
Natasha membantu Mita untuk memasak makanan bersama dengan asisten rumah tangga di sana, sambil sesekali Mita menanyakan tentang kesiapan dirinya untuk membina rumah tangga bersama anak tunggalnya.
"Kamu sudah siap belum untuk menuju ke jenjang yang lebih serius?" tanya Mita sambil memotong sayuran di depannya.
Natasha yang sedang mengaduk masakan di hadapannya, seketika menoleh saat mendengar pertanyaan dari calon mertuanya.
"Siap Mom, tapi ...." ujar Natasha yang ragu untuk mengungkapkan keinginannya saat ini.
"Tapi kenapa sayang?" Mita menaruh pisau yang sedang di pegangnya dan menghampiri Natasha.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" sambung Mita saat berada di sebelah Natasha.
Sedikit ragu namun dia harus mengungkapkan perasaannya, bukan maksud untuk tidak tahu terima kasih.
"Bagaimana kalau acara pernikahan nanti tidak perlu terlalu mewah Mom, cukup sanak saudara dan kerabat terdekat saja." Natasha memberanikan diri untuk mengeluarkan usul yang beberapa hari mengisi pikirannya.
Mita sedikit terkejut dengan ide yang di keluarkan oleh Natasha, bukan karena tidak menghargai usul sang calon menantu. Dia ingin acara pernikahan sang anak kelak menjadi ingatan yang tidak mudah di lupakan, namun sepertinya Mita harus mengiyakan usul gadis di sebelahnya.
"Kenapa tidak mau dirayakan acaranya nanti?" tanya Mita ingin tahu alasan apa yang membuat Natasha menginginkan seperti itu.
Natasha mencoba menjelaskan alasannya, sambil terus memasak untuk makan malam bersama.
"Aku cuma ingin yang sederhana saja Mom, kan yang terpenting adalah bagaimana kita menjalaninya nanti." Natasha memandang wajah Mita dengan tatapan menyakinkan, dia hanya ingin keluarga Bryan tidak mendapat masalah saat mengetahui siapa yang menjadi anggota baru keluarganya.
"Mom bahagia saat mengetahui siapa yang akan menjadi pendamping anak Mom satu-satunya itu," Mita merasa bersyukur karena Bryan bisa mendapatkan gadis cantik dan pintar seperti Natasha.
__ADS_1
Dahulu Mita juga menyukai Cintya dan berharap gadis itu menjadi menantunya kelak. Namun sebelum keinginannya tercapai, dia mendapat kabar jika mereka harus mengakhiri hubungan yang sudah terjalin beberapa tahun itu. Mita sangat menyayangkan dengan keputusan yang di buat anak semata wayangnya tetapi, setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi Mita menjadi merasa bersyukur dan menganggap keputusan Bryan adalah pilihan yang tepat.
"Lagi pada bahas apa sih?" tanya Bryan yang tiba-tiba masuk ke dalam dapur.
Mita dan Natasha menengok sebentar saat mendengar suara pria itu, Bryan berjalan menghampiri Natasha yang tidak acuh terhadap kedatangannya.
"Serius sekali sih masaknya," Bryan memeluk Natasha dari belakang sehingga membuat gadis itu berjengkit kaget.
"Apaan sih, ada Mom tuh." Natasha mencoba menurunkan tangan Bryan yang sedang memeluk perutnya, Mita yang melihat hanya tertawa kecil sebab dia tidak pernah melihat sikap manja sang anak.
"Sudah sana, jangan mengganggu para wanita sedang memasak," usir Mita.
Bryan terpaksa melepaskan pelukannya dan berjalan menuju dimana kulkas berada, dia mengambil minuman kaleng dan langsung menenggak ketika tutupnya telah terbuka.
"Jangan lama-lama ya Mom, aku sudah sangat lapar," ucap Bryan sebelum berlalu meninggalkan dimana Natasha dan Mita masih sibuk membuat makan malam untuk mereka semua.
