Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 63


__ADS_3

" papi?!"


" iya kenapa sayang?"


" Maira ingin ketemu mommy"


citttt


Apip mengerem mobil dengan tiba tiba yang membuat Maira terkejut untung saja Maira memakai sabuk pengaman jadi aman


Apip menoleh dan menatap Maira yang juga tengah menatap nya


" ada apa papi?" tanya Maira


Apip kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


" Maira bukankah kau sudah bertemu mommy Minggu kemarin? dan jadwal mu bertemu mommy Minggu besok lagi bukan sekarang" jawab Apip dingin


Maira hanya menghela nafasnya, dia sudah terbiasa dengan sikap dingin papi nya, yang membuat dirinya heran adalah kenapa papi nya terlihat tidak suka jika dia membicarakan tentang mommy nya


Maira juga ingin tahu bukan bagaimana sikap mommy nya, apa mommy nya juga pemberani seperti dia dan juga pintar? Maira ingin tahu semua tentang mommy nya apakah salah? Maira hanya heran saja


" baiklah" pasrah Maira


*******


" Donna Forte, besok anda ada jadwal meeting dengan client dari Indonesia" ucap David pada Alexa


" bahasa Indonesia mu cukup fasih" ucap dingin Alexa


" Sì, perché mi hai fatto imparare l'indonesiano finché il mio sonno non si è ridotto" balas David tak kalah dingin


translate: " ya karena anda yang membuat saya belajar bahasa Indonesia sampai tidur saya berkurang"


" menjadi asisten kau harus bisa semua nya"


" kita akan cukup lama berada di Indonesia karna proyek yang akan kita jalankan adalah proyek besar dan sangat menguntungkan untuk perusahaan ini ke depan nya" lanjut Alexa


" Donna Forte are you okay?" tanya David kala melihat Alexa memijat pelipisnya yang menandakan bahwa Alexa tengah pusing


" hm, I okay" jawab Alexa


" persiapkan semua nya" ucap Alexa


" bene" jawab David


translate: " baiklah"

__ADS_1


" Davidson Guetta" ucap Alexa


David yang akan membuka pintu di urungkan nya niat nya yang akan membuka pintu dan berbalik menghadap ke arah sang bos Alexa yang tengah menyandarkan punggungnya pada punggung kursi kerja nya


" si??"


" apa kau kenal dengan Aisyah Hanifa Wijaya?" tanya Alexa


" tidak, ada apa?" tanya David balik


( bayangin aja mereka ngobrol pake bahasa Italia ya)


" akhir akhir ini aku sering bermimpi" jawab Alexa yang masih memejamkan matanya


" bermimpi?"


" ya, dalam mimpi ku ada seorang pria dan juga anak perempuan yang sangat cantik, pria itu memanggil ku dengan nama Aisyah sedangkan anak perempuan tersebut memanggil ku dengan mommy"


David hanya mendengar dan menyimak bos nya yang tengah bercerita, ini adalah kali pertama bos nya bercerita tentang pribadi pada nya jadi dia mendengar kan dengan baik apa yang bos nya cerita kan


" bagaimana anda tahu jika nama lengkap Aisyah adalah Aisyah Hanifa Wijaya?" tanya david


" karna ada orang lain juga yang memanggil ku dengan sebutan itu, tapi aneh nya orang lain tersebut malah menembak ku"


" aku tak melihat jelas wajah yang menembak diri ku dalam mimpi karna dia memakai hoodie hitam"


" cari tahu semua tentang Aisyah Hanifa Wijaya, entah mengapa aku merasa tidak asing dengan nama itu" jawab Alexa


