
setelah mendapat pesan untuk berkumpul bersama para sahabat, Aisyah keluar dari kamar yang berada di ruangan suami nya itu, tapi setelah keluar dia tak melihat suami nya, mungkin belum selesai meeting
dia pun keluar dari ruangan CEO itu dan berjalan ke ruangan meeting, dan benar saja sang suami belum selesai meeting, dia pun mengambil ponsel nya dan menulis pesan untuk suami nya, setelah selesai dia turun menggunakan lift untuk menuju ke parkiran
" nyonya?" ucap sang supir terkejut melihat istri dari tuan nya sudah berada di dalam mobil
" mir, anterin saya ke cafe xxx ya" ucap Aisyah
" tapi nyonya apa anda sudah izin pada tuan?" tanya sang supir
" saya sudah mengirim pesan, karna suami saya sedang meeting pak, sudah cepetan pak" jawab Aisyah
" tap--"
" Amir??"
" baiklah nyonya"
supir yang bernama Amir itu segera melajukan mobil dengan kecepatan sedang, setelah beberapa saat mobil yang di tumpangi Aisyah pun sampai di cafe tersebut
supir segera turun dan membukakan pintu mobil untuk majikan nya, Aisyah turun dari mobil dengan hati hati, ya mengingat kehamilan nya sudah hampir memasuki bulan kelahiran
" pak tunggu di mobil aja ya" ucap Aisyah ketika sudah turun dari mobil
" tapi nyonya"
" gak papa, saya lagi nunggu teman saya kok disini" potong Aisyah
" kalau begitu, saya temani anda di sini sampai teman anda datang, nyonya" ucap supir tersebut yang bernama Amir
" yasudah" ucap Aisyah
tak berapa lama kemudian datanglah Jui dan Ita, mereka menghampiri Aisyah yang sedang berdiri dekat di mobil
" assalamualaikum" ucap Jui dan Ita secara bersamaan
" waalaikumsalam" jawab Aisyah dan Amir
" Syah" panggil Ita
" iya ya, kenapa?" jawab Aisyah
" lu sehat kan?"
" Alhamdulillah"
" ponakan gue sehat?"
" Alhamdulillah sehat ta"
" rewel gak ponakan gue?"
" udah gak, kan udah gede"
Ita dan Aisyah melanjutkan obrolan mereka tentang kegiatan sehari hari dan banyak lagi mereka mengobrol seperti sahabat, beda hal nya dengan Jui yang diam saja dan matanya terus menerus memperhatikan dan menatap ke arah sopir Aisyah yang berada tepat di belakang Aisyah
Aisyah yang melihat Jui hanya diam saja menjadi heran, biasa nya Jui yang paling cerewet di antara mereka dan bisa juga di bilang paling aktif, semua itu tak luput dari perhatian Ita, Aisyah dan Ita mengikuti arah pandang Jui dan benar saja arah pandang jui mengarah pada sang supir
__ADS_1
supir yang merasa di perhatikan pun menoleh kan kepalanya ke arah Aisyah dan juga Ita, dia merasa heran kenapa dengan istri dari tuan nya ini beserta sahabat nya itu
Ita pun menyenggol bahu Jui dan Jui pun mengalihkan pandangan ke arah Ita yang sedang menatap nya, awal nya Jui terlihat bingung
" kenapa?, lu liatin gue gitu amat" ucap Jui
" lu ngapain natep supir Aisyah" ucap Ita
Jui mengerutkan keningnya mendengar ucapan dari Ita, diapun melihat ke arah supir Aisyah dan juga Aisyah, supir Aisyah hanya menatap datar saja, sedangkan Aisyah sedang menatap jui intens
" maksud Lo?" tanta Jui tak mengerti
" lu dari tadi merhatiin sopir Aisyah aja kan?, ngaku lu" ucap Ita
" astagfirullah, gila ya lu gak mungkin lah" ucap Jui
" alah bohong lu, orang dari tadi gue sama Aisyah liat lu lagi merhatiin ke arah sopir Aisyah" ucap Ita
" astagfirullah, gue tuh bukan lagi merhatiin sopir Aisyah" ucap Jui
" terus?" tanya Ita dan Aisyah bersamaan
" tadi gue gak sengaja liat Aril" jawab Jui
" Aril?" ucap Aisyah dan Ita secara bersamaan lagi
" lu pada kenapa sih?, tumben kompak" ucap Jui
" Aril siapa Jui?" tanya Aisyah
" hah??" ucap Aisyah dan Ita secara bersamaan Lagi
" maksud lu, Aril CEO yang mimpin perusahaan WillSIX grup?" tanya Ita
" iya" jawab Jui
" lu kenal sama tuan Aril?" tanya Ita
" ya selewatan doang sih" jawab Jui
" maksudnya?" tanya Ita
" jadi waktu itu pernah gue nganterin berkas kerja sama perusahaan nya Arma ke Perusahaan WillSIX grup"
" terus?"
