CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN
NIAT BURUK SAM


__ADS_3

Jonathan sedang menunggu client, pria itu tidak sengaja mendengar suara gadis  yang amat di kenalinya.


"Papah tenang saja, aku akan bisa mendapatkannya apalagi Papah tahu jika kami sudah memiliki perasaan yang lebih," ucap gadis itu. Dia tidak tahu jika ayah dari pria itu sekarang berada di belakangnya, Jonathan sekali lagi di buat terkejut saat mendengar langsung ucapan dari orang yang di panggil Papah oleh gadis itu.


"Kamu harus bisa membuatnya bertekuk lutut dihadapanmu, papah merasa bangga jika kamu bisa mendapatkan seluruhnya," ujar pria itu yang di ketahui ayah dari kekasih sang anak.


Jonathan sangat mengenal suara gadis yang saat ini membuatnya sedikit terkejut, sebab dia beberapa kali bertemu bahkan sering bercengkrama ketika Bryan membawanya ke rumah mereka. Jadi dia tidak akan salah dengan suara itu, Jonathan terlonjak kaget ketika client yang janji temu dengannya tiba di hadapannya, "Maaf terlambat," ujar sang client.


"Tidak masalah, saya juga baru tiba. Silakan duduk," ujar Jonathan yang memulai pembicaraan. Pikirannya seketika terbagi hingga tidak menyadari jika pemuda di depannya memperkenalkan diri, "Pak," sentak pemuda yang umurnya tidak jauh dari sang anak ketika dirinya di penuhi dengan banyak pertanyaan tentang pendengarannya tadi.


"Maaf saya sedikit melamun, bisa kamu ulangi lagi?" Tanya Jonathan membuat pemuda di hadapannya tersenyum.


"Nama saya Raka, saya utusan dari perusahaan xxx untuk datang menemui Bapak. Mohon maaf bos saya tidak dapat hadir karena sedang ada urusan mendadak." Ujar Raka yang menjelaskan jika bosnya memiliki urusan lain di luar pertemuannya.


"Tidak masalah, karena sepertinya kamu itu orang kepercayaan sehingga bisa berada disini bukan?" Pertanyaan Jonathan membuat Raka mengganggukkan kepalanya pelan.


"Saya memang sering di tugaskan jika Bapak sedang banyak pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan," jelas Raka sedikit merasa tidak enak karena yang datang yang bertemu dengan bos besar di depannya adalah dia bukan Raihan pemilik perusahaan sebenarnya.


Raihan mendapatkan kabar jika sang istri sedang terbaring sakit di sebuah rumah sakit saat perjalanan menuju restoran, sehingga dia harus menyerahkan pekerjaan itu kepada orang kepercayaannya yaitu Raka. Biarpun Raka baru beberapa bulan bekerja di sana terbukti, kinerjanya membuat kepercayaan Raihan kepada pemuda itu sangatlah besar.

__ADS_1


"Bisa kita mulai?" Tanya Raka saat selesai berbasa-basi kepada pria paruh baya di depannya. Itulah yang di ajarkan Raihan guna menarik para investor agar mau menanamkan modal di perusahaan miliknya, karena dengan keramahan yang tercipta akan lebih mudah menarik minat clientnya nanti.


Selama rapat berlangsung banyak masukan serta arahan yang di berikan Jonathan agar kerjasama ya dapat berjalan sempurna, itu terbukti karena tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan sebuah kesepakatan.


"Saya sangat bangga dengan kinerjamu anak muda," puji Jonathan sambil bertepuk tangan ketika selesai menandatanganinya kontrak yang akan mereka jalani.


Raka tersenyum saat mendengar pujian Jonathan, karena dia merasa belum apa-apa di bandingkan dengan bos dan pria di depannya.


"Bapak bisa saja, anda lebih hebat dibandingkan dengan saya," Raka mencoba merendahkan dirinya. Dia tahu kinerjanya belum sampai ke tahap itu, sehingga Raka merasa belum pantas untuk mendapatkannya.


"Andai anak saya seperti kamu cara bekerjanya, mungkin saya tidak perlu menghadiri pertemuan seperti ini," ujar Jonathan yang teringat dengan perilaku sang anak. Bryan seperti tidak peduli dengan perusahaan sang ayah, apalagi saat dirinya mengenal perempuan bernama Cintya. Bryan semakin jauh dengan keluarga dan semakin sulit di atur untuk membantunya membangun perusahaan mereka agar lebih maju.


