
"Apakah kamu benar-benar menginginkan ini?" Aku bertanya lagi padanya. Sekarang akan terbukti. Jika dia mengatakan tidak, aku yakin dia akan kembali pada Liza .. Dia harus membuat pilihannya sekarang.
"Iya ... Aku menginginkan ini," ucapnya. Mataku mebelalak dan aku tersenyum.
"Aku menginginkan ini... Aku ingin kamu meneriaki aku ketika aku bertingkah seperti orang bodoh. Aku ingin kamu berteriak padaku karena menyakitimu ... Aku ingin kamu memelukku ketika aku membutuhkannya, seperti sekarang. Aku ingin kamu .. aku ingin kamu selalu bersamaku apa pun yang terjadi. Aku tahu ... Aku tahu aku sudah begitu menyakitimu, dan aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri karenanya.
__ADS_1
Tapi, aku tidak percaya lagi dengan Tuhan. Dia meninggalkanku dalam kegelapan. Dia meninggalkanku sendirian, padahal aku sudah siap untuk menyerahkan hidupku untuk-Nya. Dan kamu, kamu adalah satu-satunya bintang dalam kegelapan yang baru saja membantuku melewati semua ini. Dan aku, tidak ingin ini semua berakhir.
Tapi.. aku masih belum bisa melupakan Liza. Ya Tuhan! Sadiya, seandainya kamu tahu, ini rasanya menyakitkan. Rasanya seperti di neraka," ucapnya.
Aku merasakan air mata menetes di pipiku dan aku membiarkannya jatuh. Aku hanya ingin tahu. Kenapa? Kenapa dia seolah-olah begitu terhipnotis oleh gadis itu? Aku menangkap wajahnya dengan kedua tanganku.
__ADS_1
"Kamu sudah tahu kan, aku terlibat dengan geng. Aku bukan anggota geng, tapi aku hanya melakukan hal-hal kecil untuk mereka. Aku punya teman yang melakukan hal-hal semacam itu, jadi aku terlibat dengannya. Aku masih muda dan berpikir seperti kalau kita punya geng itu akan terlihat keren. Dan, di sanalah aku bertemu dengan Kevin. Kami sebenarnya berteman saat itu. Dia ingin memberiku posisi yang lebih tinggi di geng tetapi aku menolak. Aku mulai berubah dan menjauhi geng itu, lalu, aku bertemu Liza. Tapi aku malah menghabiskan banyak uang saat bersamanya," ucapnya sambil tertawa, tanpa ada yang lucu. Aku bingung, kenapa dia melakukan itu. Dia menolak posisi sebagai ketua geng, hanya demi gadis itu. Kurasa dia memang benar-benar mencintai gadis itu
"Saat aku menolaknya, aku sempat bertengkar hebat dengan Kevin. Tapi, itu bukan masalah besar, karena kami sudah begitu lama berteman. Jadi, kami kembali berbaikan. Itu bukan masalah besar, sampai ..." Vian berhenti sejenak. Aku tahu, dia sedang kembali mengingat kejadian itu, mungkin itu begitu berat baginya. Aku meraih lengannya, membawanya ke bibirku dan mengecupnya sambil menatapnya. Dia memejamkan matanya sesaat, tapi tidak mengatakan apa-apa.
"Sampai aku merusak segalanya. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk melakukan itu. Mereka semua ditangkap polisi gara-gara aku memberitahu seseorang tentang transaksi narkoba yang dilakukan oleh geng kami. Aku sangat mempercayai orang itu, tapi tidak kusangka, dia menelepon polisi dan melaporkannya. Kevin dipenjara selama berbulan-bulan. Bisnis, geng, semuanya hancur. Dan karena itulah, dia ingin balas dendam. Dia ingin aku kembali bergabung dengan geng itu dan mulai menjual narkoba. Aku melakukanya pada awalnya, namun aku mulai berhenti, saat awal-awal kita menikah. Makanya mereka sangat marah dan berusaha melukaimu. Mereka pikir kamu yang mempengaruhiku agar aku tidak mengikuti kemauan mereka," ucapnya. Mataku membelalak.
__ADS_1
"Kamu tahu? Saat itu, Liza juga sering diperlakukan buruk oleh orang tuanya. Dia sering dipukuli juga, sama sepertimu. Aku ingin mengambilnya dari mereka. Aku ingin memberinya hidup bahagia setelah semua yang dia lalui .. Aku hanya ..,"ucapnya sambil tersedu menceritakan bagaian terakhir. Aku mengusap pundaknya, dan dia berbalik lalu memeluk pinggangku. Aku membelai rambut lembutnya, tidak tahu harus berkata apa.