
Bryan tiba di rumahnya hampir tengah malam, awalnya pria itu menawarkan diri untuk menemani sang kekasih. Natasha yang tahu akan maksud dari Bryan segera menolaknya, bukan tidak mau melainkan hanya tidak ingin terjadi hal buruk karena status mereka yang belum sah.
Bryan merebahkan diri di kasur kesayangannya, "Akhirnya aku bertemu denganmu lagi," racau Bryan sambil terus mengusap-ngusap ruang kosong di sebelahnya.
Bryan teringat dengan urusannya, "Aku harus menyusun rencana dengan Tomi," ucap Bryan sambil bangkit dari tidurnya dan segera mengambil ponsel miliknya.
Dia mencoba menghubungi Tomi agar datang ke rumahnya, "Ke sini sekarang juga," perintah Bryan saat panggilannya telah terhubung.
Tidak butuh waktu lama, Bryan mematikan panggilannya tanpa menunggu jawaban.
Bryan berjalan keluar kamarnya saat asisten rumah tangga memberitahu jika ada yang mencarinya, "Bagaimana?" tanya Bryan saat melihat orang yang sedang di tunggunya.
Tomi yang sedang duduk segera bangkit untuk menyerahkan laporan tentang perusahaan Natasha, "Silakan dibaca dahulu," ucapnya.
Bryan mengambil map yang berisikan laporan data pemilik saham perusahaan xxx, "Jadi dia sengaja menjual bagiannya agar dia bisa mendirikan perusahaan sendiri?" tanya Bryan dengan geram.
Dengan takut Tomi menganggukkan kepalanya, "Saya sudah menyelidiki perusahaan yang baru di rintis olehnya dan ini hasilnya Pak," ujar Tomi memberikan satu map lagi yang berisikan tentang perusahaan milik Sam.
Bryan yang sebenarnya sudah merasa lelah mau tidak mau mengecek satu persatu laporan yang di berikan Tomi, Bryan mengepalkan jari tangannya saat membaca laporan perusahaan baru milik Sam.
"Beraninya dia berbuat seperti ini, aku tidak akan membiarkan ini terjadi dan aku pastikan perusahaan itu akan tutup selamanya," geram Bryan saat melihat laporan yang diterimanya.
"Besok kita bahas langkah selanjutnya, dan saya mau semua berjalan lancar tanpa Sam tahu dengan rencana kita," sambung Bryan yang langsung bergegas meninggalkan Tomi seorang diri.
Tomi segera meninggalkan rumah Bryan, "Ah lelahnya dan besok pasti lebih lelah," gumam Tomi yang langsung melajukan mobil miliknya.
Selama di perjalanan pulang Tomi memikirkan cara agar Sam mau menjual saham miliknya, "Mudah-mudahan cara ini berhasil," ucapnya saat dirinya menemukan bagaimana cara yang pasti akan berhasil.
__ADS_1
Di tempat lain Bryan terus membaca laporan keuangan perusahaan milik Sam di ruang kerja miliknya, karena dia yakin jika Sam telah melakukan kejahatan yang membuat perusahaan xxx lambat laun akan mengalami kebangkrutan. "Benar-benar tidak bisa di maafkan," ucap Bryan sambil melempar map yang dipegangnya ke atas meja.
Bryan membuka laptop miliknya dan memeriksa email yang masuk, "Sungguh licik," ujar Bryan saat melihat video dari anak buahnya yang memantau kegiatan Sam. Bryan kembali ke dalam kamar miliknya, dia merebahkan tubuhnya yang sudah terasa lelah hingga terlelap.
"Pagi Non," sapa bi Sumi saat melihat Natasha masuk ke dalam dapur untuk mengambil minum.
"Pagi Bi," jawab Natasha sambil membuka kulkas yang berada di depannya.
"Hari ini mau sarapan apa Non?" tanya bi Sumi yang sibuk menyiapkan beberapa bahan untuk membuat sarapan.
"Aku sarapan di jalan saja bi, soalnya aku harus berangkat pagi ada urusan di perusahaan Papah," ucap Natasha sambil meninggalkan Sumi yang sedang menatapnya.
"Sehat terus ya Non, bibi selalu dukung dan semoga selalu bertemu dengan orang yang baik," ujar Sumi saat mengingat kenangannya bersama dengan keluarga Raihan.