" baiklah" David pun berlalu keluar dari ruangan Alexa dan kembali pada meja nya


setelah David keluar Alexa tampak termenung dan terdiam sebentar dia tengah memikirkan mimpi nya ini sudah 4 bulan dia bermimpi hal yang sama


dia tidak menceritakan tentang mimpi nya pada siapapun tapi dia menceritakan nya pada asisten nya untuk membantu dia mencari informasi tentang wanita yang selalu ada dalam mimpi nya, wanita itu bukan orang lain akan tetapi diri nya sendiri


wajah nya sangat mirip dengan wajah wanita yang ada dalam mimpi nya itu, dan dia cukup tidak nyaman dengan semua mimpi nya ini bukan satu kali dua kali tapi hampir setiap malam bahkan sudah 4 bulan mimpi itu terus terulang lagi


" kenapa wajah wanita itu sangat mirip dengan wajah ku?, dan pria itu--" Alexa tidak melanjutkan ucapan nya kala kepala nya kembali pusing


tiba tiba sekelebat bayangan muncul, dimana ada seorang pria dan juga wanita yang ada dalam mimpi nya tengah duduk mesra di sofa rumah mereka


semakin dia mencoba mengingat nya semakin sakit kepala nya, " kenapa dengan diriku? siapa sebenarnya aku? siapa pria itu? dan siapa anak perempuan itu?, akkhhh kenapa kepala ku menjadi sakit?, akkhhh kepala sialan!!!" batin Alexa geram


****


" assalamualaikum omah" teriak Maira


" waalaikumsalam cucu omah" jawab omah Maira, ibu dari Apip

__ADS_1


" assalamualaikum mah" Apip mencium tangan sang mamah


" waalaikumsalam" jawab sang mamah


" bagaimana kabar kamu sayang?" tanya Luna pada Maira


" Alhamdulillah Maira baik omah, bagaimana dengan omah?" tanya Maira dengan suara seperti anak kecil


.


( ya iyalah kan emang anak kecil, hehehe)


.


" omah juga baik sayang" Luna mencium pipi gembul cucu kesayangan nya


" mah Apip titip Maira ya" ucap Apip pada sang mamah


" iya" jawab Luna


" omah teman teman ku bilang jika aku sangaaaaattttt pintar seperti papi" ucap Maira


" begitulah?" Maira mengangguk


" mereka juga bilang jika aku sangaaaaattttt mirip dengan mommy" ucap Maira lagi


seketika Luna terdiam begitupun dengan Apip yang langsung terdiam mereka sama sama terhanyut dalam ucapan Maira, Luna merasa sangat sedih dan kasihan dengan Maira yang sudah di tinggalkan oleh sang ibu dari kecil


" dari mana teman teman mu tau Maira?" tanya Luna


" mereka bilang jika dulu mommy adalah pemilik butik terkenal di kota ini dan ibu dari teman teman ku adalah langganan di butik mommy" jawab Maira polos


" oh ya?" Maira mengangguk


" tapi papi tidak pernah bercerita apapun tentang mommy padaku omah" ucap Maira sedikit sedih


Apip bisa melihat kesedihan di wajah sang anak dia merasa egois pada anak nya sendiri, dia bukan tidak mau anak nya mengetahui semua tentang mommy nya


dia hanya tidak sanggup untuk bercerita tentang istri tercinta nya karena itu sangat menyakitkan untuk nya, menceritakan tentang istri nya akan membuat nya teringat tentang masa lalu yang teramat menyakitkan karena di tinggalkan oleh orang yang sangat di cintai


Luna melihat ke arah Apip yang menundukkan kepalanya, dia mengerti perasaan Apip dia juga bisa memahami alasan Apip tak bisa menceritakan tentang istri nya pada anak nya


" kau mau tau seperti apa mommy mu sayang?" tanya Luna mata Maira langsung berbinar mendengar ucapan dari sang omah, dia pun dengan semangat mengangguk beberapa kali


" mau omah" jawab Maira girang


" bicaralah pada papi mu karena hanya papi mu yang tau semua tentang mommy mu" ucap Luna

__ADS_1


namun seketika wajah Maira kembali murung setelah mendengar ucapan dari Luna


__ADS_2