CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN
SELAMA PERJALANAN


__ADS_3

Natasha yang sudah memasukkan beberapa makanan ke dalam mobil, kembali masuk ke dalam rumahnya.


"Sudah semua tinggal ini saja," Natasha menunjuk koper miliknya.


Dengan cepat dan sigap Bryan mengambil alih koper tersebut, Bryan segera menaruh koper milik Natasha di bagasi belakang mobilnya.


"Ada yang mau di bawa lagi?" tanya Bryan.


Natasha dan Mia menggelengkan kepalanya bersamaan, "Ayo berangkat," ajak Natasha.


Bryan membukakan pintu mobil untuknya, "Terima kasih," ucap Natasha tulus. Dia merasa sangat dihargai saat bersama dengan Bryan tidak seperti para pria yang pernah dekat dengannya, Bryan segera menjalankan mobilnya saat semua sudah siap untuk berangkat.


Selama di perjalanan, mereka tidak henti-hentinya bercerita tentang diri masing-masing.


Termasuk Natasha yang bercerita tentang keluarganya, Bryan yang mendengar cerita Natasha mengepalkan tangannya. "Kamu tenang saja, aku pasti akan membantumu untuk melakukan balas dendam atas apa yang telah mereka perbuat," geram Bryan.


Natasha terkejut dengan pernyataan Bryan, gadis itu mencoba menenangkan sang kekasih agar tidak terpancing emosinya.


"Biarkan saja, kita lihat sejauh mana dia bisa menghindar dari aku," ucap Natasha.


Dia belum bisa menceritakan semua tentang dirinya, Natasha masih belum sanggup jika Bryan tahu yang sebenarnya.


Perjalanan yang mereka tempuh lumayan jauh itu membuat Bryan beberapa kali harus berhenti untuk mengistirahatkan tubuhnya, "Ini minum dahulu," Natasha memberikan sebotol minuman untuk Bryan saat mereka berhenti di salah satu rumah makan.


Natasha ingin membeli makan siang terlebih dahulu, biar bagaimanapun mereka juga butuh tenaga agar bisa sampai dengan selamat.


"Makan dahulu yuk, Mia sudah memesan beberapa makanan di dalam," ajak Natasha.


Bryan awalnya tidak ingin makan siang di sana karena tempat yang terlihat tidak terjaga kebersihannya, "Jangan pernah lihat dari luar saja, ayo masuk kedalam aku yakin kamu tidak akan kecewa," sambung Natasha menarik tangan Bryan yang sedang berdiri sambil bersandar di mobilnya.

__ADS_1


Bryan mengikuti Natasha yang terus memegang tangannya, ada perasaan yang tidak bisa di jelaskan oleh hatinya.


"Ini sebenarnya rumah makan atau restoran bintang lima?" tanya Bryan saat masuk kedalam rumah makan itu.


Natasha hanya terkekeh mendengar pernyataan Bryan, dia tahu Bryan tidak pernah makan di pinggir jalan sebelumnya jadi dia hanya tahu tentang restoran yang sudah menjadi langganannya.


"Restoran bintang lima harga kaki lima," kekeh Natasha.


Bryan mengeryitkan dahi, "Maksudnya bintang lima harga kaki lima?" tanya Bryan bingung.


Yang dia tahu jika harga di restoran bintang lima pasti sangatlah mahal, "Kamu mau tahu maksud aku?" tanya Natasha memberikan buku menu yang ada di depannya.


Dengan seksama Bryan membaca satu persatu menu yang ada di daftar, seketika dia terkejut saat melihat harga yang tertera di sana.


"Ini asli harganya segini? Kenapa kalau aku makan bisa dua sampai tiga kali lipat harganya?" Bryan semakin di buat terkejut dengan penampilan yang tidak jauh berbeda dengan buatan restoran langganannya.


Mia dan Natasha hanya tertawa melihat wajah bingung Bryan, "Tidak usah heran begitu, lebih baik kita makan dahulu habis itu kita berangkat lagi," usul Natasha yang menyuruh Bryan untuk makan terlebih dahulu.


"Akhirnya kenyang juga," ucap Mia tanpa malu.


Natasha tertawa melihat tingkah laku Mia yang tidak perduli jika di hadapannya adalah sang bos, "Sudah semua? Kita lanjut perjalanan bagaimana?" tanya Bryan yang sudah tidak sabar ingin mengistirahatkan tubuhnya.


