
" terimakasih Jui, gue pulang dulu ya" ucap aisyah pamit pada Jui
" iya Syah sama sama, semoga lu sama dedek bayi nya sehat-sehat ya" balas Jui
" baiklah kalau begitu saya beserta istri saya permisi dok" Jui mengangguk lalu tersenyum kepada Aisyah dan suami nya itu, namun apip tidak menanggapi senyuman dari sahabat istri nya itu dia tetap memasang wajah datar dan dingin nya
" byeeee Jui, gue pulang ya, semangat tugas nya Bu dokter cantik" ucap Aisyah menyemangati sang sahabat
" makasih bumil, hati hati ya pulang nya, tuan jika sahabat saya ingin apapun itu tolong di ikuti saja permintaan nya, itu sudah biasa bagi ibu hamil" ucap Jui Apip hanya mengangguk dengan ekspresi wajah datar dan dingin
" yaudah Jui dahhh"
" hm, ti hati lu"
lalu aisyah dan Apip pun keluar dari ruangan Jui, dan berjalan secara berdampingan, tangan Apip seakan tidak mau lepas dari tangan aisyah begitupun dengan Aisyah yang selalu menempel pada sang suami
mereka berjalan menuju parkiran, dan sesampainya di parkiran Apip membuka pintu mobil untuk mempersilahkan Aisyah masuk, dan setelah istrinya itu masuk ke dalam mobil, dia segera berlari memutar ke depan mobil lalu masuk ke dalam mobil, mereka hanya berdua karna Fikri mengurus perusahaan karna Apip hari ini tidak masuk kantor
di tengah perjalanan ada 2 mobil yang mengikuti mereka, awalnya Apip kira itu hanya kebetulan saja, tapi jika di perhatikan dua mobil itu terus terusan mengikuti mobil Apip, yang mana ini membuat nya panik seketika
" sayang kenapa?, apa ada masalah?" tanya Aisyah yang melihat perubahan di wajah Apip
" sayang seperti nya ada yang mengikuti mobil kita" jawab Apip, Aisyah yang mendengar jawaban dari Apip langsung menolehkan kepalanya ke belakang dan betapa terkejutnya dia saat melihat dua mobil yang sedang mengikuti mobil mereka, kini dirinya menjadi panik dan cemas tanpa sadar dia mengusap perutnya yang di dalamnya ada kehidupan seseorang
" sayang bagaimana ini?" tanya Aisyah panik
" hei tenang jangan panik, ada aku, percaya pada ku ya, kau mempercayai suami mu ini bukan?" tanya Apip Aisyah hanya menganggukkan kepalanya kini hatinya sedikit tenang namun tidak menutup kemungkinan bahwa mereka akan selamat dari kejaran mobil yang mengikuti mereka dari tadi
" sayang tolong kau telpon Fikri, untuk menyusul kita dan bilang padanya untuk membawa para bodyguard" suruh Apip pada istri nya itu dengan nada yang tenang dan lembut, dia tidak ingin melihat Aisyah tambah panik
setelah Apip menyuruh nya untuk menelpon Fikri, Aisyah langsung segera mencari ponselnya dan langsung mencari nama Fikri di kontak nya setelah ketemu dia langsung menghubungi Fikri
" hallo ada apa nyonya?" tanya Fikri di seberang sana
__ADS_1
" Fikri mobil kami sedang di ikuti oleh dua mobil, tolong kamu ke sini dan bawa serta bodyguard" jawab Aisyah dengan suara yang agak bergetar
" baiklah nyonya, tolong jangan panik segera kirim lokasi nya kepada saya, dan bilang pada tuan untuk terus fokus pada kendaraan, dan jangan melewati jalan yang sepi" ucap Fikri berusaha menenangkan nyonya nya itu
" tolong segera lah" lalu Aisyah memutuskan sambungan telpon nya
" sudah?" tanya Apip
" hm" jawab Aisyah dirinya saat ini benar-benar panik, Apip melihat wajah panik dari Aisyah dan tangan nya yang sudah keringat dingin, Apip pun menggenggam tangan Aisyah berusaha menenangkan sang istri
Aisyah menoleh pada Apip yang sedang menggenggam tangan nya, suami nya itu tersenyum ke arahnya dan memandang nya lekat, dari tatapan itu Aisyah mengerti jika suami nya itu seolah berbicara ' percaya lah kita akan baik baik saja ' mungkin itu yang Aisyah tangkap dari tatapan mata sang suami
