Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 23


__ADS_3

setelah membalas pesan dari grup Aisyah termenung di tepi ranjang dia sedang berpikir apa dirinya benar-benar hamil?, apa benar Allah telah menjawab semua doa-doa dia dan suami?, apa benar Allah telah menitipkan amanahnya untuk mereka berdua?


kini wanita itu meneteskan air mata dia takut jika perkiraan para sahabatnya itu salah dan dirinya juga terlalu mengharapkan sang buah hati, dan tanpa sadar dia menyentuh perutnya


" apa benar disini ada hidup seseorang? apa benar Allah telah menitipkan amanahnya untuk ku? apa benar hiks hiks" kini wanita itu menangis sesenggukan


" tapi bagaimana jika di sini tidak ada buah hati ku dan mas Apip? bagaimana jika Allah belum menitipkan amanahnya untuk ku jaga? bagaimana jika Apip selingkuh dariku? jika aku belum hamil anak nya?! hiks hiks" masih terus mengusap perutnya dengan berderai air mata


haihhh kenapa kau jadi lebay seperti ini Aisyah? mana sikap mu yang dingin itu? haihh benar-benar orang hamil itu selalu terbawa akan suasana dan gampang mewek, tunggu-tunggu hamil? ya iyalah hamil lagian dia juga udah punya laki, hehehe


diapun meraih ponselnya kembali dan dia memesan alat tes kehamilan, dia memutuskan untuk mencoba nya, tidak ada yang salah bukan? ya benar tidak ada yang salah, dia hanya takut jika periksa langsung ke dokter kandungan lalu hasil nya negatif mungkin dia akan langsung menangis di rumah sakit itu


" ya aku harus mencobanya, ya tidak ada yang salah bukan? iya iya iya tidak ada yang salah, oke Aisyah narik nafas buang, huffftt" ya dia terus menarik nafas dan menghembuskan nya berkali kali


dia pun pergi ke kamar mandi tapi sebelum itu tadi bi Emah sudah menyuruhnya untuk sarapan, dan Aisyah akan sarapan setelah membersihkan diri nya, setelah hampir 30 menit dia pun keluar dari kamar mandi dan menuju walk in closet untuk memakai bajunya dan setelah itu dia keluar dari kamar mandi dan menuju ke lantai bawah untuk sarapan


baru saja dia duduk dan akan sarapan bel pintu berbunyi tadinya dia yang akan membuka pintu tetapi bi Emah melarangnya dan menyuruh Aisyah tetap duduk


" nyonya biar saya saja yang membukanya nyonya mendingan sarapan karna ini sudah hampir siang nyonya" Aisyah hanya mengangguk lalu kembali duduk dan bi Emah pergi ke depan untuk membuka pintu siapa yang datang


setelah beberapa menit kemudian bi Emah datang dan membawa seperti paket seperti itu lalu menyerahkannya pada Aisyah


" nyonya ini ada paket atas nama nyonya" seraya memberikan paket tersebut pada Aisyah


" oh iya bi itu paket saya" mengambil paket yang tadi di berikan oleh BI Emah lalu dia mulai melanjutkan sarapannya, dan entah kenapa baru 5 sendok dia sudah tidak bernaf*u makan


" bi tolong belikan mangga muda di supermarket depan ya, saya pengen banget makan buah itu" awalnya bi Emah mengerutkan keningnya ketika mendengar permintaan nyonya nya karna tidak biasanya nyonya nya itu meminta buah mangga


tapi detik berikutnya dia membulatkan matanya dan dia berpikir bahwasanya sang nyonya sedang ngidam dia pun tersenyum lalu berkata


" nyonya apa anda sedang mengidam? mangga muda hanya untuk orang yang hamil saja? apa benar anda sedang hamil?" tanya bi Emah sumringah


" masa sih bi? apa benar?" tanya Aisyah balik


" coba nyonya ceritakan kepada saya gejala yang nyonya alami, apa nyonya mual-mual?" dan Aisyah hanya mengangguk


