CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN
KESEMPATAN KEDUA


__ADS_3

Natasha mendengar semua cerita Mia, mulai dari awal pertemuannya hingga perpisahan yang harus terjadi. Natasha sedikit sedih saat mendengar alasan perpisahan keduanya, sebab dia tidak tahu jika Mia pernah berada di titik terendah.


"Aku berharap kalian dapat kembali seperti dahulu, apalagi sekarang Raka juga masih sendiri." Natasha memberi semangat agar Mia mau kembali berusaha merebut hati kedua orang tua Raka.


"Itu tidak mungkin terjadi Sya, aku dan dia sudah tidak memiliki hubungan apa-apa terlebih Mamahnya tidak akan pernah merestui hubungan kami," Mia tertunduk saat ingatannya kembali ketika bertemu dengan orang tua Raka.


Pertemuan pertama dan terakhir yang tidak pernah bisa di lupakan hingga saat ini, dia juga menyadari status keluarganya yang sangat tidak sepadan dengan keluarga mereka.


"Aku akan mendukung sepenuhnya hubungan kalian, jadi aku harap pikirkan kembali tawaranku," ujar Natasha sambil berlalu membawa beberapa gelas kotor bekasnya tadi.


Mia terdiam saat mendapatkan dukungan dari sahabatnya, namun dari lubuk hati yang paling dalam dia tidak ingin kejadian itu terulang kembali.


"Aku tidak yakin Sya jika harus kembali padanya," Mia mengekori Natasha yang sedang berada di dapur.


Natasha yang sedang mencuci beberapa piring dan gelas kotor mendengarkan isi hati Mia, dia paham akan kejadian yang pernah menimpanya tapi apa salahnya jika mereka mencoba kembali.


"Aku tahu akan trauma yang kamu alami, namun apa salah jika kamu mau memberi satu kesempatan lagi padanya? Apalagi dia masih mengharapkan kamu lagi," ucap Natasha.


Mia mengambil alih piring yang sudah bersih untuk di taruh, sambil sesekali menghela nafas akibat desakan Natasha.


"Bolehkah aku pikirkan kembali? Aku juga tidak tahu apakah di hatinya masih tersimpan namaku atau tidak." Mia mendudukan diri saat selesai membantu Natasha, dia sambil mengambil gelas di hadapannya. Menuangkan air kedalam gelas, pikirannya menimbang ucapan Natasha.

__ADS_1


"Aku hanya ingin yang terbaik," ujar Natasha yang pamit untuk beristirahat.


Mia hanya bisa menghela nafasnya, "Apa bisa kita kembali seperti dahulu," gumam Mia. Gadis itu berjalan menuju kamarnya berada, mungkin dengan tertidur pikirannya akan menjadi lebih baik.


Pagi yang cerah harus di awali sebuah senyuman namun itu tidak terjadi kepada Mia, dia tidak dapat tidur dengan nyenyak semalam.


"Pagi Sya," sapa Mia yang baru tiba di ruang makan. Gadis itu langsung mendudukan dirinya di salah satu bangku yang ada, sambil mengambil beberapa helai roti dan mengolesnya dengan selai.


"Kamu kenapa Mia? Sepertinya semalam istirahatmu kurang?" tanya Natasha.


Mia yang akan menyuap roti miliknya menaruh kembali sarapannya, sambil menghela nafasnya dia menceritakan penyebab dirinya tidak dapat beristirahat dengan baik semalam.


"Aku bingung Sya, tidak yakin akan perasaan ini," jujur Mia.


"Aku benar-benar tidak bisa tidur semalam, bayangan itu selalu muncul dan aku tidak bisa menghindari," sambung Mia yang terus menatap kosong kedepan.


Ingatan beberapa tahun lalu yang mengharuskan dirinya pergi menjauh, bukan karena tidak mencintai prianya hanya saja Mia tidak ingin Raka menjadi tidak patuh jika terus memilihnya.


Mia kembali meneruskan sarapannya yang tertunda, dengan tidak bersemangat dia menghabiskan sepotong roti dan segelas susunya. Natasha hanya bisa sesekali melirik gadis di depannya, dia mengerti akan perasaannya saat ini terlebih pernah berada di situasi seperti itu.


"Aku yakin suatu saat kedua orang tua Raka akan merestui kalian, tinggal bagaimana kalian bisa menyakini mereka." Natasha memberi semangat agar Mia tidak putus asa dalam mengejar cintanya, apalagi dengan pengakuan Raka semalam kepada Natasha.

__ADS_1


Semalam setelah dirinya mengantarkan sang kekasih, Natasha segera mengambil ponsel miliknya. Dia hanya ingin mengetahui kebenaran tentang hubungan keduanya, jika benar Raka masih menyimpan perasaan kepada Mia, Natasha akan senang hati membantunya agar dapat kembali bersama.


"Kamu tenang saja Mia, aku akan mencoba membantu sebisa mungkin agar kalian dapat bersama. Karena aku tahu bagaimana perasaan Raka kepadamu," gumam Natasha.


Raka menceritakan semua tentang hubungannya dengan Mia yang harus berakhir karena kedua orang tuanya, namun Raka juga mengungkapkan perasaannya saat ini. Dimana perasaannya tidak pernah berkurang sedikipun terhadap Mia, dia juga sebenarnya ingin kembali bersama tetapi Raka tidak ingin jika Mia akan kembali sakit saat bersamanya.


"Kamu harus bisa menyakini kedua orang tuamu kalau kamu sanggup dan sangat menyayangi Mia, biar sisanya aku bantu," ujar Natasha kepada Raka semalam.


Natasha kembali berpikir cara apa yang dapat membuat orang tua Raka dapat merestui hubungan sang sahabat, karena tidak mudah untuk membujuk pria dan wanita paruh baya itu.


"Yuk Sya berangkat," ajak Mia yang membuat Natasha terlonjak kaget.


"Eh iya yuk," jawab Natasha buru-buru. Itu membuat Mia menaikkan sebelah alisnya, "Kamu lagi melamun Sya?" tanya Mia saat melihat wajah Natasha yang terkejut.


"Tidak terlalu, hanya sedikit berpikir tentang acara nanti," bohong Natasha.


Dia tidak ingin rencananya hancur berantakan akibat Mia yang menolak perjodohannya, di dalam kepala Natasha sudah ada beberapa cara untuk mempersatukan hubungan Mia dan juga Raka.


JIKA MENGHILANG DARIMU DAPAT MENGHAPUS SEMUA INGATANKU TENTANGMU, AKU RELA BAHKAN JIKA SAMPAI KAMU MEMBENCIKU KELAK KARENA ITU.


Happy reading guys, jangan lupa like, komen, rate dan votenya ya. Mohon doa dan dukungannya agar aq dapat terus berkarya dengan lebih baik, maaf untuk hari ini sedikit dulu sebab hati dan pikiran lagi ga singkron๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… curhat terselubung ya, maafkan daku kalau gitu.

__ADS_1


Terima kasih semuanya love you all


__ADS_2