" kata Fikri jangan melewati jalan yang sepi" ucap Aisyah kepada sang suami yang tengah fokus ke arah depan
" hm" jawab nya
tak lama kemudian datang beberapa mobil dapat kita pastikan bahwa itu mobil para bodyguard dan juga Fikri, mobil bodyguard Apip menghalangi jalan dua mobil yang terus mengikuti mobil Aisyah dan Apip sejak mereka keluar dari rumah sakit
Apip menghentikan mobil nya dan melihat ke arah kaca spion, kini Fikri dan beberapa bodyguard nya sedang berkelahi, dia berniat turun dari mobil namun teriakan Fikri menghentikan niat nya
" terimakasih fik, kau adalah asisten terbaik ku" ucap Apip lalu dia pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
" sayang berpegangan lah kita akan mengebut" ucap Apip, Aisyah hanya mengikuti ucapan dari suami nya itu dan benar saja suami nya itu melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi
setelah di pastikan tidak ada yang mengikuti mereka lagi Apip merendahkan kecepatan mobilnya, dia berserta sang istri bisa bernafas dengan lega
" sayang apa kau tau siapa yang mengincar mu?, atau kau memiliki musuh?" tanya Apip pada Aisyah dengan hati-hati
" setahu ku aku tidak punya musuh, tapi ada satu yang menggangu pikiran ku" jawab Aisyah cicit
" apa?, bicaralah ceritakan semua yang menggangu pikiran mu sayang" kata Apip yang kini sudah menepikan mobilnya
" sudah hampir 3 bulan ada yang terus menerus mengirim pesan pada ku, awalnya aku pikir ini hanya spam dan pesan iseng dari orang lain, namun lama kelamaan aku mulai jengah dengan pesan pesan itu, dia memang tidak mengirimi ku pesan yang aneh hanya ingin mengajak ku berkenalan, tapi ada satu pesan dan itu di kirim satu Minggu lalu, pengirim pesan misterius itu berpesan padaku ''aku akan membawa mu pergi dari negeri ini, Annisa" setelah mengirim pesan seperti itu dia tidak mengirimi ku pesan lagi" Apip mendengar kan dengan seksama penjelasan dari istri nya itu, dia kini takut, takut jika yang mengirim pesan pada Istri nya itu benar jika pengirim pesan misterius itu akan membawa istrinya pergi dari hidupnya dan dari negeri ini
__ADS_1
" Apip, kumohon jika kedepannya aku dalam bahaya jangan mengorbankan diri mu untuk ku, aku ti---"
" apa yang kau katakan Aisyah, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, dalam keadaan apapun aku tidak akan pernah meninggalkan mu meskipun nyawa taruhannya, aku sudah rela jika aku harus mengorbankan diri ku hanya untuk menyelamatkan mu" ucap Apip dengan nada tegas, dia kesal karna Aisyah berbicara seperti itu dan seolah-olah Aisyah nanti nya akan pergi dari sisi nya
" tapi Apip aku memiliki firasat jika di masa depan jika kita tidak akan bersama, dan di antara kita akan ada yang tiada, aku tidak tahu kenapa aku seyakin ini dengan firasat ku" ~ Aisyah
" aku merasa akan banyak masalah di masa depan nanti" lanjut Aisyah
" hei kenapa kau berbicara seolah-olah kau akan pergi meninggalkan ku?" tanya Apip
" dengarkan aku, jika nanti aku sedang hamil besar dan aku dalam kondisi tidak baik baik saja, tolong selamatkan anak kita, karna aku memiliki firasat seperti itu" ucap Aisyah dengan nada yang tenang namun seakan membuat Apip sesak
.
.
.
.
.
.
.
assalamualaikum guyss kakak-kakak temen-temen
guys aku nepatin janji aku ya, hari ini aku udah up 3 bab, isha allah besok aku up 3 bab kalo ada waktu
jangan lupa untuk vote, like, coment, rate 5 nya dan juga hadiah nya ya
biar author bisa makin semangat up nya
__ADS_1
byeeee guysss
assalamualaikum....