" apa nyonya tidak selera makan?" Aisyah pun kembali mengangguk


" apa nyonya merasa sedikit pusing?" Aisyah mengangguk lagi

__ADS_1


" nyonya sebaiknya anda periksa ke dokter takutnya benar bilamana anda sedang hamil" kata BI Emah


" saya sudah membeli alat tes kehamilan bi, dan ini test pack nya" sembari menunjukkan paket yang tadi di berikan oleh BI Emah


" oh begitu ya sudah" kata BI Emah


" iya bi yasudah saya ke kamar dulu ya" Bu Emah mengangguk lalu Aisyah beranjak dari duduknya lalu menaiki tangga untuk menuju ke kamar untuk mencoba alat tes kehamilan


sesampainya di kamar dia langsung menuju ke kamar mandi untuk mencoba test pack, dan beberapa saat setelah mencoba alatnya kini wanita itu sedang mondar-mandir di dalam kamar mandi, karna di tuliskan harus menunggu selama 10 menit untuk hasilnya


setelah 10 menit dadanya berdegup kencang, dia menahan air matanya untuk tidak menetas namun tetap saja air matanya mengalir bahkan sangat deras ketika melihat hasilnya yakni hanya 1 garis saja yang terlihat itu menandakan jika dia tidak hamil


" hiks hiks hiks aku tidak hamil?! hikss hikss" kini wanita itu menangis sesenggukan di dalam kamar mandi dia terduduk lemas meratapi nasibnya, dia takut jika akan lama untuk hamil


namun detik berikutnya dia pun menghapus air matanya lalu membuang test pack ke tong sampah yang berada di dekat pintu kamar mandi


" Aisyah jangan sedih, hei kau tidak boleh menunjukkan wajahmu yang sembab ini, hiks tapi bagaimana bila aku tidak hamil hamil hiks" baru saja berhenti menangis dan sekarang menangis kembali dan ini lebih deras lagi sampai terdengar ke lantai bawah


bi Emah langsung berlari menuju ke lantai atas kala mendengar seseorang menangis, hingga pada pintu kamar Aisyah suara tangisan itu semakin terdengar jelas dan bi Emah yakin bahwa yang menangis adalah nyonya nya, lalu dia pun mengetuk pintu kamar Aisyah


tok tok tok..


Aisyah yang mendengar suara bi Emah tepat di dekat pintu kamar nya langsung menghentikan tangisannya dan buru-buru menghapus air matanya, meskipun sangat susah karna air matanya terus-menerus mengalir, diapun bangun dari duduknya lalu melangkah ke arha pintu


ceklek...


pintu kamar terbuka dan memperlihatkan BI Emah yang berdiri di depan pintu dengan wajah yang khawatir, begitu pun dengan bi emah dia melihat wajah Aisyah yang sembab bisa di pastikan bahwa benar adanya nyonya nya yang menangis kencang tadi, dan di lihatnya matanya yang masih menetaskan Air matanya meski sudah di tahan oleh sang pemilik mata


" ada apa bi?" tanya Aisyah sembari menahan isakan tangisannya


" nyonya anda kenapa? kenapa anda menangis?" tanya bi Emah khawatir


bukannya menjawab tapi Aisyah malah kembali menangis dan bi Emah pun langsung memeluk aisyah Aisyah pun tak menolak pelukan dari BI Emah karna di saat ini dia memang membutuhkan pelukan hangat dari seseorang


bi Emah yang melihat Aisyah menangis juga ikut meneteskan air mata nya meskipun tidak menangis sederas Aisyah tapi dia sangat sedih melihat nyonya nya menangis


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


assalamualaikum guyss kakak-kakak temen-temen


gimana?? alurnya bosen gak sih?? ya kalo bosen mohon di maklumi ya guyys kakak-kakak temen-temen, ini kan karya pertama aku juga jadi mohon di maklumi


jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian dengan cara:


like


comment


and vote nya


biar aku makin semangat up nya


jangan pelit untuk ikuti akun ku ini ya dan beri hadiah nya


love youuu ❤️


byeeee


dadahhhhhh


assalamualaikum.....

__ADS_1


__ADS_2