
Mia sedikit terkejut saat melihat seseorang di belakang tubuh Natasha, dia tidak tahu jika Raka juga akan ikut pergi bersama mereka.
"Kamu mengajak dia?" tunjuk Mia yang sebelumnya menarik tangan Natasha agar ikut ke dapur bersamanya.
Dengan wajah tidak berdosa Natasha menganggukkan kepalanya, sebenarnya dia ingin membuat kejutan untuk Mia. Raka yang semula berjanji untuk bertemu di sana seketika mengubah rencananya, dia ingin melihat wajah terkejut Mia saat dirinya datang.
Benar saja bukan hanya terkejut tetapi, Mia merasa tidak percaya jika dirinya akan ikut pergi bersama.
"Memang ada yang salah?" tanya Natasha.
Mia hanya bisa pasrah saat mengetahui jika Raka akan ikut bersama, di saat akan mengajukan protesnya suara Bryan menghancurkan semuanya.
"Sudah sampai kamu Ka?" tanya Bryan yang langsung masuk dan mendudukan diri di sofa depan Raka.
"Iya nih Pak, baru saja tiba," jawab Raka yang memang belum terlalu lama berada di sana.
Natasha bergegas meninggalkan Mia saat terdengar suara sang kekasih, Mia hanya bisa menggerutu ketika sahabatnya itu meninggalkan dirinya.
Mia berjalan menghampiri mereka semua, terdengar suara tertawa dari ruang tamu namun itu semua tidak membuat Mia juga ikut tertawa. Gadis itu mendudukan dirinya di sebelah Natasha, dengan wajah sedikit cemberut Mia mengalihkan pandangannya dengan memainkan ponsel pintar miliknya.
Natasha yang melihat wajah Mia hanya bisa tertawa dalam hati, dia sangat puas mengerjai sahabatnya itu.
"Sudah yuk berangkat nanti keburu siang dan macet," ajak Raka saat dirinya ingin berbicara kepada Mia tetapi tidak bisa dia lakukan.
Awalnya pada saat Natasha pergi ke dapur, Raka ingin sekali berbicara dengan gadis yang masih ada di hatinya. Tetapi, di saat dia ingin berbicara Mia malah pergi menyusul kepergian Natasha.
Natasha segera bangkit untuk mengambil tas miliknya, Raka dan Bryan langsung pergi keluar sambil membawa beberapa barang milik kedua wanitanya. Mia yang melihat kepergian semua orang ikut meninggalkan ruangan itu, dia berjalan menuju dapur untuk mengambil makanan yang telah di persiapkan oleh mereka berdua tadi.
"Kamu tidak mengambil tas Mia?" tanya Natasha yang datang menghampiri Mia.
__ADS_1
Mia langsung menengok ketika mendengar seseorang bertanya kepadanya, "Tasku sudah di depan Sya," jawabnya.
Mia dan Natasha berjalan menyusul kedua pria yang sudah lebih dahulu menuju mobilnya, sambil sesekali mengecek barang bawaan mereka agar tidak ada yang tertinggal.
"Apa ada yang mau di bawa lagi?" tanya Bryan saat melihat sang kekasih datang menghampiri dirinya.
Natasha hanya menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak ada semuanya sudah beres."
Bryan membuka pintu depan mobil miliknya dan langsung di sambar oleh Mia sebab, dia tahu pasti nanti mereka akan membiarkan dirinya duduk bersama Raka. Namun itu tidak berlaku untuk Natasha, dia sudah memberi kode kepada sang kekasih jika hal seperti itu terjadi.
"Bawa mobilku ya Ka," perintah Bryan sambil melempar kunci mobil ke arah Raka.
Dengan sigap Raka mengambil kunci mobil yang di lempar kepadanya, Mia yang melihat hanya terkejut terlebih usahanya untuk menghindari pria itu gagal di lakukan.
Natasha masuk kedalam kursi belakang bersama dengan Bryan, tidak butuh waktu lama Raka mulai menjalankan mobil dan berlalu meninggalkan rumah sang bos.
