
Setelah kejadian di kantor, ana memutuskan untuk izin beberapa hari. Dia tidak bisa jika harus bertemu dengan ardi.
"Bosen juga kalau di rumah terus, enaknya ngapain yah ?".
Ana sudah menguatkan hatinya untuk tidak terlalu memikirkan masalahnya dengan ardi.
"Apa gue nge mall aja ya🤔. Bukan ide yang buruk"
setelah bersiap siap ana turun kebawah. Disaat melewati ruang tamu, dia melihat kakak nya yang masih dirumah.
"Lo kok nggak berangkat kerja sih kak ?" tanya ana penasaran.
"Mana bisa gue fokus kerja kalau dirumah elo murung terus di kamar"
"Tapi kan ana gapapa kak"
"Tetep aja kakak khawatir dek" Menatap ana penuh sayang.
Ana yang ditatap seperti itu sungguh bahagia, karena memiliki kakak yang sayang dan perhatian.
Meskipun kadang jail tapi tetap saja johan adalah kakak terbaik buat ana.
"Ana sayang sama kakak" Memeluk johan dengan isak tangis.
"Kakak juga sayang sama ana. Udah jangan nangis lagi. Nanti tambah jelek loh" Goda sang kakak.
"Mana ada jelek"
"Kamu sudah rapi mau kemana emang dek ?"
"Mau ngemall kak. Sekalian nyari angin"
"Yasudah. Kalau begitu kakak berangkat ke kantor aja"
"Hati² kak"
"Kamu juga hati², jangan pulang malem²"
"Iya kak"
Johan pergi berangkat ke kantor. Sedangkan ana berangkat menuju mall.
Sesampainya di mall, ana langsung masuk menuju kafe. Karena ana tadi belom sempet sarapan.
"Makan dulu kali ya, laper gue"
"MBAKK..!!"
__ADS_1
"Silahkan nona, mau pesan apa" tanya pelayan ramah.
"Ramen sama jus jambu aja mbak"
"Ditunggu sebentar non" Pelayan pergi meninggalkan ana.
Beberapa saat setelah makanan datang, ana langsung melahap pesanan nya.
Setelah selesai sarapan ana lagsung menuju toko tas. karena ana sangat suka mengkoleksi tas² branded.
Tapi saat ana sedang sibuk memilih tas, ia tidak sengaja menabrak seorang wanita.
"BRUUKK"
"HEH.. KALO JALAN LIAT² DONG" bentak wanita yang tak sengaja di tabrak ana.
"Maaf, gue nggak sengaja"
"Maaf², kalau sampai baju gue rusak emang lo bisa gantiin ?" Dia berbicara dengan nada tinggi.
"Saya sudah bicara baik² ya mbak, dan saya juga sudah minta maaf, bahkan baju anda sama sekali tidak lecet. kenapa anda sangan marah?"
Sungguh ana sudah sangat jengkel dengan tingkah laku wanita tersebut.
"Berani lo ya sama gue. Lo belum tau aja siapa gue"
*Winata ? bukannya itu perusahaan dibawah kendali perusahaan keluarga gue dan dia sok belagu banget jadi orang* Umpat ana dalam hati.
"Nggak nanya tuh" jawab ana acuh.
" Dasar cewek miskin. Belagu banget lo sama gue" sandra sudah sangat emosi.
"Inget ya mbak, Di atas langit masih ada langit. Jadi jangan sombong"
Ana berlalu meninggalkan sandra dengan hati yang jengkel. Niat hati pengen cari ketenangan malah dapet masalah dengan cewek sombong.
"Sial banget sih gue hari ini. Mending ke taman aja lah"
Akhirnya ana memutuskan untuk pergi ke taman. Karena suana taman yang tenang dan juga saat ini masih jam kerja. Jadi sedikit sepi.
Sesampainya ditaman. Ana lagsung menuju kursi taman dan memandangi anak² yang sedang bermain dengan orang tua nya.
"Enak banget ya jadi anak kecil. Bermain sana sini tanpa ada beban" guman ana.
Masih di tempat yang sama terlihat seorang laki laki bersama wanita cantik. Jika ada yang melihatmereka pasti bakal mengira mereka adalah sepasang kekasih.
"Makasih ya kak, udah mau nemenin vio jalan² " Vio tersenyum ke arah ardi.
__ADS_1
"Iya, apa sih yangnggak bisa kakak lakuin buat kamu" Ardi berkata dengan lembut.
"Kak, siapa sih wanita yang sudah bikin kakak jatuh cinta. Dia wanita baik atau nggak ?"
Vio sangat menyayangi ardi seperti kakaknya sendiri. Karena sedari kecil dia sudah tinggal dengan keluarga Gerhana. Dia adalah anak dari adik papanya ardi.
Orang tua vio sudah meninggal saat dia masih duduk di sekolah dasar. Itu sebabnya dia nggak mau kakaknya salah dalam memilih pasangan.
"Dia baik kok, dan dia juga cantik. Kamu pasti akan suka dengan dia"
"Beneran ? aku nggak sabar buat ketemu sama dia"
Mereka terus bercanda hingga tidak menyadari ada sepasang mata yang melihat kebersamaan mereka.
"Ardi... Cinta lo ternyata bulshit"
Ana sudah tidak dapat menahan air matanya.
Dia sangat kecewa karena sudah merasa di bohongi oleh ardi.
Disaat hendak berbalik, ana tdk sengaja menginjak ranting dan itu membuat ardi dan vio menoleh kearah ana.
"Shitt... Ana pasti salah pamah sekarang" Ardi sangat kaget karena ana melihat dia bersama vio. Mau bagaimanapun ana belum tau tentang vio.
Ana terus berlari ke arah mobil dan langsung melajukan mobilnya. Karena dia tidak mau bertemu dengan ardi.
"Hosh.. hosh.. Kakak ngejar siapa sih"
"Dia.. dia pasti salah paham vi" jawab ardi lemah..
"Dia siapa kak ?"
"Orang yang kakak suka. Dia pasti marah karena melihat kita berdua"
"Yaudah. Nanti vio bantu jelasin sama dia, sekarang ayo kita pulang"
"Baiklah"..
**BERSAMBUNG......
HAIIII READERR. AUTHOR COMEBACK NIH...
MAAF YA AUTHOR BARU BISA UPDATE. KARENA BARU BANGUN DARI BEGADANG..
SEMOGA TERHIBUR READERS**....
__ADS_1