CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN
CACA (NATASHA)


__ADS_3

Bryan terbangun saat menyadari jika dirinya masih tertidur, dia segera bangkit setelah bermimpi tentang gadis kecilnya. Iya, Bryan terbangun ketika dirinya berlari mengejar sang gadis yang pergi di bawa oleh ayahnya, dengan sekuat tenaga dia berlari hingga terjatuh namun gadis kecilnya tidak dapat di temui hingga saat ini.


"Untung cuma mimpi," ucapnya sambil berjalan keluar kamar.


Bryan membuka pintu kulkas yang berada di depannya, dia mengambil sebotol air mineral dan langsung menengguknya. Saat membuka tudung saji yang berada di meja makan, Bryan menghela napasnya.


"Ah Mom, kamu tega tidak meninggalkan makanan untukku," lirih Bryan saat tidak menemukan makanan di sana.


Bryan yang sudah merasa lapar bergegas kembali kedalam kamarnya, dia mengambil jaket kulit serta kunci motor yang menggantung di dinding. Dengan segera pria itu pergi meninggalkan rumah untuk mencari rumah makan yang dekat, di saat Bryan ingin menaiki sepeda motor ponsel miliknya berdering. Satu pesan masuk tertera dari sang kekasih, dia menanyakan apa pria itu sudah makan atau belum.


Natasha juga menjelaskan jika sebelum Mita pergi, dia menghubungi gadis itu untuk menitipkan sang anak yang pasti tidak dapat mengurus dirinya sendiri. Bryan tersenyum saat membayangkan ketika sang ibu membicarakan kebiasaannya kepada sang kekasih, yang terpenting adalah dirinya tidak akan merasa kesepian lagi.


Bryan mulai menaiki motor kesayangannya dan pergi menuju rumah Natasha, tanpa perlu membalas pesan itu dirinya sudah pasti akan datang tanpa di undang pun. Tidak butuh waktu lama, motor yang Bryan kendarai telah sampai di depan rumah Natasha. Pria itu memarkirkan kendaraannya dan langsung mengetuk pintu, Bryan terkejut saat melihat sosok yang membukakan pintu untuknya.


"Bi Sumi?" tanya Bryan yang masih jelas dalam ingatannya siapa wanita paruh baya di depannya.


"Iya saya," jawab Sumi sambil menunjuk dirinya. "Mau cari siapa ya Pak?" sambungnya saat melihat pria di depannya mengerang kegirangan.


"Bi Sumi lupa sama saya? Saya Byan Bi ... Bryan tapi Caca selalu memanggil saya Byan," jelasnya yang membuat wanita di depannya ikut tersenyum.


"Ini beneran Byan? Eh maksudnya Bryan? Sudah besar dan makin tampan saja ya?" puji Sumi yang membuat Bryan menggaruk tengkuknya.


"Eh iya, kamu tahu darimana rumah ini? Dan ada perlu apa?" tanya Sumi yang baru pertama kali bertemu Bryan di sana, tanpa dia tahu jika Bryan adalah pacar dari majikannya.


Natasha sedikit merasa heran sebab sang asisten rumah tangganya tidak kunjung kembali di saat izin untuk membukakan pintu rumah, dengan segera dia datang menghampiri guna mengecek keberadaan sang asisten.

__ADS_1


"Bi Sumi," panggil Natasha yang membuat Bryan dan Sumi menengok secara bersamaan.


"Loh kok tidak di suruh masuk Bi?" tanya Natasha saat melihat Bryan hanya berdiri di depan rumahnya. Gadis itu menarik tangan sang kekasih agar ikut masuk, namun Sumi mencegahnya dan itu membuat Natasha mengerutkan keningnya.


"Ada apa Bi? Kenapa pacar aku di tahan di depan pintu?" pertanyaan Natasha membuat Sumi menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Aduh gusti, kalau jodoh mah memang tidak akan kemana," jawab Sumi tanpa memperdulikan tatapan heran dari kedua orang di depannya.


"Maksud Bi Sumi apa ya?" tanya Natasha bingung.


Bryan menatap Natasha bergantian dengan menatap Sumi, wanita paruh baya itu menganggukkan kepalanya. Dia membenarkan apa yang ada di pikiran laki-laki di hadapannya, tanpa menunggu lama Bryan langsung memeluk tubuh Natasha hingga membuatnya hampir terjatuh jika tidak bisa menahan keseimbangan dirinya.


