
Natasha melajukan mobil miliknya menuju kantor Bryan, namun saat di perjalanan ponsel miliknya berdering tanpa menunggu Natasha segera mengangkatnya.
"Ada apa Raka?" tanya Natasha, dengan sedikit takut Raka menceritakan apa yang sebenarnya sedang terjadi di kantornya.
"Apa?" teriak Natasha saat mendengar jika terjadi penurunan yang sangat besar dalam beberapa bulan terakhir, "Kamu sudah periksa semuanya dengan teliti Raka? Kenapa bisa terjadi?" sambung Natasha yang terkejut.
Tanpa berpikir panjang, Natasha memutar arah menjadi ke perusahaan miliknya. Dia tidak ingin sesuatu terjadi dengan perusahaan yang sudah di rintis oleh sang ayah hancur begitu saja, "Tunggu saya," Natasha langsung mematikan panggilannya tanpa mendengar penjelasan dari lawannya itu.
"Tidak akan aku biarkan, sekarang aku tidak perduli jika Om Sam tahu siapa aku," geram Natasha sambil memukul setir mobilnya.
Dia sudah tidak perduli jika harus mati saat ini juga, baginya menyelamatkan perusahaan sang ayah adalah yang utama. Dengan kecepatan tinggi Natasha mengemudikan mobil miliknya, tidak butuh waktu lama dirinya sudah tiba di perusahaan xxx.
"Selamat pagi Bu," sapa Raka yang sudah menunggu kedatangan Natasha di depan kantor itu.
"Ikut ke ruangan saya sekarang juga," Natasha mengajak Raka untuk membicarakan apa yang terjadi di dalam ruangan miliknya.
Terdengar bisikan yang menanyakan siapa Natasha sebenarnya, karena tidak ada yang tahu satupun jika wanita itu adalah pemilik perusahaan xxx tempat mereka bekerja.
"Cepat jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Natasha saat mereka sudah tiba di dalam ruangan khusus miliknya, dengan gugup Raka memberikan laporan hasil penyelidikannya beberapa hari terakhir.
"Saya sudah curiga saat penurunan penjualan yang sangat drastis padahal pemasaran kita tidak mengalami masalah dan setelah saya selidiki, ada campur tangan Pak Sam di dalamnya," ujar Raka.
Natasha terus membandingkan laporan yang ada, banyak kejanggalan di sana. "Kamu sudah bertanya kepada staf pemasaran?" tanya Natasha yang terus melihat laporan di depannya.
"Sudah Bu dan mereka bilang omset penjualan naik tetapi, Pak Sam memanipulasi data seakan penjualan kita sedang merosot tajam," Raka sebenarnya takut untuk memberi tahu Natasha tentang apa yang terjadi di kantornya.
"Kamu panggil staf keuangan dan pemasaran ke sini, suruh mereka membawa laporan dari beberapa bulan lalu karena saya yakin ini sudah lama terjadi, " perintah Natasha.
Raka yang mendengar perintah dari Natasha sedikit terkejut, pasalnya akan ada orang lain yang tahu tentang siapa pemilik perusahaan xxx.
"Ibu yakin memanggil mereka? Tidak takut jika semuanya terbongkar?" Raka hanya ingin memastikan jika sang bos tidak salah dalam mengambil keputusan.
__ADS_1
"Saya sudah tidak peduli Raka jika semua harus terbongkar sekarang juga," ucap Natasha sambil menutup mukanya dengan kedua tangan.
Natasha merasa sedikit pusing dengan masalah yang sedang dihadapinya akan tetapi, dia harus kuat untuk melewatinya. "Baik Bu saya akan memanggil staf keuangan dan staf pemasaran," pamit Raka.
Natasha melihat jam yang ada di mejanya, "Astaga aku lupa beri kabar," ucapnya sambil memukul keningnya pelan.
Dia segera mengambil ponsel miliknya di dalam tas, "Ya Tuhan, banyak sekali panggilan darinya," Natasha sedikit terkejut saat melihat banyak panggilan masuk dari nomor Bryan.
Wanita itu mencoba menghubungi nomor milik sang kekasih, butuh waktu lama hingga panggilannya mendapatkan jawaban.
"Kemana saja kamu?" tanya Bryan saat melihat sang kekasih yang menghubunginya, "Maaf," ucap Natasha.
Bryan menanyakan keberadaannya, dengan takut Natasha memberi tahukan dimana dirinya berada.
"Aku sedang di perusahaan, tadi Raka memberi kabar jika perusahaan Papah sedang dalam masalah yang sedikit serius makanya aku langsung datang," ucap Natasha.
Bryan langsung memotong ucapan Natasha, "Tunggu aku di sana," sela Bryan yang langsung mematikan panggilan Natasha.
