CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN
Meeting


__ADS_3

Sampai di ruangan VVIP ardi dan ana sudah disambut oleh klien dari perusahaan A.


" Hallo tuan ardi, senang dapat bekerja sama dengan anda" sapa klien dengan ramah. Dan hanya di balas dengan deheman dan anggukan oleh ardi.


"Mari, silahkan dinikmati hidangannya tuan ardi dan nona seketaris.." menjawab dengan ragu, karena tidak tau nama ana.


"Panggil saya ana tuan" jawab ana tenang.


setelah selesai makan siang, klien menjelaskan apa saja yang akan mereka jalankan saat bekerja sama.


dan ana dengan cekatan mencatat bagian bagian penting dari materi tersebut.


Ardi menyetujui kerja sama ini,nkarena diamelihat keseriusan dari klien tersebut.


"Baik, kerja sama saya terima dan semoga anda tidak mengecewakan saya" ujar ardi dengan ketegasannya.


"Terima kasih tuan, atas kepercayaan yang sudah anda berikan, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan tuan keuntungan dalam kerja sama ini" ucapan tulus dari klien dan dibalas anggukan oleh ardi.


"kalau begitu saya dan bos pamit undur diri, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya." pamit ana kepada klien tersebut.


" Silahkan tuan dan nona" jawab klien tersebut dengan hati yang gembira.


"Alhamdulillah, akhirnya tuan aedi bersedia bekerja sama dengan perusahaan ku, semoga sandra tidak mengacaukan lagi kerjasama ini" guman klien tersebut yang ternyata adalah ayah dari sandra.


Tuan winata sering sekali ditolak kerja sama karena kelakuan sandra yang sangat tidak baik. Bakhan pernah sandra dengan terang²an menggoda klien ayahnya, hal itu lah yang membuat tuan winata sangat geram dengan anaknya itu.

__ADS_1


"huftt.. ini semua karena aku yang terlalu memanjakannya, sudahlah lebih baik aku pulang saja sekarang" monolog tuan winata.


🌺🌺🌺


Pagi hari di sebuah kamar terlihat seorang gadis yang sedang menatap diri nya di cermin. siapa lagi kalu bukan Ana. Walau hanya memakai make up tipis, namun tak bisa di pungkiri kalau ana memiliki kecantikan yang alami.


"Semoga hari ini aku nggak darah tinggi. Males banget harus berhadapan dengan si bos kutub" gerutu ana pada cerminannya sendiri.


Ana turun keruang makan, disana sudah ada kakak dan orang tua nya yang sudah menunggu.


"Lama amat sih lo dek, dandan nuga kagak ada beda nya" cetus johan kepada adiknya.


"itu mah elo nya aja yang mggak bisa ngeliat kecantikan gue." sungut ana, karena kakak nya itu selalu mengejek nya. padahal hanya dengan make up tipis ana sudah sangat cantik.


"sudah sudah, johan apa kamu mau punya adik yang muka nya kaya ondel ondel ??" tanya sang ibu kepada johan.


" Ya kamu lihat aja cewek² yang dandanan nya udah kaya pakai bedak sekilo, dan bibir nya juga pakai lipstik satu meter" cerocos yang ibu, karena terlalu ilfil dengan cewek² yang dandan seperti itu.


"Amit² dah... jo kagak mau punya dik yang kek gitu." jawab jo sambil merinding membayangkan jika ana berdandan seperti itu.


" Nah.. elo aja kagak mau, apa lagi gue. Ogah"


"Sekarang kalian lanjutkan sarapan dan segera berangkat ke kantor" ucap sanv ayah, karena sudah jengah dengan pertengakaran kedua anaknya tersebut.


" Iya ayah.." jawab ana dan jo bersamaan.

__ADS_1


setelah seleaai sarapan, ana dan johan pamit pergi ke kantor, tapi di tengah perjalanan ana melihat ada seorang nenek nenek yang susah untuk menyebrang.


"Kasian banget tuh nenek, bantuin dulu aja kali" guman ana dan langsung menepikan motornya.


"Mari nek, saya bantu nyebrang" Tawar ana yang di balas anggukan dari sang nenek.


"Terimakasih ya nak, sudah mau bantuin nenek" ucap nenek itu tulus..


"Iya sama² nek, yasudah kalau begitu saya pamit dulu ya.


" Iya nak, hati² dijalan" dan dibalas snyuman manis ana.


Tanpa ana sadari, ada sepasang mata yang melihat kejadian itu. Dia adalah Ardinata, bos dari ana sendiri.


"Ternyata jiwa kemanusiaan lo lumayan besar juga. jarang² ada cewek yang rela bantuin nenek² tua, dan itu tanpa meminta imbalan" guman ardi. Dan tanpa dia sadari, ardi sudah merasa simpatik dan kagum dengan sosok ana.


**BERSAMBUNG


Bonus visual dari Ana dan Ardi


ANASTASYA BRAWIJAYA**



ARDINATA GERHANA

__ADS_1



__ADS_2