
Natasha sedikit canggung saat Mita mulai membicarakan tentang konsep pernikahan yang di inginkan olehnya, karena sejujurnya dia masih bingung dengan apa yang sedang di rasakan.
"Kenapa melamun?" tanya Bryan saat pria itu mengantarkan Natasha pulang ke rumahnya. Bryan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi mengingat hari mulai larut dan jalanan tidak cukup padat, tidak ada sahutan dari wanita di sebelahnya sehingga Bryan menyentuh tangan Natasha.
"Iya ...," ucap Natasha yang terkejut dengan genggaman tangan sang kekasih.
"Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Bryan sambil menatap ke arah Natasha dan bergantian menatapa jalanan di depannya.
"Aku hanya berpikir apa tidak terlalu cepat jika pernikahan kita di adakan bulan depan? Aku takut jika Paman Sam tahu siapa aku sebenarnya," ucap Natasha dengan nada sedikit bergetar mengingat perlakuan paman sang ayah yang begitu tega menghabisi nyawa keponakan sendiri. Wanita itu juga mengingat ucapan sang calon mertua yang sudah tidak sabar untuk menjadikannya salah satu anggota keluarga, bukan Natasha tidak bahagia cuma masih ada yang mengganjal di pikirannya saat ini.
Bryan menepikan mobilnya terlebih dahulu, dia melepas sabuk pengaman yang dikenakan dan memiringkan tubuhnya untuk menghadap sang kekasih. "Apa yang kamu takutkan? Aku akan terus menjaga kamu kalau perlu akan aku sewa bodyguard khusus untuk menjaga dan melindungi kamu setiap waktu," Bryan mencoba menenangkan sang kekasih. Dia tidak ingin jika wanita yang bisa merebut hatinya itu di sakiti oleh orang lain meskipun dirinya kelak, Bryan akan melakukan segala cara agar Natasha bisa aman berada di sisinya.
"Aku takut kejadian yang terjadi di keluargaku akan terjadi kepada keluargamu." Natasha tidak dapat menahan tangisnya hingga Bryan menarik tubuh mungil itu untuk masuk ke dalam dekapannya, hangat yang Natasha rasakan namun dia juga tidak ingin egois dan tidak ingin laki-laki yang dicintainya terluka. .
Bryan mencoba menenangkan sang kekasih dan sedikit membocorkan siapa dia sebenarnya, "Kamu tidak perlu takut karena aku maupun Dad tidak akan pernah terluka."
Natasha melepas pelukan Bryan dan mencoba mencerna ucapan pria di depannya, "Maksudmu?" tanya Natasha sambil memiringkan kepalanya. Tanpa aba-aba Bryan mulai menyatukan bibir mereka hingga tanpa di sadari Natasha mulai membalas pangutan yang di berikan oleh pria di depannya, Bryan melepaskan setelah merasa kehabisan pasokan oksigen di dalam dirinya.
__ADS_1
Bryan menyatukan keningnya, "Jangan pernah takut karena apa yang kamu takutkan tidak akan pernah terjadi," ujarnya.
Bryan kembali menjalankan mobil setelah mendapatkan anggukan kepala dari wanita di sebelahnya, selama perjalanan pulang Natasha memandang jalan dengan menyadarkan kepalanya.
Di tempat lain anak buah Sam yang bertugas untuk mengikuti Bryan sedang kejar-kejaran dengan anak buah Jonathan yang sudah mengetahui semua identitas dan keberadaan seluruh anggota lawannya, dengan sangat terlatih seluruh anak buah Sam dapat di ringkus dengan mudah.
"Semua sudah tertangkap, mau kita apakan bos?" tanya salah satu anak buah Jonathan kepada ketua yang bertugas untuk menangkap semua anak buah Sam.
"Bawa mereka ke markas, aku akan memberi kabar kepada tuan besar terlebih dahulu," ucap ketua sekaligus orang kepercayaan Jonathan. Pria itu mengeluarkan benda pipih miliknya dari saku celana yang di kenakan, jari-jari kekarnya mengetikkan beberapa nomor agar tersambung dengan seseorang.
"Semua sudah tertangkap, sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanyanya saat sambungan teleponnya telah terhubung.
Terdengar suara tawa dari ujung telepon, "Kurung mereka semua hingga dia tidak dapat berbuat apa-apa," perintah Jonathan kepada orang kepercayaannya. Setelah di rasa cukup, Jonathan segera mematikan sambungan telepon dari anak buahnya itu.
"Kita lihat sejauh mana kamu bisa bertahan Sam," ujar Jonathan sambil memutar kursi kebesarannya. Pria paruh baya itu mengambil beberapa map yang berisikan tentang semua rencana busuk Sam, tidak dipungkiri jika Jonathan bisa berbuat lebih apalagi menyangkut keluarga dan sahabatnya.
Bryan telah tiba di halaman rumah Natasha, pria itu segera berlari untuk membukakan pintu mobil untuk sang kekasih. "Terima kasih untuk hari ini," ucap Bryan saat Natasha pamit masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Aku yang seharusnya berterima kasih karena semua kejutan kamu," ujar Natasha.
Bryan menggenggam kedua tangan wanita di depannya, "Jangan pernah takut dan jangan pernah berpikir macam-macam. Aku selalu ada di sampingmu," Bryan mengecup kedua punggung tangan Natasha. "Ingat pesanku," sambungnya dan berjalan kembali ke arah dimana mobilnya berada.
Natasha berdiri di depan pintu hingga pandangan mobil milik Bryan tidak terlihat lagi, wanita itu segera masuk kedalam rumah.
"Jadi ini rumahnya," ujar seseorang yang tanpa Bryan dan Natasha ketahui telah membuntutinya dari cafe tadi. Pria itu menutup kembali kaca mobilnya dan langsung pergi meninggalkan rumah Natasha, "Permainan akan segera di mulai jadi bersiaplah," ujar orang itu dengan penuh percaya diri.
Hayo siapa itu yang ikutin?🤔🤔🤔🤔🤔🤔
hari ini ga sampe 1k kata karena belum dapet ide lagi🤧🤧🤧🤧🤧
jangan lupa like, komen dan ratenya klw vote ga usah kasian poinnya 🤣🤣🤣🤣
mudah-mudahan bisa rajin up,soalnya kerjaan dan tugas numpuk🤧🤧🤧
happy reading ya
__ADS_1