
Hari ini adalah kali pertama Ana dan Ardi jalan jalan berdua. Mereka menikmati waktu kebersamaan yang jarang mereka miliki.
Style yang di pakai Ardi
Style Ana
"Si Ana ngapa cantik bener dah, makin tambah cinta gue " Guman Ardi saat melihat Ana keluar dari rumah.
"Kamu kenapa bengong Ar ?" bingung Ana,
"Eng.. enggak kok. Yaudah yuk masuk mobil"
"Iya..."..
Di dalam mobil suasana sangat canggung. Hingga Arfi memecah keheningan.
"Mau jalan kemana sekarang ?"
"Terserah... Nge mall juga boleh" Jawab Ana.
"Oke. Berarti sekarang kita pergi ke mall dulu" ucap Ardi sambil mengemudi menuju mall.
Sesampainya di mall mereka langsung menuju toko sepatu. Karena ada sepatu yang ingin Ana beli.
"Bagus yang mana Ar ?"
Memperlihatkan sepatu yang mau di beli Ana.
"Kalau menurut aku cocok yang warna pink, simple tapi elegan"
"Oke.. Kalau gitu aku beli yang pink aja deh"
Setelah membayar sepatu Ardi mengajak Ana ke toko tas. Ardi ingin membelikan satu tas untuk Ana.
"Kamu ngapain ngajak aku kesini ?"
"Mau beliin kamu tas" Jawab Ardi enteng.
"Nggak usah Ar. Tas aku masih banyak"
Ana mencoba menolak. karena dia sangat lemah iman kalau sudah ada di toko tas.
"Udah deh, nggak usah bawel"
"Tapi jangan salahin aku kalau kamu bangkrut hari ini" Ana mencoba memperingati. tqpi tetap di acuhkan Ardi.
"Mbak.. keluarkan tas keluaran terbaru"
"Baik tuan, tunggu sebentar"
__ADS_1
"Ini beberapa tas keluaran terbaru kami tuan"
"Silahkan di pilih tuan dan nona"
"Ana. kamu pilih yang mana ?" menoleh ke arah Ana. Dan dia kaget melihat raut wajah Ana yang berbinar.
"Imut bener dah kalau tuh muka kek begitu" Batin Ardi.
"Semua nya bagus Ar. aku gk bisa milih" Jawab Ana.
"Wahh... Ternyata nona datang lagi" Sapa manager toko tiba².
"Iya pak. mau di beliin tas katanya" jawab Ana sambil melirik Ana.
"Emang kenapa kalo aku beliin tas ? ada yang salah ?" Ucap Ardi bingung.
"****** kan lo Ar, tadi dia bilang bagus semua lagi" Batin Ardi.
"Tas ini bagus semua loh Ar ?. yakin masih mau beliin aku tas ?"
"Yakinlah. Emang kenapa kalau kamu pengen semua"
"Ya gapapa sih Ar"
"Yaudah mbak. bungkus ini semua" sambil menyerahkan black card.
Setelah selesai membayar mereka menuju taman. Mereka ingin menghabiskan waktu sore hari di taman.
"Na, gue mau nanya boleh nggak ?" ucap Ardi memulai obrolan.
"Emang elo suka banget ya sama tas² branded"
"Suka, suka banget malah. Dirumah gue punya ruangan khusus buat nyimpen tas² yang udah gue beli".
"Bagus juga selera kamu"
"Biasa aja sih Ar, soalnya aku juga terinspirasi dari ibuku" jelas Ana.
"Oh ya.. Sebelum ini kamu udah pernah pacaran belum ?" tanya Ardi penasaran.
"Kenapa emangnya ?"
"Pengen tau aja sih"
__ADS_1
"Belum, kamu pacar pertama ku, sekaligus juga cinta pertama ku."
"Beneran Na ?" Sungguh Ardi tidak percaya kalau ternyata mereka sama² cinta pertama.
"Bener kok, emang kapan aku pernah bohong"
Ardi langsung memeluk Ana karena terlalu senang. Ternyata dia adalah yang pertama di hidup Ana.
" Udah sore. Aku anter pulang yuk"
Akhirnya Ardi mengantar Ana pulang, karena hari sudah mulai petang.
🌺🌺🌺
Di sebuah kafe lebih tepat nya kafe milik David sedang terjadi keributan. Karena adaseorang wanita yang sedang marah marah.
"Kalau kerja tuh yang bener. Gaji lo belum tentu cukup buat gantiin baju gue yang kotor"
omel si wanita karena tidak sengaja ketumpahan minuman yang di bawa seorang prlayan.
" Ma.. maaf kan saya nona, saya tidak sengaja" jawab si pelayan karena takut.
"Makanya kalau punya mata tuh di pakai" wanita tersebut hampir saja menampar si pelayan.
Tapi berhasil di cegah oleh Ciara yang kebetulan sedang makan di kafe tersebut.
"Jangan karena dia seorang pelayan, elo seenak jidat main nampar orang lain"
Ucap Cia karena sudah jengah dengan sikap sombong si wanita tersebut.
"Siapa lo berani ikut campur urusan gue ?"
"Siapa gue itu nggak penting. Yang jelas gue nggak suka liat orang di injek² harga dirinya"
"Karna lo udah ikut campur, berarti elo yang harus ganti rugi"
"Berapa ganti ruginya " Cia ingin cepat² kelarin masalah ini.
"5 juta dan harus tunai"
"Cuma 5 juta kan ? gitu aja hebohnya minta ampun" sambil mengeluarkan uang cash di dalam tasnya.
"Udah kan ? sekarang lo pergi dari sini"
"Awas lo ya.." karena malu wanita tersebut langsung pergi.
"Makasih ya mbak, udah nolongin saya " ucap si pelayan.
"Lain kali lebih hati² kalau kerja"
"Baik mbak, saya permisi"
Stelah kepergian pelayan tersebut Cia langsung kembali ke meja makannya. Dan secara kebetulan David sedang mengecek cctv. Jadi dia dapat melihat kejadin di kafe miliknya.
"Siapa cewek itu ya..? Berani banget.." Batin David
**BERSAMBUNG.....
Terimaksih buat kalian semua yang sudah mendukung author. Mari kita sama² berkarya😊**
__ADS_1