
keesokkan harinya....
Apip sudah rapih dengan setelan jas nya, dia hari ini akan ke rumah sakit untuk menjenguk putri nya dan juga melihat anak kesayangan nya
semalam mata nya tidak mau tertutup sama sekali, dan itu membuat nya sangat mengantuk, semalam karna tidak bisa tidur Apip mengerjakan pekerjaan kantor untuk menghilangkan rasa sedih yang mendalam karna kehilangan sosok yang sangat ia cintai
hanya pekerjaan lah yang mampu mengalihkan rasa kesedihan Apip, Fikri sudah berdiri di dekat mobil dia membukakan pintu mobil kala melihat Apip menghampiri mobil
lalu Fikri pun masuk dan langsung melanjukan mobil nya dengan kecepatan sedang. mobil pun menembus jalan raya yang sudah di penuhi oleh para pengemudi
dia melihat jalan dari dalam mobil, pandangan nya kembali kosong, rasanya hampa sekali tak ada sang istri di samping nya, apakah secepat ini kebahagian nya berakhir? rasanya sangat amat singkat
" Aisyah aku masih berharap kau hidup kembali dan menjalani kehidupan ini dengan diri ku dan juga anak kita, aku sangat merindukanmu, Aisyah. namun rasanya sangat mustahil untuk kau hidup kembali" batin nya
.
setelah lebih dari 30 menit dalam perjalan mobil Apip pun sampai pada rumah sakit, ya Apip ke rumah sakit untuk menjenguk DNA melihat putri nya
ketika sudah sampai pada ruangan NICU, senyum nya sedikit mengembang kala melihat putri nya yang cantik tengah membuka mata nya dan menatap Apip
" apa boleh aku menggendong nya?" tanya Apip pada suster yang berada di ruangan NICU tersebut tanpa mengalihkan pandangan ke arah suster dan terus menatap putri nya
" tentu saja tuan, anda adalah ayah nya" jawab suster
Apip pun menggendong putri kecil nya, mata nya benar benar indah seperti mata Aisyah, diapun kembali mengingat istri tercinta nya, suster yang berada di ruangan itu undur diri dia memberikan waktu kepada ayah dan anak tersebut
" assalamualaikum sayang, selamat datang di dunia ini" ucap Apip dengan senyum yang tipis
" maaf papi tidak menyapa mu kemarin, apa kau tau alasan nya?"
" maaf tapi papi tidak bisa memberitahu kan nya kepada mu, papi masih belum bisa" Tes! air mata Apip menetes dan jatuh tepat di pipi putri nya
" ah maaf sayang, papi mu begitu bodoh dan cengeng bukan?, nanti bila kau sudah besar jangan menjadi papi yang cengeng ini, jadilah wanita yang baik tangguh dan juga kuat"
" maaf papi kemarin belum mengumandangkan adzan kepada mu, baiklah akan papi kumandangkan adzan nya kepada mu" ucap nya dia kemudian menghapus air mata yang jatuh dari mata nya ke pipi sang putri
Apip memulai adzan nya, suara nya memang tidak terlalu buruk, bahkan bisa di bilang lumayan bagus dan indah, setelah selesai mengumandangkan adzan pada putri nya, putri nya itu tidur
Apip tersenyum tipis lalu menaruh kembali putri kecil nya pada inkubator bayi, setelah itu dia mencium kening dan pipi sang putri lalu keluar dari ruangan NICU
Fikri yang melihat tuan nya keluar dari ruangan tersebut langsung menghampiri tuan nya dan mengikuti tuan nya dari belakang ternyata Apip kembali ke mobil Fikri tidak bertanya dan hanya mengikuti sang majikan
wajah Apip kembali dingin dan datar seperti dulu sebelum menikah dengan Aisyah, semenjak menikah dengan Aisyah Apip banyak sekali perubahan
setelah menikah Apip sering menyapa orang lain yang lebih tua dari nya yang tidak pernah dia lakukan dulu nya sebelum menikah dengan Aisyah
dan juga setelah menikah dengan Aisyah Apip banyak sekali berbicara dan bisa bergaul dengan siapa pun, Apip juga jarang menunjukkan sikap nya yang dingin dan datar semenjak menikah dengan Aisyah
namun sikap nya kembali datar dan dingin kala dia kehilangan orang yang paling dia cintai, Apip melihat jalanan yang ramai oleh orang orang yang tengah beraktivitas
" ke kantor" ucap Apip dingin
baru saja Fikri akan bertanya tapi tuan nya sudah lebih dulu berbicara seperti sudah tau bahwa Fikri akan bertanya pada nya, padahal Apip sama sekali tak memerhatikan Fikri
" kenapa sikap anda kembali seperti dulu lagi tuan?, nyonya muda kau meninggalkan banyak luka untuk semua orang, semoga kau tenang di alam sana". batin fikri
__ADS_1
.
