di cintai nya menangis karna kehilangan orang yang dia sayang, Reno semakin mempererat pelukannya
" semua ada hikmah nya ky" ucap Reno
" tapi suster itu berbohong Reno" tukas Kiky yang masih menangis
Ita dan Jui masih menangis sembari berpelukan, begitupun dengan Arma dan putri mereka menangis dalam diam
" ta, gue pengen tabok tu suster, dia bohong kan ta" ucap Jui sesenggukan
" yaudah tabok aja tuh suster, berani nya bilang sahabat kita dah gak ada, huaaa" balas Ita di sela sela tangisnya
" tapi kaki gue lemes ta, gak bisa bangun, huaaa hikss hikss" ucap Jui
" samaaaaa, huaaa hiks" balas Ita
oh ayolah Jui jangan lebay, kau itu seorang dokter jaga image mu itu lah Jui, hah author bingung ni sama Ita karakter nya di luar dingin bukan main tapi bisa selebay ini
__ADS_1
" puttt"
" Arrrrrr"
" huaaaaaa" hah kedua perempuan itu kembali menangis, sedih juga sih ya kalo di pikir pikir
.
sedangkan di dalam ruangan IGD, Apip berhenti menangis dan menatap Aisyah, dia masih belum percaya bahwa istri tercinta nya sudah tiada, dia masih berpikir bahwa istri nya pasti sedang menjahili nya dan membohongi dirinya,
Apip melihat ke arah Patient monitor yang berada di samping brankar, hanya ada garis yang lurus tidak ada tanda denyut jantung Aisyah di dalam monitor itu hanya ada bunyi dari monitor tersebut, Apip kembali melihat ke arah Aisyah yang masih menutup mata
.
( ya namanya juga udah meninggal ya matanya nutup lah pip)
.
Apip kembali menangkup kedua pipi sang istri tercinta " sayang, kumohon buka matamu untuk kali ini saja, hei Aisyah tolong ya" ucap Apip berderai air mata
dia mencium kening sang istri, lama bahkan sangat lama dari durasi yang biasa mereka lakukan, dia menempelkan kening nya dengan kening Aisyah dan meneteskan air mata nya kembali, menangis? sudah pasti tapi kali ini dia menangis dalam diam
sakit?, pasti bahkan sangat sakit, perih? ya sangat perih, merasa di tinggalkan? iya karna kenapa tuhan mengambil Aisyah dulu, bahkan dia rela di panggil tuhan terlebih dahulu, karna pasti dia tidak akan sanggup menjalani kehidupannya tanpa sang istri
sakit, sangat sangat sakit di tinggalkan oleh orang yang sangat di cintai, ini bukan sementara tapi ini selama-lamanya
dia memutuskan untuk keluar dari ruang IGD, orang tua Apip yang melihat Apip keluar merasa sangat sedih, melihat anak kesayangan mereka hancur dan terlihat sangat berantakan
mamah Luna menghampiri Apip dan memeluk nya erat, berusaha memberi semangat pada sang anak meski dirinya pun tengah sangat sedih kehilangan menantu nya
Apip membalas pelukan dari sang mamah dia kembali meneteskan air mata nya, tidak menangis hanya mengeluarkan air mata saja, Apip menatap mamah nya
" dimana anak Apip mah?" tanya Apip datar
__ADS_1
" dia sedang berada di ruang NICU" jawab mamah nya
Apip berbalik dan berjalan ke arah ruang NICU, sesampainya di depan ruang NICU dia berjalan ke arah jendela kaca besar yang tembus pandang, matanya kembali meneteskan air mata kala melihat bayi kecil nya yang berada di inkubator di ruang NICU
dia teringat dengan pesan dari istri nya, hati nya masih sangat sangat sakit, kenapa Allah mengambil istri yang amat sangat dia cintai?, dia benar benar tidak sanggup jika tanpa Aisyah
Apip percaya ini adalah ujian dan cobaan dari Allah untuk nya, Apip tidak bisa mengubah takdir, karna sekuat apapun dia berusaha jika Allah berkehendak lain hasil nya akan sia sia
Apip percaya, bahwa Allah tidak akan pernah memberi cobaan kepada hamba nya di luar batas kemampuan hambanya, namun dia sedikit ragu jika tidak bisa menjalani kehidupan ini, tetapi setelah melihat sang buah hati, hati nya semakin percaya akan semua yang Allah berikan untuk nya
" aku berjanji Aisyah akan selalu menyayangi dan menjaga anak kita, aku akan mencoba untuk baik baik saja tanpa mu, namun aku juga masih ragu untuk kehidupan putri kita dan juga kehidupan ku, apa aku akan sanggup? aku benar benar ragu Aisyah, tapi aku akan berusaha untuk menepati janji ku padamu, aku akan menyayangi anak kita sebagaimana aku menyayangimu, aku menyayangimu Aisyah, I really love you my beloved wife, I will always love you, I love you Aisyah Hanifa Wijaya" ucap nya, dia menghapus air mata yang terus jatuh
.
sedangkan di sisi lain, sekelompok orang yang berpakaian serba hitam masuk ke ruangan jenazah salah satu dari mereka mengobrol dengan dokter yang bisa di pastikan adalah dokter yang menangani pasien yang baru meninggal
dari beberapa mereka berganti baju dengan menggunakan baju perawat laki laki dan menggunakan masker, mereka menutup wajah jenazah dan langsung membawa jenazah tersebut keluar dari rumah sakit
.
Arma dan putri sedang berada di lobby rumah sakit, mereka akan pulang untuk mengganti baju, mereka akan langsung ke rumah Aisyah untuk mengantar kan sang sahabat ke tempat peristirahatan terakhir nya, mereka berjalan dengan sangat lesu
dan tanpa sengaja putri menabrak sekumpulan suster yang sedang membawa jenazah
" aww" ringis putri kala kaki nya tak sengaja menabrak brankar yang sedang di bawa oleh para suster laki laki
" put,,, jalan pake mata dong" ucap Arma
" jalan kan pake kaki Syah" balas putri dengan lesu
" maaf mas suster, sahabat saya sedang tidak stabil otak nya" ucap Arma
para suster laki laki itu hanya mengangguk, lalu mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, mereka masuk ke mobil ambulans dan langsung melanjukan mobil tersebut
__ADS_1
Arma dan putri tidak berpikiran macam macam, bagaimana mereka bisa berpikir di situsi seperti ini, mereka pun memutuskan untuk segera pulang dan bersiap siap ke rumah Aisyah, para sahabat Aisyah akan mencoba untuk kuat mereka berjanji untuk tidak terlalu sedih karna sahabat mereka telah tiada, mereka percaya pada Allah sang maha pencipta yang mengetahui semua nya