Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
shalat bersama calon suami


__ADS_3

***pukul 11:30


restoran xxxx***...


.


terlihat 2 orang pria yang tengah menunggu seseorang, bahkan mereka sudah menunggu lebih dari 10 menit, yang membuat salah satu pria yang menunggu seseorang merasa kesal


.


" dimana wanita itu fik" ucap salah satu seseorang kepada Fikri, hahh kalian pasti sudah bisa menebak nya kan??, ya 2 orang pria tadi adalah Apip dan Fikri


.


" mungkin sedang dalam perjalanan tuan" Jawab sang asisten


.


tak lama kemudian datang seorang perempuan berhijab menghampiri mereka dan menyapa nya sekaligus meminta maaf akan keterlambatan nya


.


" selamat siang tuan, maaf saya terlambat" ucap seorang yang dari tadi di tunggu tunggu oleh 2 pria itu, dia duduk tepat di depan 2 pria itu


.


" tidak apa² nona Aisyah, kami memakluminya" jawab Fikri


.


ya seseorang yang mereka tunggu dari tadi adalah Aisyah, Mereka menunggu Aisyah karna akan mengambil pesanan jas yang Apip pesan 3 hari yang lalu


.


~flasback~


butik Aisyah 10:45


.


Aisyah baru saja menyelesaikan pekerjaan nya yang lain, dia pun merogoh ponsel dalam tas nya, ya dia akan menelpon asisten tuan dingin itu, karna dia sudah menyelesaikan pesanan jas tuan dingin itu


.


pembicaraan dalam ponsel ......


.


{ selamat siang tuan } ~ Aisyah


{ selamat siang, dengan siapa? } ~ Fikri


{ saya Aisyah tuan pemilik butik Aisyah } ~ Aisyah


{ oh nona Aisyah, ada apa anda menelpon saya? } ~ Fikri


{ begini tuan, jas tuan anda sudah selesai, apa anda akan mengambil nya ke butik saya? } ~ Aisyah


{ tidak saya tidak akan mengambilnya ke butik anda, begini saja saya tunggu di restoran xxx pada jam 11:20, bagaimana? } ~ Fikri


{ ah iya baiklah tuan } ~ Aisyah


panggilan berakhir.....


.


"sepertinya aku harus berangkat sekarang mengingat hari sudah siang dan pasti akan macet di jalan" gumamnya


.


lantas wanita itu pun segera bergegas keluar dari ruangannya dan menuju ke mobilnya lalu dia pun melajukan mobilnya menuju restoran xxx


.


~flasback of~


" sudah mana jasnya" ucapnya tanpa basa basi


" ah ini tua---"


drt drt drt


ponsel Apip berbunyi menandakan ada panggilan masuk, lantas pria itupun merogoh ponsel nya di saku jasnya, dan tertera nama mamah di ponsel nya, pria itupun mengangkat panggilan sang mamah


percakapan dalam telpon...


{ assalamualaikum } ~ mamah


{ waalaikumsalam, ada apa mah?} ~ Apip


{ lagi di mana? } ~ mamah


{ lagi ketemuan di resto mah } ~ Apip


{ sama klien kamu? } ~ mamah

__ADS_1


{ bukan, sama anak pak Al } ~ Apip


{ maksud kamu Aisyah?, calon mantu mamah? } ~ mamah


{ hm } ~ Apip


{ ya ampun, mamah gak nyangka kamu akan secepat ini ngajak Aisyah ketemuan? } ~ mamah


{ apa sih mah, Apip cuman mau ngambil pesanan jas Apip dari butik Aisyah, udah deh jangan mikir macam² } ~ Apip


{ oh gitu, yaudah kamu bawa Aisyah ke rumah mamah, mamah pengen ketemu sama calon mantu mamah } ~ mamah


{ tapi mah, Apip banyak kerjaan di kantor, dan mungkin Aisyah juga banyak kerjaan di butik } ~ Apip


( padahal dia tidak sesibuk itu, dia hanya ingin mengelak saja dari mamah nya, hah Apip Apip kau ini ya )


{ pokonya mamah mau kamu bawa Aisyah ke rumah titik. } ~ mamah


Tut Tut Tut


panggilan berakhir...


pria itu pun menghela nafasnya kasar, dan beralih menatap Aisyah lalu berkata


" ikut pulang ke rumah ku, mamah ingin bertemu dengan mu"


perkataan Apip membuat Aisyah membelalakkan matanya


" tapi aku masih ada pekerjaan di butik" jawabnya


" bisakah di tunda dulu?, aku tak bisa membantah keinginan mamah" sedikit dingin dan tetap dengan wajah datarnya


" hm, baiklah tapi aku tidak bisa lama" jawab Aisyah


" tidak papa setidaknya kau mau ke rumah mamah" ~ Apip


" yasudah ikuti mobil ku dari belakang, kita pulang sekarang, aku tidak mau mamah ku menunggu" lanjutnya yang langsung berdiri dari duduknya dan melangkahkan kaki nya keluar dari restoran menuju parkiran


begitu juga dengan Aisyah dan Fikri mereka hanya bisa mengikuti Apip dari belakang


sesampainya di parkiran, Apip yang akan masuk ke mobil terhenti ketika Fikri berkata


" tuan bolehkah saya izin untuk pulang sebentar?, soalnya istri saya tadi mengirim pesan jika siang ini dia ada cek ke dokter kandungan" perkataan Fikri membuat Apip membalikkan badannya menghadap Fikri yang berada tepat di belakang nya


" hm pulang lah, bawa mobilku, karna mobilmu ada di kantor" jawabnya dingin


" tapi tuan anda pulang naik apa?" tanya sang asisten, Apip melirik ke arah Aisyah, Aisyah yang di lirik pun mengerutkan kening nya


.