"Yuk," ajak Natasha.


Wanita itu membayar makanan terlebih dahulu, "Ini," Bryan memberikan kartu debit miliknya kepada Natasha.


"Kode PIN nya tanggal lahir kamu," ucap Bryan meninggalkan Natasha yang bingung. Bisa-bisanya pria itu mengganti kode PIN kartu debit miliknya dengan tanggal lahir dirinya.


Natasha masuk ke dalam mobil setelah selesai membayar semua tagihan dengan kartu milik Bryan, "Ini kartu kamu," Natasha mengembalikan kartu milik Bryan setelah duduk dan menggunakan sabuk pengamannya. Bryan tidak mengambil kartu itu, pria itu malah melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


"Ini kartu kamu, simpan dahulu," Natasha memerintahkan Bryan untuk menaruh kartu itu di tempatnya semula.


" Kamu pegang saja, kalau butuh pakai saja aku tidak masalah," ucap Bryan yang terus fokus dengan jalanan di depannya.


Natasha mendengus kesal dengan Bryan, "Kamu tahu darimana tanggal lahirku? Dan juga kenapa kamu ganti PIN kartumu?" Natasha memberikan banyak pertanyaan kepada pria di sebelahnya.


Bryan dengan santainya menjawab satu persatu pertanyaan gadis manis itu, "Kamu mau tahu kenapa aku mengganti nomor PIN nya? Dan aku tahu darimana tanggal lahir kamu?" tanpa di sadari Natasha menganggukan kepalanya, dia ingin tahu kenapa Bryan melakukan itu semua.


Mia tidak memperdulikan dua orang yang sedang berdebat di depannya, gadis itu sedang asik menggunakan ponselnya, dia sedang memberitahu kepada sang ibu jika dirinya dalam perjalanan menuju ke sana.


"Pertama aku memang berniat untuk memberikan salah satu kartuku untuk kamu, jadi kamu bisa belanja sesuka hatimu. Yang kedua kamu tahu bekerja di mana? Jadi sudah pasti aku mengetahui segalanya tentang dirimu," jelas Bryan sambil menatap wajah Natasha sekilas sebelum kembali melihat jalanan di depannya.


Natasha menghela nafasnya, "Andai kamu tahu siapa aku yang sebenarnya, kamu tidak perlu memberikan satu kartu ini untukku," ucap Natasha pelan sambil melihat jalanan di sampingnya.


Mia hanya tersenyum melihat Natasha yang pasrah akan kehendak sang kekasih, Mia juga tidak ingin menceritakan semuanya jika Natasha sendiri masih menutupnya dengan rapat dari Bryan.


"Mia alamatnya mana?" tanya Natasha saat mereka sudah tiba di salah satu gapura pintu masuk ke desanya.


Mia memberikan secarik kertas yang berisikan denah rumahnya, gadis itu tahu jika hanya nama jalannya saja akan sulit untuk Bryan. Mobil yang membawa mereka telah tiba di halaman sebuah rumah yang cukup asri dengan beberapa pohon di depannya, Mia bergegas turun terlebih dahulu ketika mobil sudah parkir dengan sempurna.


Natasha turun dari mobil Bryan, dia menghirup udara yang masih terasa asri dan alami itu. Dari dalam rumah keluar wanita paruh baya dengan wajah yang penuh haru, Mia langsung berlari dan memeluk sang ibu.


"Ibu Mia kangen, ayah mana Bu?" tanya Mia sambil memeluk erat tubuh sang ibu angkat.


Mia tidak pernah merasa jika wanita yang di panggil ibu olehnya hanyalah adik dari sang ibu, baginya dia masih memiliki seorang ibu.


"Ayo ajak masuk teman-teman kamu, pasti lelah seharian di jalan," ajak Rina ibu angkat Mia yang juga adik kandung dari Ibunda Mia.


Bryan dan Natasha mengikuti Mia dari belakang, sesekali Natasha mengedarkan pandangannya melihat sekitar rumah Rina.

__ADS_1


"Kenapa kamu?" tanya Bryan saat mereka berjalan bersisian. Bryan merasa heran karena Natasha terus saja memperhatikan keadaan rumah ibu angkat Mia, "Tidak apa-apa," ucap Natasha yang langsung mendudukan dirinya di bangku.


Dirinya merasa lelah setelah perjalanan jauh yang ditempuh, apalagi ini pertama kalinya dia pergi jauh setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.


__ADS_2