
Bryan mengantarkan Natasha pergi ke sebuah butik untuk mencoba beberapa gaun, dia sudah menyediakan kejutan untuk sang kekasih.
"Silakan masuk," ucap salah satu pelayan yang menyambut kedatangan mereka berdua.
Butik yang mereka datangi adalah langganan Mita, jadi Bryan sudah terbiasa dengan para karyawan yang berada di sana.
"Mari ikuti saya," ajak salah satu pelayan lain. Pelayan yang menyambut mereka di pintu masuk bergegas menuju ruangan sang pemilik, Natasha mengikuti pelayan itu dari belakang.
Setelah sampai di salah satu ruangan, Natasha di persilakan untuk mencoba satu persatu gaun untuk acaranya nanti. Ada empat gaun yang sudah di persiapkan, namun ada satu gaun membuat Natasha meneteskan air matanya.
"Itu Bu Mita yang membawa ke sini, dia minta untuk di rapikan karena sudah usang." Pemilik butik yang tiba-tiba masuk menjelaskan tentang gaun itu, satu persatu kenangan tercipta saat kembali melihat gaun sang mamah.
Iya gaun yang di bawa Mita adalah gaun peninggalan dari Martha, wanita paruh baya itu pernah meminjamnya. Saat ingin di kembalikan Martha berpesan agar menjaga gaun itu dengan baik, ketika sang anak dewasa Martha ingin gaun miliknya di pakai di pesta pernikahan.
Mita yang teringat pesan Martha segera membawa gaunnya ke salah satu butik kepercayaannya, dia yakin gaun milik Martha akan lebih bagus setelah di rapikan dan di beri beberapa aksesoris tambahan.
"Calon mertuamu membawanya ke sini, dia meminta untuk di tambah beberapa aksesoris agar terlihat lebih elegan dan tambah cantik." Sang pemilik sedang membantu Natasha mencoba gaun itu.
"Perfect," sambungnya saat merasa pas di tubuh Natasha.
__ADS_1
Gadis itu tersenyum saat mendengar pujian dari pemilik butik dan juga para karyawan yang sedang bekerja, Natasha di perintahkan untuk menanyakan pendapat kepada Bryan. Dengan jalan perlahan Natasha datang menghampiri pria yang dalam waktu dekat akan menjadi suaminya.
Bryan yang sedang membaca majalah terkejut saat melihat sepasang kaki di depannya, dengan perlahan Bryan melihat Natasha hingga tidak dapat mengedipkan kedua matanya.
"Bidadari dari mana ini?" pertanyaan Bryan membuat Natasha tersipu malu, wajahnya tidak dapat di sembunyikan saat Bryan berada di hadapannya.
"Dad memang tidak pernah salah mencarikan aku istri, sungguh kamu sangat cantik sampai aku tidak rela kamu datang di acara pesta pernikahan kita nanti," ujar Bryan yang tidak lepas memandang Natasha yang tampil begitu mempesona.
Natasha pamit kembali untuk mengembalikan gaun yang di gunakan, setelah selesai Bryan dan Natasha kembali ke kantor masing-masing untuk meneruskan pekerjaannya.
"Nanti pulang aku jemput ya, Mom mengajak makan malam bersama sambil membahas masalah pernikahan kita nanti." kata Bryan sambil terus fokus terhadap jalanan di depannya.
Bryan seketika mengingat Cintya, gadis yang menjadi cinta pertamanya. Setelah mereka putus Bryan tidak pernah menemuinya lagi, dan yang pria itu tahu jika sang mantan di kirim ayahnya untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.
"Terima kasih hari ini ya, jangan lupa tunggu aku ... Jangan pulang sebelum aku datang menjemput," Bryan mengingatkan Natasha saat mobil yang di kendarai tiba di perusahaan miliknya.
Iya sekarang Natasha sudah mengundurkan diri menjadi sekertaris Bryan, awalnya Bryan tidak ingin posisi sang kekasih di tempati oleh orang lain namun dengan perlahan Natasha mulai menjelaskan maksudnya.
"Iya aku tunggu di ruangan saja ya," ucap Natasha dengan senyum manisnya yang membuat Bryan enggan melepas pandangannya.
__ADS_1
"Sudah sana balik ke kantor bukannya ada rapat penting?" sambung Natasha saat teringat kalau sang kekasih memiliki pekerjaan penting.
Natasha yang mengerti dengan sikap Bryan langsung mengambil inisiatif untuk memberi semangat kepadanya, ciuman yang awalnya berupa kecupan berubah menjadi ciuman lembut yang tidak ingin berhenti.
Dengan nafas sedikit tersengal, Bryan melepaskan pangutannya saat menyadari jika sang kekasih kekurangan oksigen akibat ulahnya.
"Terlalu manis sayang kalau cuma di tempel," kekeh Bryan sambil mengelap bibir merah Natasha yang berantakan karena ulahnya.
Natasha langsung keluar mobil saat sudah mendapatkan izin dari Bryan, gadis itu langsung menuju ruangan miliknya.
Natasha awalnya tidak ingin banyak yang mengetahui tentang identitasnya, tapi demi perusahaan peninggalan sang ayah gadis itu mau tidak mau membuka identitas di depan seluruh karyawan.
Tidak heran semenjak identitasnya terbongkar di depan seluruh karyawan sang ayah, Natasha menjadi lebih di hormati dan di hargai. Sifat baik Raihan turun ke anak semata wayangnya, sehingga seluruh karyawan sangat menyayangi dan membantu menutupi identitas Natasha sebagai pemilik perusahaan xxx.
"Bagaimana keadaan perusahaan setelah Om Sam di pecat?" tanya Natasha saat Raka masuk ke dalam ruangannya untuk memberikan laporan keuangan.
"Seperti semestinya, seluruh data kembali normal seperti saat Bapak Raihan memimpin perusahaan ini." Natasha sedikit merasa sedih saat mendengar nama sang ayah, karena sampai kapanpun Raihan adalah panutan yang sangat dia hormati.
Raihan banyak mengajarkan tentang kasih sayang dan tanggung jawab, hingga dirinya dewasa semua yang di ajarkan sang ayah terpakai di kehidupannya.
__ADS_1
Happy reading guys, minta bantuan likenya ya. Sama mau minta vote buat novel yang pertama soalnya lagi ikut lomba😅😅😅😅😅 segini dulu ya chapter hari ini, mudah-mudahan haluan aman jadi bisa tiap hari updatenyaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ see you guys and thanks