.


" aku akan pulang dengan calon istri ku" ucap Apip tanpa sadar, perkataan Apip sontak membuat 2 orang di sana membulatkan matanya apalagi dengan Aisyah


.


' ***a--pa aku tidak salah dengar?, dia baru saja mengatakan akan pulang dengan calon istrinya setelah melirikku?' batinnya


.


' apa yang tuan maksud?, calon istri?, sejak kapan tuan Apip mempunyai calon istri?' batin Fikri***


.


" eh maksudku aku akan pulang bareng dengan Aisyah, dia kan akan pulang ke rumah mamahku?" jawaban Apip membuat Aisyah terlihat kecewa, sedangkan Fikri hanya menjawab dengan kata ooo


.


' kenapa dengan diriku?, kenapa aku terlihat kecewa ketika dirinya tidak mengakuiku sebagai calon istrinya?' batinnya


.


" yasudah tuan saya duluan permisi, mari nona" ucap Fikri lalu meninggalkan Apip dan Aisyah


.


setelah kepergian Fikri, Apip beralih menatap Aisyah dan berkata


.


" mana kuncinya biar aku yang mengemudi" ucap Fikri


.


" ah iyaa ini" seraya memberikan kunci mobilnya


.


setelah itupun keduanya masuk ke mobil Aisyah, dan Apip mulai mengemudikan mobil Aisyah membelah jalanan yang macet


.


sekitar 30 menit an mobil Aisyah sudah berada di depan rumah yang mewah, luas dan indah, karna banyak sekali tanaman di taman depan rumah


.

__ADS_1


keduanya pun langsung turun dari mobil Aisyah dan langsung melangkah kan kakinya masuk ke rumah mewah itu


selama perjalanan akan masuk ke rumah, dia melihat lihat taman yang luas tepat di samping rumah Apip


" indah sekali" gumamnya tanpa sadar dan terdengar oleh Apip


" mamah memang sangat menyukai tumbuhan terutama tanaman bunga" ucap Apip tanpa melihat pada Aisyah


Aisyah yang sedang melihat taman pun menoleh ke arah Apip ketika dia berbicara, sesampainya di dalam rumah Apip mengucapkan salam pada sang mamah


" assalamualaikum mah" salam Apip pada sang mamah sambil menyalami tangan sang mamah


" waalaikumsalam sayang, mana Aisyah nya" seraya melihat lihat ke kanan ke kiri


" itu---" assalamualaikum Tante" ucap Aisyah memotong pembicaraan Apip, Aisyah menyalami tangan Tante luna


" waalaikumsalam sayang, kamu udah makan siang?" tanya Tante Luna


" belum Tante" jawabnya


" hmm pas banget Tante tadi habis masak, kamu cobain ya" ucapnya pada Aisyah


" pip, kamu udah shalat belum?" kini beralih pada anak sulung nya


" belum mah" jawabnya


" yaudah shalat dulu baru habis itu kita makan bareng" ucap sang mamah


" yaudah Apip ke kamar dulu" ucap Apip, ketika akan berjalan menuju kamarnya dia menghentikan langkahnya tat kala mendengar Aisyah berbicara pada sang mamah


"hm tante boleh aku meminjam mukena milik Tante?, isyah juga belum shalat Dzuhur" dengan nada lembut


" boleh sayang, nanti biar Apip yang jadi imam kamu ya?" jawab mamah Luna


" emm i-ya Tante" jawabnya gugup, pasalnya dirinya memang baru pertama kali di Imamin orang lain selain ayahnya


setelah itupun mereka berdua ke ruang shalat, tadinya Apip akan shalat di kamarnya tetapi ketika mamah menyuruhnya untuk menjadi imam Aisyah


Apip merasa heran padanya kenapa dirinya begitu bahagia ketika Aisyah ingin di imamkan olehnya?, apa memang ini yang Aisyah mau?


keduanya sudah rapih dan akan shalat, sebelum memulai shalat Aisyah berbicara terlebih dahulu kepada Apip


" apa kamu serius akan menjadi imamku?, jika tidak mau tidak apa apa aku akan shalat sendiri" ucap Aisyah


" hm i-ya aku akan menjadi imammu" jawabnya sedikit gugup, setelah itu Apip menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskan nya secara perlahan


setelah itu mereka pun memulai shalatnya dengan khusyu, bacaan ayat suci Al-Qur'an yang Apip bacakan sangat terdengar merdu di telinganya


jujur saja ada perasaan kagum di diri Aisyah untuk Apip, Aisyah tidak menyangka orang se tampan, sedingin, semapan Apip masih mengingat tuhan-nya, kebanyakan orang yang sukses akan lupa diri


tetapi berbeda dengan Apip, sungguh Aisyah benar benar kagum akan sifat Apip yang seperti ini, Aisyah benar-benar mengidamkan sosok suami seperti Apip yang bisa membawanya menuju ke surga Allah


sebenarnya Apip juga merasa kagum akan diri Aisyah, meskipun sudah di jaman seperti ini dirinya tidak pernah lupa akan tuhan-nya, sungguh Apip mengidamkan istri seperti ini walaupun banyak kesibukan tetapi selalu meluangkan waktu untuk beribadah


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


assalamualaikum guysss.....


maaf baru bisa up, insyaallah besok aku up lebih dari 1 bab


jangan lupa untuk


like


comment


dan vote


karya pertama ku ya, sungguh aku benar-benar butuh itu semua dan aku akan makin semangat up nya


sampai ketemu di eps selanjutnya ya guyss


bye bye


dahh guyss..

__ADS_1


assalamualaikum....


__ADS_2