
" t-tidak aku tidak tau apa kesalahanku, dan setahu ku aku tidak pernah berurusan dengan mereka" jawabnya dengan suara bergetar
Aisyah menghela nafasnya kasar lalu berkata
" yasudah, dimana rumahmu? biar aku mengantarmu" ucap Aisyah dengan lembut
" bolehkah aku bekerja denganmu?, jadi pelayanmu juga tidak papa, asalkan aku mempunyai uang untuk melanjutkan sekolahku" seraya menatap wajah Aisyah dengan sendu
" bekerja?, tapi kemana orang tuamu?" tanya Aisyah lagi
" orang tua ku sudah pergi, dan aku tinggal bersama kakak ku, aku kasihan pada kakak ku dia terus menerus bekerja, dan aku ingin belajar mandiri, aku tidak ingin menyusahkan kakak ku, tolong beri aku pekerjaan apapun itu asal halal" ucapnya lagi dengan mata berkaca-kaca
' ya tuhan, begitu banyak orang yang susah dan menderita, aku bersyukur karna masih mempunyai kedua orang tua, ayah dan bunda juga sangat menyayangi ku, kasihan sekali dia' batinnya
" sebenarnya aku sedang tidak membutuhkan karyawan, tapi mungkin kau bisa bantu bantu di butik milik ku, itu jika kau mau" ujarnya
" i-ya aku mau, yang penting halal" jawabnya sembari tersenyum
" yasudah besok datanglah ke alamat internet, nanti kau juga akan melihat butik milikku, bilang saja kau ada janji denganku" jawabnya lalu menyodorkan tangannya ke gadis itu dan sambut hangat oleh gadis itu
setelah sama sama sudah berdiri, Aisyah pun lupa karna dia harus segera ke kantor calon suami untuk membawakan makan siang dilihatnya jam yang ada di pergelangan tangannya
" astaga sudah hampir jam 1?" terlihat wajah panik dari wajahnya
" hei siapa namamu?" tanya Aisyah
" Diana Medina Utami" jawabnya
" yasudah kalau begitu ini kartu namaku dan alamat butik ku, besok datanglah ke alamat ini" ucapnya seraya memberikan kartu nama dan alamat butiknya
" terimakasih sudah membantuku" ucapnya
" iya sama sama yasudah aku pergi dulu ya" setelah di jawab oleh anggukan dan senyuman manis dari Diana Aisyah pun berjalan ke arah mobilnya dan masuk, lalu mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi
' hatimu begitu baik, mungkin kau seorang malaikat yang di kirimkan oleh Tuhan untuk menolong ku' batin gadis yang bernama Diana itu sembari menatap kepergian Aisyah dan sudah tak terlihat lagi
Pukul 12:50...
Aisyah berlari kecil ketika sudah sampai di lobby, diapun menuju ke meja resepsionis dan bertanya
" permisi mbak, ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang resepsionis dengan tersenyum ramah
nampak Aisyah menarik nafasnya dalam karna tadi di sedikit berlari jadi nafasnya belum teratur, setelah menghembuskan nafas nya diapun menjawab ucapan dari resepsionis tadi
" saya ingin bertemu dengan CEO di perusahaan ini" jawab Aisyah sedikit datar karna pada dasarnya dia memang cuek terhadap orang lain
" tuan Apip Aldera Ersatama?" dan hanya di angguki oleh Aisyah
" atas nama siapa?" tanya resepsionis lagi
__ADS_1
" Aisyah Hanifa Wijaya" jawabnya
" APA???, jadi mbak calon istrinya pak Presdir?" ucap resepsionis tadi
" haiss, iya sudahlah di mana lantai presdir itu?" ucap Aisyah dengan nada kesal pasalnya dia takut Apip dari tadi menunggunya
" lantai 45 nanti di sana akan ada ruangan CEO dan mbak masuk saja" jawabnya
" dan maaf nyonya sempat tidak mengenali nyonya, sungguh saya tidak tau" lanjut resepsionis tadi dengan wajah menyesal dan merasa bersalah
" hei kenapa kau memanggilku nyonya?, aku belum jadi istrinya" ucap Aisyah tidak nyaman di panggil nyonya