"Tunggu ini sebenarnya ada apa sih? Bryan ... Bi Sumi?" tanyanya heran.


Bryan mengajak Natasha untuk duduk terlebih dahulu, dia mulai menceritakan apa yang terjadi ketika dirinya masih kecil. Natasha sedikit terkejut saat mendengar cerita Bryan tentang dirinya, dimana saat beberapa tahun dia harus kehilangan sebagian memori otaknya akibat kecelakaan yang terjadi.


Sumi hanya mengganggukkan kepalanya, "Bener Non ... Saya juga terkejut saat melihat Nak Bryan," jawabnya.


Natasha hanya bisa memandang wajah pria di depannya, dia mencoba mengingat tentang masa lalu yang hilang itu.


"Jadi selama ini aku itu ...?" tanya Natasha sambil menatap wajah Sumi.


"Iya Non, pas kecelakaan beberapa tahun lalu ada sedikit luka yang membuat beberapa ingatan Non hilang ... Setelah Bapak tahu jika Non kehilangan beberapa memorinya, beliau langsung membawa Non pergi," jelas Sumi yang membuat Bryan mengerti kenapa Natasha tidak dapat mengenali dirinya.


"Aku minta maaf soal itu, jika saja aku bisa menjagamu dengan baik mungkin ...." Natasha langsung memegang kedua tangan sang kekasih.

__ADS_1


"Yang lalu biarkan berlalu, sekarang aku sehat dan ada di sini kan?" tanya Natasha.


Bryan mengusap kedua tangan Natasha yang berada di atas tangan besar miliknya, "Aku bersyukur telah bertemu dengan gadis yang selama ini aku cari dan aku sangat bahagia jika gadis kecilku adalah orang yang sama." ucapnya dengan perasaan lega, Bryan selama ini selalu mencoba mencari keberadaan Caca namun tidak dapat di temukan hingga saat ini.


"Ah iya kamu ada apa siang-siang datang ke sini? Biasanya kalau libur kamu cuma tidur di rumah?" tanya Natasha yang sudah paham dengan kebiasaan sang kekasih.


"Jadi aku tidak boleh datang ke sini?" tanya Bryan sambil memasang wajah sedih.


"Boleh sayang, cuma tumben saja apalagi tadi Mom bilang kalau dia pergi keluar kota." Natasha mencoba menjelaskan maksud dirinya.


Bryan tertawa saat melihat wajah panik sang kekasih, niatnya untuk mengerjai gadis di depannya ternyata berhasil.


"Aku lapar, bisa tidak beri aku makanan dahulu sebelum kita lanjutkan perdebatan ini?" pinta Bryan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Natasha langsung melemparkan bantal sofa yang berada di sebelahnya, "Kamu nakal ya," ucapnya sambil terus memukul pria di depannya.


Bryan mengaduh dan meminta ampun, "Sudah dong sayang ... Aku kan cuma mau makan," ujar Bryan sambil menutup tubuhnya dengan kedua tangan.


"Makanya jangan nakal, datang kalau ada maunya saja." Natasha berjalan meninggalkan Bryan sambil terus tersenyum saat mendengar sang kekasih terus memuji dirinya.


Sumi yang sudah lebih dahulu pergi menuju dapur dapat merasakan kebahagiaan anak majikannya itu, bagaimana tidak dahulu setelah kecelakaan terjadi Natasha selalu menyebut nama Bryan ketika tertidur.


"Syukurlah jika mereka sudah bertemu, tuhan memang adil," ucap Sumi dalam hati.


Dia berharap agar Natasha dan Bryan dapat menuju ke jenjang yang lebih serius serta tidak akan ada masalah terjadi lagi, apalagi masalah yang menyangkut dengan keberadaan Sam. Sumi sangat tahu jelas bagaimana sikap mantan majikannya, hanya beberapa bulan saja wanita paruh baya itu bekerja di rumah Sam.

__ADS_1


Happy Reading guys, maaf ya baru sempat update karena banyak kesibukan yang terjadi. Beberapa chapter lagi bakal tamat jadi aku usahankan supaya bisa dapat ending yang pas ya guys. Jadi harap sabar ya, biar aku juga ga terburu-buru. Terima kasih sudah mampir, likenya di tekan ya. votenya juga, kalau komen boleh dong di komen.


JADIKAN PELAJARAN MASA LALU SEBAGAI PELAJARAN BERHARGA DI MASA DEPAN


__ADS_2