
"Sudah siap?" tanya Bryan saat melihat Natasha sudah siap dengan gaun yang begitu cantik dan cocok di tubuhnya. Natasha tampak berbeda dari biasanya, itu membuat Bryan tidak bisa mengalihkan pandangannya.
"Ada yang salah dengan gaunku?" tanya Natasha yang melihat Bryan terus saja memperhatikannya, Bryan berjalan menghampiri Natasha dan menggenggam kedua tangan wanita di depannya. "Tidak ada yang salah dengan gaun ini, justru mataku sepertinya yang bermasalah," ucapan Bryan membuat Natasha sedikit bingung.
Wanit itu melihat gaun yang di kenakan, lalu beralih menatap pria di depannya untuk meminta jawaban atas ucapannya barusan. "Iya sepertinya mataku sedikit susah membedakan antara mana bidadari dan kamu," Bryan mencoba menjelaskan maksud dari ucapannya.
"Maksudmu?" Natasha di buat tambah bingung dengan perkataan Bryan. Pria itu menghela nafasnya saat melihat wajah polos Natasha yang amat mengemaskan di matanya, dia menarik hidung mancung milik sang kekasih.
"Kenapa di cubit? Sakit," Natasha sedkit merajuk saat merasakan sedikit sakit saat hidung mancungnya di tarik Bryan.
"Habis kamu bikin gemas ... Maksud aku tuh kenapa susah membedakan mana bidadari dan kamu soalnya kalian sama-sama cantik dan membuatku terpesona," Bryan mengecup kedua punggung tangan Natasha yang berada di genggamannya.
"Jadi berangkat tidak?" tanya Natasha saat tidak ada pergerakan dari pria di depannya. Bryan segera mengalihkan pandangannya ke wajah cantik Natasha, dengan sopan pria itu mengulurkan tangan tangan kanannya.
"Mari tuan putri," ucapnya yang membuat Natasha tersenyum melihat tingkah konyolnya. Natasha memberikan tangan kanannya dan bergegas meninggalkan rumahnya menuju dimana Jonathan dan Mita berada, "Silakan masuk tuan putri." Bryan membukakan pintu mobilnya untuk sang kekasih, dengan anggunnya Natasha duduk di sebelah kursi kemudi.
"Kamu benar-benar terlihat berbeda Sya," puji Bryan saat mobil yang dikendarainya mulai melaju meninggalkan rumah Natasha. Pria itu sudah menyiapkan kejutan tanpa sepengetahuan sang kekasih, dengan dibantu para sahabat serta sang mamah semua berjalan dengan sesuai rencananya.
__ADS_1
Mobil yang dikendarai Bryan tiba di sebuah restoran, dengan segera pria itu langsung melepas sabuk pengaman yang melekat di tubuhnya. Dengan sedikit berlari, Bryan membuka pintu mobil samping Natasha. Pria itu mengulurkan tangan miliknya sambil membungkukkan badannya, "Mari tuan putri," ucap Bryan yang membuat Natasha tersipu malu.
Bryan segera menutup pintu mobilnya setelah Natasha keluar dan berdiri di sampingnya, "Aku tutup dahulu ya matamu." Bryan mengambil sapu tangan yang berada di sakunya dan memutar tubuh Natasha.
"Kenapa harus di tutup sih?" tanya Natasha saat Bryan menutup kedua matanya dengan sapu tangan. Tidak butuh waktu lama Bryan selesai menutup mata sang kekasih, dia ingin memberikan kejutan yang mungkin tidak akan di lupakan oleh wanitanya.
"Ini kejutan, jadi kamu harus siap ya," jawab Bryan sambil menuntun Natasha berjalan. Dengan perlahan Bryan dan Natasha mulai memasuki restoran yang sudah di sewanya, "Pelan-pelan." Bryan membawa Natasha ke salah satu meja yang sudah di tata oleh sang mamah, Natasha sedikit merasa gugup saat Bryan membuka penutup matanya.
Pandangan Natasha sedikit buram saat Bryan melepas penutup matanya, tidak butuh waktu lama untuk Natasha mulai menyadari jika ruangan dimana dirinya berada telah di sulap sedemikian rupa agar terlihat lebih romantis. Dari arah belakang Jonathan dan Mita datang menghampiri kursi tempat Natasha duduk, dengan membawa sebucket bunga mawar merah wanita paruh baya itu langsung memberikannya kepada sang anak.