" iya tapi besok anda sudah akan menjadi nyonya di perusahaan ini" jawab sang resepsionis
" iya aku maaafkan, terimakasih sudah menunjukan ruangan nya aku pergi dulu" ucapnya sedikit tersenyum meski tipis
' calon istri tuan Apip kelihatannya baik, tetapi dia juga mempunyai sifat yang sama dengan tuan Apip, yakni sifat datar dan dingin terhadap orang lain, mungkin ini yang di namakan jodoh' batin resepsionis
Aisyah sedang berada di dalam lift dia sedang menuju ke ruangan Apip, tak tahu kenapa dada nya berdegup kencang tak karuan, apa karna dia akan bertemu dengan calon suami nya?, apa hanya sekedar grogi saja?, entahlah hanya Aisyah dan author yang tahu
setelah sampai di lantai 45 dipun keluar dari lift dan mulai mencari ruangan CEO, setelah menemukannya diapun berjalan ke arah pintunya, tapi sesaat dia menghentikan langkahnya tepat di depan pintu ruangan CEO
' santai Aisyah rileks saja, kau tidak boleh terlihat gerogi seperti ini' batinnya sambil menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nafas nya lalu diapun mengetuk pintu ruangan CEO
tok tok tok
' kau sungguh tampan Apip, apa pantas seorang wanita biasa seperti ku menjadi pendamping hidup mu?, kau begitu sempurna sedangkan diriku?, aku merasa tidak pantas berada di sisi mu' batin Aisyah
" hai sejak kapan kau berada di sana?" ucapan Apip membuat lamunan Aisyah buyar dan detik berikutnya mata Aisyah dan mata Apip bersitatap
karna sudah cukup lama mereka saling pandang memandang Aisyah pun memberhentikan tatap tatapan mata mereka lalu mengontrol dadanya yang berdegup kencang
" ekhem apa aku sudah membuatmu menunggu?" tanya Aisyah setelah menetralkan dadanya yang tadi berdegup tak karuan
" tidak karna aku memang sedang sibuk-sibuknya" jawab Apip dan memfokuskan matanya pada laptop
" apa ini karna pernikahan kita?" ucap Aisyah
" iya karna besok kita menikah jadi aku harus menyelesaikan pekerjaan ku" jawabnya tanpa mengalihkan pandangan ke arah Aisyah dan tetap fokus pada layar
" jadi kau belum makan siang" Apip hanya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan calon istrinya itu
" haih harusnya sesibuk apapun pekerjaan mu sempatkanlah untuk makan, nanti kau akan sakit" ucapnya dan entah sejak kapan wanita itu sudah duduk di sofa dan sedang menyiapkan makanan untuk Apip
Apip masih fokus pada layar laptopnya, dan tanpa di duga Aisyah menyodorkan sendok berisi makanan ke arah mulut Apip, perlakuan Aisyah membuat Apip mengerutkan keningnya
" makanlah aku akan menyuapi mu, fokuslah pada layar laptop mu aku tau kau sibuk, biarkan aku menyuapi mu" setelah berbicara seperti itu tak lama kemudian Apip memakan suapan dari calon istrinya itu
setelah beberapa menit Apip sudah selesai makan nya dan bahkan tadi Aisyah mengambilkan makanan untuk 2 porsi orang tapi lihat makanannya habis begitu saja oleh satu orang siapa lagi kalau bukan Apip?
__ADS_1
" apa ku begitu lapar?, tadi itu makanan untuk porsi 2 orang tapi kau memakan nya hanya seorang saja"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
assalamualaikum guysss
gimana gimana?, udah seru? pasti belum ya??
hehehe canda kok guys
oh ya kalian jangan lupa untuk terus ikutin
karya pertama ku ya dan simak terus ceritanya
jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian
dengan caraa:
like
comment
dan vote nya ya
biar aku bisa makin semangat up nya...
bye guys sampe ketemu di eps selanjutnya ya
dah dadah...
bye bye guyyss
assalamualaikum.....
__ADS_1