Bryan yang mendapat telpon dari Tomi bergegas menuju kantornya, "Kamu tolong tahan dulu harga yang kita beri, jangan sampai jatuh ketangan orang lain.
Aku segera mengatur rencana selanjutnya dengan Tomi," ucap Bryan kepada orang kepercayaannya yang bertugas memantau saham yang sedang di lelang oleh Sam.
"Ah aku lupa beri kabar Natasha," Bryan menepuk keningnya perlahan saat teringat jika dirinya belum memberi kabar kepada sang kekasih. Sambil terus mengemudikan mobilnya, Bryan mencoba menghubungi Natasha.
"Maafkan aku sayang, hari ini tidak bisa menjemputmu karena ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan," ujar Bryan saat panggilannya di angkat oleh Natasha.
Terdengar helaan napas Natasha yang membuat Bryan sedikit merasa bersalah, "Maaf," ucap Bryan sebelum mematikan sambungan teleponnya.
"Maafkan aku Sya, aku janji akan membuat kejutan untukmu," Bryan terus menyakini jika saham yang di jual Sam akan jatuh ke tangannya.
Natasha yang baru saja mendapat kabar jika Bryan tidak bisa menjemputnya hanya bisa pasrah, padahal Bryan berjanji untuk menemaninya ke perusahaan sang Papah.
__ADS_1
"Raka, bagaimana keadaan saham yang di jual Sam?" Natasha juga ikut memantau penjualan saham yang di lakukan oleh Sam.
"Masih belum ada penawaran yang berarti, karena hanya baru ada satu nama yang sedang melakukan penawaran," jelas Raka saat Natasha menanyakan perkembangan perusahaan yang sudah hampir bangkrut itu.
"Aku akan ke sana kita bicarakan di ruangan saya," ujar Natasha sebelum mematikan panggilannya.
"Aku harus kuat, aku harus bangkit untuk membangun dari awal perusahaan Papah. Bantu anakmu ini Pah," sambung Natasha sambil melihat photo bersama dengan kedua orang tuanya.
Bryan yang baru tiba di kantor miliknya langsung bergegas menuju dimana ruangannya berada, "Langsung ke ruangan saya sekarang," Bryan menghubungi Tomi untuk segera menemuinya.
"Bagaimana laporannya sekarang?" tanya Bryan, Tomi memberikan laporan hasil kerjanya selama beberapa hari ini.
"Ini laporan yang Bapak minta, saya sudah menyuruh para kolega kita untuk tidak ikut lelang saham perusahaan xxx dan saya pastikan saham yang Bapak mau akan secepatnya bisa kita miliki," Tomi menjelaskan jika tugasnya sudah hampir selesai.
Mereka hanya tinggal menunggu hasil pemenang lelang yang akan di umumkan pukul delapan malam nanti, Bryan menghela napasnya saat melihat laporan yang di berikan Tomi.
"Pantau terus sampai pengumuman tiba, saya tidak ingin rencana ini sampai gagal," perintah Bryan yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Tomi.
"Kalau begitu saya permisi dahulu Pak," pamit Tomi langsung kembali melanjutkan misinya dia tidak ingin mengecewakan Bryan yang sudah sangat banyak membantu masalah ekonomi keluarganya.
Bryan kembali mengecek laporan yang di berikan oleh Tomi, "Tidak sia-sia aku mempercayakan urusan ini sama kamu," ujar Bryan sambil melihat hasil laporan milik Tomi.
"Sebentar lagi semua akan berjalan sesuai rencana dan kamu Sam akan mendapatkan ganjaran yang setimpal atas apa yang sudah kamu perbuat," sambung Bryan yang mengepalkan jari-jari tangannya.
Jam sudah menunjukkan waktu masuk kantor tiba, Bryan beranjak dari kursinya untuk memeriksa apakah Natasha sudah tiba atau belum.
Bryan bergegas mencari keberadaan Natasha ke meja resepsionis, "Maya, Natasha sudah datang belum?" tanya Bryan saat tidak menemukan sang kekasih di meja kerjanya.
__ADS_1
"Saya belum melihat Bu Natasha tiba Pak," jawab Maya gugup.
Bryan langsung meninggalkan meja resepsionis dan kembali ke dalam ruangannya, "Kamu kemana sih Sya?" tanya Bryan sambil terus mencoba untuk menghubungi Natasha.