Bryan bangkit dari duduknya dan berlutut di hadapan Natasha, pria itu mengambil telapak tangan milik sang kekasih dan menggenggam dengan erat. Bryan sedikit gugup saat ingin mengutarakan maksudnya, dia menarik nafas perlahan agar bisa mengurangi sedikit rasa gugup yang sedang menyerangnya.
"Iya," jawab Natasha yang langsung menatap kedua mata pria di depannya.
Bryan memberikan bucket bunga yang berada di tangan kanannya dan memberikannya kepada Natasha, dengan malu-malu Natasha mengambil bunga itu. Bryan merogoh saku celana miliknya, "Aku tidak pandai merangkai kata ...." Bryan berucap dengan sedikit gugup, apalagi ini pertama kali baginya melamar wanita pujaan hati.
Bryan membuka kotak kecil yang diambil dari sakunya, "Aku juga tidak bisa menebak apa yang ada di pikiranmu tetapi, aku ingin kamu selalu berada di pikiranku dan hanya kamu yang ada di hatiku." ujar Bryan sambil membuka kotak yang berisikan sebuah cincin berlian.
__ADS_1
Natasha terkejut saat mendengar semua ucapan Bryan, "Will you marry me? " sambungnya yang membuat Natasha terlonjak kaget. Dia tidak percaya dengan apa yang ada di depannya, Natasha berpikir sejenak sambil memejamkan kedua matanya. Tanpa menunggu lama Natasha menganggukkan kepala, "I will," jawabnya hingga membuat Jonathan dan Mita merasa terharu.
Sorak-sorak dan tepuk tangan dari beberapa karyawan yang berada di dalam restoran menggema hingga tanpa mereka sadari jika ada seseorang dari kejauhan sedang mengintai mereka, "Bos mereka sedang berada di restoran The King. Saya lihat ada seorang perempuan juga disana," ujar salah satu anak buah dari Sam yang menelepon untuk melaporkan kepada sang atasan.
Sam memerintahkan beberapa orang untuk mengikuti Jonathan, dia ingin mencari tahu tentang keberadaan anak Raihan. Karena hanya Jonathan yang sangat dekat dengan Raihan, jadi pasti pria paruh baya itu mengetahui siapa anak kandung Raihan.
"Pantau terus, jangan sampai kalian lengah," perintah Sam kepada anak buahnya.
Jonathan merasa gembira karena sebentar lagi cita-citanya akan segera terwujud, yaitu menikahkan sang anak dengan anak sahabat yang sangat di sayanginya. "Dad senang kalian akhirnya bisa bersatu, soal semua acara pernikahan kalian biar urusan Dad dan Mom saja," ujar Jonathan yang tidak sabar ingin menjadikan Natasha sebagai menantunya.
Natasha merasa malu saat Jonathan dan Mita datang menjemput, mereka mengajak calon menantunya untuk duduk menyantap makanan yang sudah di persiapkan. Di saat mereka sedang menyantap makan malamnya, ponsel milik Jonathan berdering. Pria paruh baya itu meminta izin untuk mengangkat panggilan dari salah satu anak buahnya yang di tugaskan untuk terus menjaga Natasha, Jonathan langsung mengangkatnya setelah merasa aman.
"Ada apa?" tanya Jonathan saat menjawab panggilan salah satu anak buahnya.
"Lapor bos, ada yang sedang memantau kalian saat ini," ujar anak buah Jonathan yang sedang manjaga keluarga Jonathan darj kejauhan. Pria paruh baya itu mengedarkan pandangannya, hingga tanpa di sadari menemukan dua orang yang sedang melihat keluarganya.
"Tangkap dia dan bawa ke markas," ujar Jonathan yang langsung mematikan sambungan teleponnya. Dengan santai dia kembali memasuki restoran dan mulai bergabung untuk menyantap makanan yang sudah tersedia di meja.
__ADS_1
Holla, maaf ya baru bisa up karena beberapa minggu kemarin tugas numpuk dan ada musibah juga jadi maaf banget baru bisa kirim hari ini. Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate nya. Oh iya maaf bukan sombong tidak mau balas komen dari kalian tetapi, suka lupa akunya😅😅😅😅😅 terima kasih sudah mau menyempatkan diri untuk membaca karya ku.🥰🥰🥰🥰🥰