
Pagi hari di sebuah kamar yang lumayan besar, seorang gadis cantik yang sedang menatap dirinya di cermin.
"Gue harus kuat, gue nggak boleh kelihatan lemah" Ana berusaha meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap kuat.
Hari ini dia berencana masuk kantor, karena dia sudah izin selama 2 hari.
Setelah selesai bersiap siap, Ana turun untuk sarapan bersama kakaknya.
"Selamat pagi kak"
"Pagi..." Jawab Johan. " Udah yakin masuk kerja hari ini ?"
"Yakin kak, Ana juga bosen dirumah terus"
"Yasudah, jangan capek² kerjanya"
"iya kak"
Setelah sarapan mereka berangkat ke kantor masing². Ana yg tetap setia dengan motor matic nya. Sesampainya di kantor Ana disambut oleh sahabatnya.
"Lo yakin udah kuat Na ?" tanya Bunga.
"Yakin kok, kalian gk usah khawatir"
"Yasudah ayok ke ruangan masing"
Akhirnya Ana pergi menuju meja kerjanya. Tak beberapa lama Ardi datang dan membuat Ana sedikit gugup.
"Selamat pagi bos" Ana berusaha bersikap sebiasa mungkin.
"Keruangan saya sekarang" berlalu meninggalkan Ana.
"Maksud si bos tu apaan sih"
Ana berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk menghadapi si bos nya itu.
Tok.. tok..
"Masuk".. jawab Ardi
"Ada keperluan apa bos memanggil saya ?" Tanya Ana to the point.
"Kamu kenapa tidak masuk kerja Na ?"
"Bukankah teman saya sudah meminta izin bos, kalau saya sedang tidak enak badan"
"Lalu kenapa kamu mengabaikan pesan dan telfon dariku ?"
Ana diam. Dia tidak tau harus menjawab apa, Ana hanya bisa tertunduk.
Ardi berjalan mendekati Ana. Ana yang sadar akan gal itu berjalan mundur. Dengan cepat Ardi merengkuh tubuh Ana dan memeluknya.
"Tolong lepasin saya bos, tidak baik jika ada yang melihat"
Ana berusaha melepaskan pelukan Ardi. Tapi bukannya lepas Ardi malah mempererat pelukannya.
__ADS_1
"Tolong jangan hindarin aku Na, Jangan menjauh dariku" Suara Ardi yang terdengar serak.
"Kamu jahat di, kamu jahat.." Ana memukul dada Ardi.
"Maaf, karena aku tidak mempercayai kamu"
"Buat apa kamu nembak aku kalau kamu sendiri sudah mempunyai kekasih.. hiks hiks..."
Tangis Ana semakin pecah di pelukan Ardi.
"Aku sama sekali tidak mempunyai kekasih"
"Bohong..." Ana menatap mata Ardi.
Ardi memegang kedua pipi Ana dan berkata " Aku sama sekali tidak membohongi kamu. Aku berani sumpah"
"Lalu wanita kemarin siapa ?"
"Apakah kamu cemburu ?" Ardi menggoda Ana.
"Aku tidak sedang bercanda bos"..
"Dia Vio, VIOLETA GERHANA. Adik sepupu aku tapi sudah aku anggap seperti adik aku sendiri. Dia baru saja pulang dari luar negri."
Ardi berusaha meyakinkan Ana kalau Vio itu memang benar² adik sepupu nya.
"Kamu tidak sedang berbohong kan ?"
"Kalau kamu memang tidak percaya, nanti sepulang kerja kamu ikut aku pulang"
"Supaya kamu percaya dengan semua perkataan ku"
Ana memandang mata Ardi lekat², berusaha mencari kebohongan tapi hasilnya nihil, tidak ada kebohongan sama sekali.
"Aku percaya kok" Jawab Ana.
"Kamu serius ? kamu percaya sama aku ?"
"Iya 😊"
Dengan hati yang gembira Ardi memeluk Ana. Dia sangan bahagia karena Ana mempercayainya.
"Udah dong pelukannya, sesek tau" Ana mengerucutkan bibirnya.
"Gemesh banget sih tu bibir, minta di cium ?" Goda Ardi.
"Mana ada begitu".. Elak Ana
Diluar dugaan, Ardi malah mencium bibir Ana tanpa permisi. Da itu membuat Ana membulatkan matanya.
"..Emmpphh".. Ana tidak berusaha menolak maupun membalas.
Gemesh karena Ana tidak mau membuka mulutnya terpaksa Ardi menggigit bibir bawah Ana agar dia membuka mulutnya.
Setelah Ana sudah membuka mulutnya Ardi memperdalam ciumannya bahkan m****** bibir Ana.
__ADS_1
"Huft.. huft.." Ardiiii.... Ciuman pertama guee.....
"Sama dong beb, Bibir kamu manis" Goda Ardi yang membuat pipi Ana terasa panas.
Ardi kembali memeluk Ana dan memberikan kehangatan untuk Ana.
"Jangan pernah tinggalin aku lagi. Aku gak yakin bakal tetap baik² saja tanpa kamu"
"Aku nggak akan ninggalin kamu kalau kamu nggak ninggalin aku duluan"
"Aku janji untuk itu😊"
Disaat Ana dan Ardi sedang berpelukan tiba² pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita cantik
"Aaa... mata suci incess ternodai" jerit Vio seolah sedang menyindir Ana dan Ardi.
"Kamu kalau masuk ruangan itu ketuk pintu dulu Vio" Omel Ardi karna sudang mengganggu momen romantis mereka.
"Ya mana Vio tau kalau kakak sedang pacaran"..
"Eh tunggu²... bukannya kata kak Ardi, kakak sedang berantem sama gebetan kakak, kok sekarang malah pelukan sih ?"
"Kita sudah baikan Vio, kakak sudah menjelaskan kesalah pahaman diantara kita"..
"Bagus dong kalau begitu."
"Hallo kakak ipar, kenalin nama aku Vio"
Ana yang dipanggil kakak ipar jadi gugup sendiri.
"Ha.. hai.. Panggi saja Ana"
"Gak usah canggung kak, anggap saja kita temenan"
"Iya Vio..."
"Maafin aku ya udah sempet salah paham sama kamu" Ana merasa bersalah karena sudah mengira kalu Vio adalah kekasih Ardi.
"Gak masalah kok kak. Hal yang wajar bukan jika cowo dan cewek bareng² pasti dikira sepaaang kekasih"..
"Makasih ya😊" ..
"Oh iya Vio.. Tumben kamu datang ke kantor kakak. Ada apa ?" Tanya Ardi penasaran.
"Niatnya sih mau bantu jelasin sama kak Ana. Tapi kayaknya udah telat juga. Yaudah kalau begitu aku pamit pulang aja deh"
"Cepet banget udah mau pulang aja Vi ?
"Ho'oh.. takut jadi obat nyamuk"
Vio meninggalkan kantor Ardi dengan hati yang lega, karena sudah tidak ada salah paham lagi. Dia berharap semoga hubungan kakaknya bisa lamggeng sampai pernikahan.
BERSAMBUNG.....
Maafin author kalau masih sering typo ya guys. Maklum author masih penulis baru.
__ADS_1
See you readers...