CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN
Awal Bekerja


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama ana bekerja dengan bos nya yang baru, karena bos nya yang dulu udah mau pensiun, dan sekarang di gantikan oleh anaknya.


Yang menurut rumor sangan dingin dan arogan.


"semoga hari ini berjalan dengan lancar, " guman ana dalam hati.


Ana turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya. Dan sedikit berbincang bincang dengan orang tua nya.


"Ana, apa kamu tidak mau membantu kakak mu mengurus perusahaan ayah ?" Tanya sang ayah kepada ana.


" Ma'af ayah, bukannya ana nggak mau, tapi ayah tau sendiri kalu ana pengen hidup mandiri. toh sekarang ana sudah nggak nge kos lagi, jadi ana masih punya waktu buat kalian" jawab ana panjang lebar, memberi pengertian kepada orang tua nya.


" Elo kagak kasian gitu dek ama gue.?. tiap hari gue harus lembur" memelas kepada sang adik, tapi yang fitatap malah acuh.


" Ya itu mah derita lo kak, emang lo pikir gue kerja nggak pernah lembur gitu. malah sekarang ada ceo baru lagi." ana malah curhat dengan sang kakak.


"Siapa suruh lo nggak mau kerja di perusahaan sendiri, punya ceo galak baru tau rasa lo" johan berusaha menakut nakuti ana.


"Kok lo bisa tau sih ceo yang sekarang itu galak, gue kan nggak pernah ngomong sama elo ?" tanya ana penasaran, karena dia sama sekali nggak pernah cerita sama kakak nya.


" Ya gue cuma nebak aja sih, soalnya elo kan nggak pernah ngeluh sama gue, kalo misalkan itu ngebuat hati lo tenang" jelas sang kakak, karena memang ana akan tenang dalam bekerja kalau itu sesuai mood nya.


"Iya juga sih, apa kata lo, yaudah gue mau beeangkat dulu, takut telat gue" pamit ana kepada johan.


"Iyee.." jawab johan dengan singkat.


"Ayah ibu ana berangkat dulu ya" pamit ana kepada orang tuanya.


"iya nak, hati hati dijalan ya" jawab ibu dengan lembut.


"Assalamualaikum.."

__ADS_1


"Waalaikumsalam.." jawab johan dan orang tuanya secara bersamaan.


"johan juga pamit dulu ya bu, yah .."


"iya, jangan ngebut2 kalo nyetir" titah sang ibu


"Iya bu, Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam" jawab ibu dan ayah bersamaan


Anastasya pov


Perjalanan dari rumah ke perusahaan memang cukup dekat, sekitar 30 menitan. Jadi ana lebih suka naik motor ketimbang mobil. Dan juga kalau naik motor bisa bebas dari kemacetan.


" Untung gue pakai motor, kalau enggak bisa telat gue" monolog ana, karena di per empatan jalan tadi ada kecelakaan, jadi kalau naik mobil bisa kejebak macet.


Ana memarkirkan motornya ditempat parkir khusus motor, dan disana dia sudah di tunggu ketiga sahabatnya. dengan senyum mengembang ana menyapa ke tiga sahabatnya.


"Sorry ya, gue rada telat😁" sapa ana dengan cengengesan..


"Ya sorry, yang pentingkan sekarang kita nggak telat" bela ana supaya nggak dapet ceramahan lagi.


"Udah², mending sekarang kita masuk, bentar lagi ceo yang baru bakal datang, jangan sampai kita telat" Perkataan Bunga memang paling di dengarkan oleh sahabat²nya itu.


Mereka berempat pun pergi memasuki arean kantor, tepat beberapa menit setelah mereka masuk, ceo baru sudah berjalan memasuki kantor.


Dengan perwakan tubuh yang tinggi, alis tebal dengan proporsi tubuh yang pas. Hal itu yang membuat semua karyawati terpesona, namun semua hanya bisa bisik² saja.


"Selamat datang tuan ceo " sapa semua karyawan dengan senyum seramah mungkin.


"ekhem.." hanya di balas dengan deheman dan anggukan kepala.

__ADS_1


"Sekarang kalian kembali bekerja" Perintah asisten Ardi yang tak kalah dingin.


Semua karyawan pun membubarkan diri, tak terkecuali ana dan teman² nya. semua kembali ke ruangan masing².


"Semangat berjuang na, semoga elo kagak darah tinggi ye " ledek cia kepada ana, yang membuat ana mengerucutkan bibirnya.


"tuh bibir kagak usah di manyun²in juga kali" balas zara.


"gimana gue nggak kesel coba, baru hari pertama aja udah kerasa kutub nya, entah bisa bertahan berapa lama gue.." pasrah ana dengan nada yang lesu.


"udah, jangan pesimis dulu, siapa tau nanti lo bisa naklukin sikap kutub nya bos." Hibur bunga, yang dibalas senyuman manis ana.


"makasih ya, kaluan emang sahabat terbaik gue" ana memeluk ke tiga sahabatnya..


"iya sama², yaudah kita kembali kubikel kita dulu ya" jawab cia yang di balan dengan anggukan kepala ana.


"gue harus semangat" ana menyemangati diri nya sendiri.


Ana kembali ke meja kerja nya, dia berposisi sebagai sekretaris pridadi ceo, berbeda dengan ketiga sahabatnya. Karena kepintaran ana yang membuat dia mudah untuk menempati posisi sekretaris.


Ana bekerja dengan serius. Hingga dia mendapatkan telefon dari bos nya


"Ke ruangan saya sekarang ".. langsung mematikan secara sepihak.


"ihh... ngeselin banget sih tu si bos, untung aja situ atasan gue, kalo enggak udah gue bogem lu" umpat ana kepada bos barunya itu..


**BERSAMBUNG....


Author up sedikit dulu ya, karena belakangan ini author ada kesibukan. dan sama sekali nggak bisa di tinggal.


Terimakasih ..

__ADS_1


Dan jangan lupa like komen dam vote author


sayang banyak² buat kalian semua**


__ADS_2