
Setelah mengumpulkan keberaniannya, ana langsung mengetuk pintu ruang ceo..
Tok.. tok.. tok..
"Masuk.." jawab ardi dengan nada ketus nya..
"Ada keperluan apa memanggil saya bos "? tanya ana dengan sopan..
" Bacakan jadwal saya hari ini .." jawab ardi tanpa berpaling dari laptop nya
"Hari ini jadwal bapak hanya meeting dengan perusahaan A sekaligus makan siang.." jawab ana dengan ramah.
"Baiklah, nanti kamu ikut dengan ku.." titah ardi
" Tapi bos, pekerjaan saya masih banyak, dan juga bukan kah seharusnya bos pergi dengan asisten pribadi bos ?".. tolak ana secara halus..
"apa kau ingin menolak perintahku, lagi pula kau adalah skretaris pribadi ku bukan ?" sorot yang tajam
"lalu apa alasan mu menolah perintahku ?" lanjutnya dengan nada mengintimidasi.
"Bu.. bukan itu maksud saya bos ?" ana menjawab dengan gugup, karena ana takut dengan aura nya ardi
"lalu..?" sorot mata ardi seolah meminta jawaban
"Baiklah bos, nanti saya ikut meeting dengan bos". pasrah ana. Karena tidak mungkin ia menolak perintah bos nya itu.
__ADS_1
"Baguslah, siap kan berkas berkas yang di butuhkan" ardi menjawab dengan acuh.
"baik bos, kalau begitu saya pamit kembali ke ruangan."
"ekhem.." hanya dibalas dehem oleh ardi
Ana keluar dari ruang ceo dengan muka masam, bukan kah biasanya bos itu perginya dengan asisten pribadinya ? lalu kenapa dia meminta ana untuk menemani nya.
"Dasar es kutub, baru sehari jadi bos udah bikin orang kesel aja, entah bisa bertahan berapa lama gue kerja disini" gerutu ana tentang sikap si bos barunya itu
"Mending gue cepet cepet selesain ni pekerjaan, daripada gue dapet ceramahan dari si kutub".. monolog ana
Ana mengerjakan tugas nya serapih mungkin, karena kalau tidak, bisa di makan hidup² sama si bos kutub. dan aaktu berjalan begitu cepat.
"Udah jam segini aja, siap2 jadi es batu gue, kalau terus terusan ada di deket bos kutub" membayangkan saja sudah ngeri..
"Masuk.."
"maaf bos sekarang sudah waktunya meeting" Ucap ana denga sopan
"Baik.." ardi langsung berdiri, dan berlalu meninggalkan ana di dalam ruangan.
"Dasar bos kutub, main tinggal tinggal aja, dasar kagak punya sopan santun" gerutu ana sambil berlari untuk menyamakan langkah nya di belakang ardi
"makanya, jadi orang jangan lelet " ceplos ardi saat mereka sudah sampai parkiran
__ADS_1
"saya bos ??" tanya ana dengan bingung
"lalu siapa lagi orang yang bersama saya".. ucap ardi dengan nada acuhnya. " cepat masuk mobil sekarang" lanjut ardi dengan nada memerintah.
"saya duduk di depan apa di belakang bos ?".. bertanya dengan polosnya
" kenapa kau masih banyak bertanya, apa saya supir kamu sehingga kamu duduk di belakang !?".. sorot mata ardi yang tajam mampu membuat ana membatu ketakutan.
"ba..baik bos" ana langsung duduk di depan
Di perjalanan suasana sangat hening, tidak ada percakapan sama sekali, ana yang asik dengan dunia nya sendiri (padahal dalam hati mengumpat serapahi si bos kutub itu 😂) dan ardi yang sibuk mengendarai.
Ardi memang tidak memakai sopir, karena menurutnya itu dapat mengganggu privasinya.
Ia akan pakai sopi saat di sedang malas menyetir.
Sampai di restoran tempat mereka meeting, ardi langsung turun dari mobil, dan di ikuti ana di belakang nya.
"Selamat datang tuan dan nona, apa sebelumnya sudah pesan tempat ?" tanya pelayan dengan sopan.
"Reservasi atas nama tuan wijaya" jawab ana ramah.
"Beliau sudah menunggu di ruang VVIP nona, mari saya antar"
ana dan ardi mengikuti pelayan menuju ruang VVIP tempat mereka meeting.
__ADS_1
**BERSAMBUNG
Maafkan author kalau masih banyak typo nya, dan selamat membaca😊**