Reni sedikit terkejut dengan kedatangan Raka yang tiba-tiba langsung masuk ke dalam ruangannya, Reni menganggukan kepalanya dan menyiapkan seluruh laporan yang di minta Raka. Dia bergegas mengikuti pria itu menuju ruang staf pemasaran, tanpa banyak pertanyaan Reni membuntuti Raka yang terus melangkahkan kakinya menuju ruangan pemasaran.
Raka menghentikan langkahnya saat mereka tiba di depan ruang staf pemasaran, "Kamu panggil Nay dan segera keruangan saya," ucap Raka.
"Ah iya tolong bilang Nay bawa semua laporan yang saya minta," sambung Raka sebelum pria itu berlalu meninggalkan Reni yang masih bingung.
Reni mengetuk pintu ruangan Nay dan terdengar suara sahutan dari dalam sana, "Nay," panggil Reni saat dirinya masuk ke dalam.
Nay yang sedang sibuk merapikan laporan segera menengok saat mendengar namanya disebut, "Oh kamu Ren, ada apa?" tanya Nay yang kembali sibuk dengan laporan di depannya.
"Aku di suruh Pak Raka untuk memanggilmu, memang ada apa ya kok kita di suruh bawa laporan segala," Reni mengeluarkan apa yang ada di pikirannya saat ini.
Nay menghendikkan bahunya, "Entah, aku juga bingung," ucap Nay yang sudah selesai merapikan pekerjaannya.
__ADS_1
"Ayo kita langsung ke ruangan Pak Raka," ajak Nay yang langsung bergegas bersama dengan Reni menuju ruangan Raka.
Selama perjalanan Nay dan Reni saling bercerita tentang pekerjaannya tanpa terasa mereka telah tiba di depan ruangan milik Raka, dengan perlahan Nay mengetuk pintu ruangan itu hingga terdengar suara yang mengizinkan mereka untuk masuk ke dalam.
"Ini Pak laporan yang di minta," ucap Nay sambil menaruh map yang di bawanya ke meja Raka.
"Kamu pegang dan ikuti saya," Raka yang sedang duduk segera bangkit dan mengajak mereka berdua menuju ruangan dimana Natasha berada.
Dengan perlahan Raka membuka pintu yang menghubungkan antara ruangan miliknya dengan ruangan milik Natasha, Nay dan Reni sedikit merasa bingung saat Raka mengajaknya memasuki lorong yang sangat asing bagi mereka.
"Ini kita mau kemana ya? Aku tidak pernah lihat lorong ini dan akan menuju ke mana ya?" Reni bertanya kepada Nay dengan sangat pelan, dia tidak ingin Raka mendengar percakapan mereka.
Raka mengetuk sebuah pintu yang berada di ujung lorong itu, dengan perlahan pria itu membuka pintunya saat mendengar suara wanita dari dalam yang menyuruh mereka untuk masuk.
"Permisi Bu, ini Reni staf keuangan di sini dan ini Nay staf pemasaran di kantor kita," ucap Raka saat memperkenalkan kedua wanita di sebelahnya.
"Oh iya, Reni, Nay ini Bu Natasha pemilik dari perusahaan di mana kalian bekerja," sambung Raka memperkenalkan siapa wanita cantik yang duduk di depannya.
Saat Natasha akan memperkenalkan dirinya, ponsel miliknya ikut berdering hingga dia harus mengangkatnya lebih dahulu.
"Maaf saya angkat telepon dahulu," pamit Natasha yang langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu keluar.
Sepeninggal Natasha, tidak ada yang berani memulai percakapan. "Kalian berdua duduk dahulu sambil menunggu Bu Natasha kembali," perintah Raka yang langsung di turuti oleh Reni dan Nay.
"Maaf Pak boleh saya bertanya?" Reni memberanikan diri bertanya kepada Raka siapa sebenarnya Natasha.
"Kamu mau bertanya apa Ren?" tanya Raka yang sedang memainkan ponsel miliknya.
"Bu Natasha siapa ya Pak?" tanya Reni yang sedikit takut sebab terlihat jika Raka takut dengan wanita itu. Raka sedang memantau saham yang sedang di jual Sam menoleh saat mendengar pertanyaan Reni, pria itu menarik napasnya sambil menyenderkan tubuhnya di sofa yang mereka tempati.
Maaf ya baru sempat up, beberapa hari ini jadwal beneran padet bikin ga sempet buat ngetik. Mohon dukungannya dengan like, komen, vote dan rate bintang 5 nya ya. Mampir juga di ceritaku yang lain jangan lupa juga tinggalkan jejaknya, terima kasih buat yang sudah berkenan mampir.
__ADS_1