"Memang kamu tahu kita mau kemana?" tanya Mia tiba-tiba sesaat mobil mulai memasuki jalan raya.
"Tahu, kita mau ketaman hiburan! Memang kamu tidak tahu?" Raka bertanya balik kepada Mia.
Mia terus memainkan ponsel miliknya hanya untuk mencoba menutupi kegugupannya, terlebih jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Mereka kenapa diam saja ya?" tanya Bryan yang terus memainkan jari jemari milik sang kekasih.
Natasha awalnya ingin marah tetapi, dirinya tidak mungkin merusak suasana saat ini. Gadis itu hanya tersenyum mendengar ucapan Bryan karena memang semua adalah idenya, pria itu hanya mengikuti semua kemauannya.
"Biar saja, jangan lupa rencana kita ya," bisik Natasha.
Bryan hanya menganggukkan kepalanya, sambil mengusap punggung tangan Natasha dia berkata. "Apapun yang bisa membuatmu bahagia akan aku lakukan, meski harus membuatku sakit nantinya."
__ADS_1
Natasha merasa tersentuh saat mendengar ucapan pria di sebelahnya, dia pernah memiliki seorang kekasih namun semuanya harus kandas karena penghianatan yang di dapatnya.
"Aku sangat bahagia hari ini," ucapnya haru.
Tanpa terasa air mata Natasha terjatuh dan langsung di hapus oleh Bryan, dia bahagia bisa menemukan gadis seperti Natasha. Bryan berjanji akan menjaga gadis itu sepenuh hati dan tidak akan menyakiti walau suatu saat akan ada masalah yang terjadi dengan hubungannya.
Mobil yang di kendarai Raka telah tiba di salah satu taman hiburan terbesar di kota itu, dengan perasaan senang Natasha langsung keluar dari mobil dan berlari menuju salah satu taman bunga yang tersedia di sana.
"Sini Mia," teriak Natasha saat melihat sahabatnya itu baru turun dari dalam mobil.
Mia segera berjalan menyusul Natasha, sementara Bryan hanya bisa menatap sang kekasih dengan perasaan bangga.
"Kita beli tiket dahulu saja Pak," ajak Raka.
Bryan yang semula sedang serius menatap sang kekasih langsung memalingkan wajahnya, "Ah iya ...."
Mereka berjalan bersama ke loket yang tidak jauh dari mereka memarkirkan kendaraannya, sambil bertukar cerita tentang pekerjaan masing-masing. Apalagi setelah Natasha mengundurkan diri menjadi sekertarisnya, Bryan sedikit kewalahan dengan jadwal yang harus di aturnya sendiri.
"Kenapa tidak mencari sekertaris baru Pak?" tanya Raka di sela-sela dirinya mengantri.
Bryan berpikir sejenak, bukan tidak ingin mencari sekertaris baru hanya saja dirinya lebih baik mengurus sendiri dan di bantu oleh asisten sang ayah.
"Tadinya mau cari sekertaris baru, cuma Dad mengutus Pak Ridho untuk membantuku ... Jadi ya sudah aku tidak perlu mencari sekertaris baru bukan?" Bryan tertawa saat melihat wajah bingung Raka.
Butuh waktu beberapa saat untuk Raka mencerna ucapan Bryan, hingga membuatnya tertawa terbahak-bahak.
"Astaga ternyata Bapaknya Pak Bryan khawatir terhadap anaknya," goda Raka yang membuat Bryan mencebikkan bibirnya.
"Sudah yuk kita panggil mereka," ajak Bryan saat sudah mendapatkan tiket masuk dan mencoba mengalihkan pembicaraan mereka berdua.
__ADS_1
Maaf ya kalau rada lama, sambil di revisi semuanya. Terima kasih sudah mampir dan membaca ceritaku, jangan lupa untuk like, komen, vote nya apalagi biar bisa masuk ranking gituπ π π π tapi tenang kalian like dan mau baca aja udah bahagia banget. Sampai jumpa di part selanjutnya π€π€π€π€π€