"Kenapa itu muka kok cemberut?" tanya Jonathan tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi di depan.
"Mom jahat, masa aku di suruh pergi." Bryan membuat muka sedih di depan sang ayah, Jonathan hanya menatapnya sekilas.
"Ya salah sendiri, kan kamu tahu mereka sedang membuat makan malam terus kenapa kamu ganggu?" tanya Jonathan. Bryan terkekeh mendengar ucapan sang ayah, memang benar jika dirinya sedang mengganggu dua wanita yang sedang sibuk itu.
Tidak butuh waktu lama, masakan yang dibuat oleh Mita dan Natasha selesai juga. Dengan di bantu beberapa asiten rumah tangga yang berada, pekerjaan mereka menjadi lebih cepat selesai.
Natasha memanggil Bryan serta Jonathan, "Dad," panggil Natasha yang membuat Bryan ikut menengok.
__ADS_1
"Aku panggil Dad bukan kamu," sambung Natasha yang membuat senyum Bryan hilang seketika.
Natasha tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi wajah pria di depannya, Jonathan tidak memperdulikan pertengkaran yang akan terjadi di antara mereka berdua.
"Loh mana Natasha dan Bryan?" tanya Mita saat hanya melihat sang suami yang datang menghampirinya.
"Biasa lah mereka, maklum anak muda yang sedang jatuh cinta seperti tidak pernah muda saja kamu Mom." Bayangan masa lalu Mita kembali terlintas saat sang suami justru membayangkan saat pertama pertemuan, saat dimana Jonathan mengungkapkan perasaan terhadapnya.
"Ayo Mom sedang memikirkan apa?" tanya Bryan yang sedang berjalan menuju kearahnya.
"Tidak memikirkan apa-apa, sudah ayo kita makan," ujar Mita yang mencoba menutupi suasana hatinya saat mengingat masa lalu.
Mita juga kembali teringat tentang Sam yang pernah hampir membuatnya ternodai, beruntung saat itu dirinya bertemu dengan Jonathan. Jika tidak dia tidak akan tahu apa yang akan terjadi saat ini dan semenjak itu, Jonathan dan Mita sangat membencinya. Awalnya Mita tidak mengetahui jika Cintya adalah anak dari Sam, sebab tidak ada yang pernah menceritakan tentang silsilah kehidupan gadis itu.
Natasha mendudukkan dirinya di sebelah Mita, Bryan awalnya tidak setuju namun dia pasrah saat Jonathan yang memerintahkannya.
"Sudah ayo makan," ajak Jonathan yang memulai acara makan malamnya.
Dentingan sendok dan garpu tercipta saat bersentuhan langsung dengan piring, mereka makan malam dengan sunyi hingga selesai.
"Enak banget Mom makanannya," puji Bryan saat sudah menyelesaikan makan malamnya.
Peraturan di rumah Bryan adalah tidak boleh mengeluarkan suara saat sedang makan, karena itu perbincangan akan di mulai saat semua anggota keluarga sudah menyelesaikan makannya satu-persatu.
"Siapa dahulu, calon menantu idaman Mom," ujar Mita yang membuat Natasha tersipu malu.
__ADS_1
JANGAN PERNAH KAMU RAGUKAN HATIKU, SEBAB KAMU TIDAK AKAN TAU SAMPAI KAPAN AKU AKAN BERTAHAN DENGAN KERAGUANMU ITU.
Hallo semuanya, maaf ya beberapa hari seperti biasa kerjaan masih numpuk dan ini lagi usaha buat up. Mudah-mudahan selalu bisa dapet ide biar jalan ini bisa berjalan sebagaimana mestinya, karena beberapa masalah di dunia nyata yang menggangu pikiranku. Jangan lupa like, komen dan rate nya ya klw mau ngevote buat novel satunya aja😅😅😅😅😅 sekali lagi terima kasih dan mohon maaf ya guys 🤗🤗🤗🤗🤗