"Bapak baik-baik saja?" Tanya Raka saat melihat Jonathan terdiam sambil menatap dirinya.


"Ah ... Maafkan saya sedikit melamun, saya baik-baik saja hanya sedang sedikit memikirkan anak semata wayang yang mungkin usianya tidak jauh beda denganmu." Jonathan kembali mengingat wajah Bryan yang tidak pernah serius ketika membicarakan tentang perusahaannya.


"Memang anak Bapak kenapa? Bukankah enak menjadi anak seorang pengusaha terkenal?" Tanya Raka yang sedikit ingin tahu tentang anak dari Jonathan.


"Saya rasa itu tidak berlaku untuk anak saya," Jonathan tersenyum getir saat dirinya pernah mengutarakan jika akan menyerahkan seluruh kekuasaannya kepada sang anak dan hanya mendapatkan penolakan sebab Bryan masih ingin bersenang-senang tanpa memperdulikan tentang perusahaan.

__ADS_1


"Mungkin dia belum mau terbebani dengan urusan perusahaan yang sedkit sulit baginya, semoga saja lambat laun anak Bapak bisa berubah," Raka mencoba menenangkan Jonathan agar selalu berpikir positif kepada sang anak.


"Teriman kasih atas masukannya, saya sampai lupa untuk menawarkan makan," kekeh Jonathan yang langsung mendapatkan jawaban dari Raka.


"Tidak masalah Pak, jam makan siang juga belum tiba," ucap Raka.


Mereka tertawa bersama saat menyadari jika jam makan siang belum tiba, awalnya Jonathan berpikir jika pertemuannya kali ini akan banyak memakan waktu mengingat perusahaan xxx adalah perusahaan yang lumayan terkenal dengan banyak peraturan. Tapi itu ternyata tidak berlaku untuknya, karena tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan kesepakatan yang menurutnya saling menguntungkan kedua belah pihak.


"Kamu sudah berapa lama bekerja di perusahaan xxx?" tanya Jonathan setelah menutup buku menu. Dia memberikan buku itu kepada sang pelayan ketika selesai memesan makan siang untuknya, sambil menunggu jawaban Raka pria itu mengecek ponsel pintar miliknya.


"Baru beberapa bulan Pak," jawab Raka malu. Sebab orang lain akan mengira jika dirinya telah bekerja lama mengingat kepercayaan yang di berikan oleh Raihan tidaklah mudah, dia menjadi karyawan satu-satunya yang tahu tentang keberadaan keluarga pemilik perusahaan xxx.


Jonathan menepuk tangannya saat mendengar ucapan pemuda itu, dia tidak mengira jika seorang pemilik perusahaan terbesar dan terkenal bisa mempercayai karyawan yang baru beberapa bulan bekerja dengannya. Pasti jika bukan karena kinerja dan kerja kerasnya, dia tidak akan mudah percaya.


Sambil menunggu pesanannya tiba, Jonathan sedikit bercerita tentang sang anak yang menyukai gadis licik. Pria paruh baya itu menjadi geram saat mengingat niat jahat kekasih sang anak dengan ayahnya, untung saja saat Raka tiba mereka telah pergi terlebih dahulu. Jika tidak akan ketahuan keberadaannya disana, padahal Jonathan akan melakukan pertemuan bukan untuk memata-matai.


Raka dengan seksama mendengarkan cerita pria di depannya, dia merasakan seperti ayahnya yang selalu mengkhawatirkan dirinya. Ah mengingat itu dia jadi rindu sang ayah, kapan dia bisa mengambil cuti untuk bertemu dengan keluarga tercinta.


"Ayah, Ibu ... Raka rindu kalian," ucapnya dalam hati

__ADS_1


Halloha, maaf ya jarang up. Kalau cerita ini aku tarik ke sebelah gimana? banyak yang baca ga ya😅😅😅😅😅 lagi iseng coba bawa cerita ini ke sebelah, kalau banyak peminat nya ya mau ga mau di sebelah. Tapi kalau kalian sayang sama cerita ini mohon like, komennya juga. Kalau vote aku ga masalah tapi like dan komennya itu loh suka bikin sesek aq🤧🤧🤧🤧🤧 mohon dukungannya ya dan terima kasih telah menyempatkan diri untuk membaca ceritaku.


__ADS_2