" uwoek uwoek uwoek" seorang wanita tengah muntah di dalam kamar mandi seorang diri wajah nya juga sudah pucat
" hah kenapa dari pagi gue muntah terus sih, hah lemes banget" wanita itu membaringkan tubuhnya di atas ranjang
ketika tengah asik menutup mata, ponsel nya berdering tanda ada yang menelpon, dengan malas dan lemas wanita itu pun mengambil ponsel nya
" halo" sapa nya
" sayang apa muntah mu sudah tidak terasa hm?" tanya seseorang dari balik telepon, suara nya seperti seorang pria
" lebih parah dari pagi" jawab wanita tersebut
" sudah ku bilang kita ke rumah sakit tapi kau menolak nya" ucap pria di balik telepon
" tapi aku tidak mau Ren" tolak wanita itu
" Kiky, ayolah jangan keras kepala, kau dari kemarin belum makan nasi sudah pasti kau masuk angin". ucap pria itu yang ternyata adalah Reno, dan yaps wanita tersebut adalah Kiky Amelia Septiana adinata, istri dari Reno Adrian wirayudha, sahabat mendiang Aisyah
" baiklah" pada akhirnya Kiky pun menurut
" begitu dong, yasudah nanti setelah Dzuhur aku pulang, mau di beliin apa?" tanya Reno
tiba tiba terlintas di kepala kiky, kue putu!
" sayang" panggil Kiky lembut
" apa hm?" tanya Reno
" aku mau kue putu" jawab Kiky
" hu'um"
" baiklah, akan aku belikan"
" asyikkk, terimakasih suamikuuu, sayang kamu banyak banyakkkk" ucap Kiky girang
" yasudah aku tutup telpon nya ya"
" iya, selamat bekerja suamiku ku, sarang Hae"
Tut
Kiky memutuskan sambungan telepon nya, seketika dia jadi bersemangat, dia kembali merebahkan tubuh nya di atas kasur dengan perasaan yang senang nya bukan main
Ting
ponsel nya berbunyi tanda pesan ada yang masuk, dengan senang Kiky mengambil ponsel yang berada di atas nakas di samping kasur, di lihat nya Jui yang mengirim chat ke grup
Squad Six Girls 🌻
*Jui: assalamualaikum
Ita: waalaikumsalam
__ADS_1
Arma: waalaikumsalam
putri: waalaikumsalam
^^^Kiky: waalaikumsalam^^^
Jui: lagi pada di mana?
Arma: rmh
putri: rmh
Ita: rmh
Jui: sama
^^^Kiky: kalian lagi pada libur?^^^
Jui: iya
Arma: iya
putri: iya
Ita: iya
^^^Kiky: kenapa?^^^
Jui: males
Ita: ²in
Arma: ³in
putri: ⁴in
^^^Kiky: biasanya Aisyah bakalan ngomelin kita kalo kita lagi males:(^^^
Jui: iya bener
Ita: sumpah kangen banget
putri: gak nyangka aja kenapa dia tega ninggalin kita:(
Arma: gue masih berharap ini cuman mimpi:(
^^^Kiky: mending ke rumah gue ya guys temenin gue:(^^^
Jui: otw
Ita: assiappp otw
Arma: sip
putri: okay
__ADS_1
^^^Kiky: di tunggu^^^
Squad Six Girls 🌻* of