" ya kenal, tapi cuman sebatas pengantar berkas dan CEO" jawab Jui
" oh" ucap Aisyah dan Ita secara bersamaan
" udah yu, kak Kiky sama Arma udah nyampe, pas tadi" ucap Aisyah
" yaudah yok" jawab Ita dan Jui
" mir, tunggu di mobil ya" ucap Aisyah pada sang supir
" baik nyonya" jawab Amir
__ADS_1
mereka bertiga pun berjalan berdampingan dengan Aisyah di tengah Ita di samping kanan Aisyah, dan Jui di sisi kiri Aisyah, mereka mengobrol sambil berjalan
setelah sampai di cafe, Ita menanyakan meja yang sudah di pesan oleh Arma, dan langsung di tunjukkan oleh pelayan di cafe tersebut, setelah menemukan meja yang sudah di pesan oleh sahabat mereka, Jui Ita dan juga aisyah langsung menghampiri kedua sahabat mereka yang ternyata memang sudah datang
" assalamualaikum" ucap mereka bertiga
" waalaikumsalam" jawab Kiky dan Arma serempak
Jui Ita dan Aisyah langsung duduk, di lihatnya sudah ada berbagai macam makanan ringan seperti Snack dan minuman, mereka memesan minuman dan makanan yang baik untuk Aisyah ya mengingat bahwa sahabat mereka sedang hamil
" gimana ponakan gue?" tanya Kiky
" sehat kok" jawab Aisyah dengan tersenyum
" gimana? udah ngisi?" tanya Aisyah balik pada Kiky, ya Kiky dan Reno sudah menikah 1 bulan yang lalu
" hahaha doain aja ya" jawab Kiky
" ekhem, bisa tidak berbicara tentang rumah tangga nya di rumah saja, di sini masih ada yang jomblo" ucap Jui
Arma Kiky Aisyah dan juga Ita hanya menggelengkan kepala mereka mendengar ucapan dari Jui
" gue mh udah gk jomblo donk" ucap Arma
" nyeeee" ucap Jui
" lu beneran mau nikah sama Zean?" tanya Ita
" iya" jawab Arma, wajah nya mulai merah, sedikit malu tapi tidak papa senang jugaš¤£
" aaaaa cieeeee yang bentar lagi nikahh" ucap Aisyah
" aaaaa pengen kawin" rengek Jui lebay
" dih, alay Lo, cari aja Sono di pemandian" ucap Ita
" lu kira gue apaan hah?, sembarangan aja lu" ucap Jui sewot
" husstt, harap tenang para jomblo harap tenang jomblowati, tenang tenang, oke" ucap Arma
" wah, sial ya lu, mentang mentang udah gak bakal jomblo lagi men ngeledek kita aja" ucap Jui
" la emng bener kan lu jomblo?, emng gue salah ya?" tanya Arma heran
" bener juga sih, gue jomblo" ucap Jui
" hahaha, udah lah terima nasib aja Jui, jadi jomblowati" ucap Kiky
" hahahaha" tawa Ita
" dih!!, parah lu ta, lu juga jomblo" ucap Jui, seketika Ita langsung berhenti tertawa dan menatap Jui
" anjirrr, di bilang jomblo sama yang jomblo, hahahahaš¤£" tawa Ita kembali
Kiky Arma dan juga Aisyah ikut tertawa mendengar ucapan Ita, ya memang benar juga sih ya Jui kan jomblo Ita juga jomblo, kalo ada putri pasti bakal nambah rame sih
" Bodo" ucap Jui sembari mengerucutkan bibirnya
__ADS_1