
Bryan dan Raka sudah sangat lelah mengikuti kedua gadis di depannya yang masih sibuk memilah dan memilih barang, dari satu toko ke toko lain guna mencari barang yang mereka berdua cari.
"Cari tempat makan yuk," ajak Natasha saat sudah lelah berkeliling.
Bryan hanya mengehela nafasnya, "Sudah selesai cari barangnya?" tanya Bryan lelah.
Natasha menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Belum sih cuma aku sudah lapar," jawabnya.
Bryan menggelengkan kepalanya, "Ya sudah mau makan dimana?" tanyanya pasrah.
Walaupun seluruh kakinya terasa pegal, namun demi sang kekasih dirinya rela harus mengelilingi mall itu sekali lagi nanti.
"Makan apa yang enak?" pikir Natasha sambil menaruh jarinya di dagu.
Kedua mata Natasha menelusuri beberapa restoran yang berderet di dekatnya, hingga pilihannya jatuh ke restoran Jepang yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Sepertinya makan itu enak!" tunjuk Natasha kesalah satu restoran Jepang yang berada di depannya.
Gadis itu langsung menarik tangan sahabatnya agar ikut bersamanya, Bryan dan Raka hanya mengekori dari belakang. "Harap sabar ya Pak, Bu Natasha memang seperti itu," ujar Raka sedikit memberitahukan kebiasaan si bosnya.
"Memang dia kalau berbelanja seperti itu ya?" tanya Bryan di sela-sela mereka berjalan mengikuti kedua gadis di depannya.
Raka hanya menganggukkan kepalanya, membenarkan ucapan pria di hadapannya sebab memang seperti itu jika Natasha mendatangi tempat perbelanjaan.
"Bu Natasha kalau pergi selalu dengan saya, soalnya Bapak tidak mau sampai orang tahu jika beliau memiliki seorang anak ...." ujar Raka saat mengingat semua pesan Raihan kepalanya.
__ADS_1
Di tempat lain, Sam yang sedang menemani sang istri berbelanja tidak sengaja melihat Natasha yang memasuki restoran Jepang. Dengan senyum licik pria paruh baya itu mulai menyusun rencana di dalam kepalanya, dia tidak ingin gagal lagi untuk menjalankan rencananya merebut kembali perusahaan milik sang keponakan.
"Kamu lihat siapa mas?" tanya sang istri saat melihat kedua mata Sam menatap ke arah depan.
"Tidak, aku tadi seperti melihat temanku tapi sepertinya bukan," elak Sam yang langsung mengajak sang istri untuk meninggalkan tempatnya sekarang.
"Pantas saja kamu kenal betul dengan Natasha ya," sindir Bryan yang seperti sedang cemburu ketika mendengar ucapan Raka.
"Tenang saja Pak dari awal saya tidak pernah sedikitpun menyukai Bu Natasha karena dari dahulu hingga sekarang hanya dia yang ada di hati saya." Raka menepuk pundak Bryan supaya pria itu tidak berpikiran macam-macam dengannya.
"Kalian lama sekali sih," omel Natasha saat melihat kedua pria yang sudah dari tadi di tunggunya baru tiba.
"Salah sendiri kenapa aku di tinggal? Jalan seperti tidak ingat kalau aku juga ikut," jawab Bryan sambil mendudukan dirinya di sebelah sang kekasih.
Raka juga ikut mendudukan dirinya, hanya saja ternyata tinggal bangku di sebelah Mia yang kosong.
"Duduk saja sih Ka, memang kamu mau duduk dimana?" bukan Mia yang menjawab tetapi, Natasha lah yang menyuruh pemuda itu untuk duduk di sebelahnya sang sahabat.
Mia melotot saat mendengar perkataan Natasha yang mengizinkan Raka untuk duduk di sebelahnya, jantung Mia tiba-tiba berdetak lebih cepat saat pemuda itu mulai mendudukan diri di sampingnya .
Natasha melirik Mia yang sedang memprotes dengan pandangan matanya, gadis itu tetap dengan asyik memilih makanan yang akan dia makan nanti.
"Kamu mau makan yang mana?" tanya Natasha sambil mendorong buku menu di depannya ke arah Bryan.
Bryan membulak-balik buku menu di depannya dan mulai memilih satu persatu, Mia dan Raka juga mengikuti mulai memesan makan milik mereka.
__ADS_1
"Iya nanti aku mau kesalah satu butik langganan aku ya," izin Natasha setelah mengembalikan buku menu kepada sang pelayan.
"Kamu mau beli baju apalagi?" gemas Bryan saat mendengar jika sang kekasih masih ingin pergi ke tempat lain, padahal seluruh belanjaan miliknya sudah sebagian di masukkan ke dalam mobil.
"Ada yang mau aku pesan untuk acara perusahaan nanti," jawab Natasha sambil menopang dagunya dengan kedua tangan.
"Kenapa lihat aku seperti itu sih?" Bryan merasa heran dengan tingkah sang kekasih yang terus menatap dirinya.
"Lucu saja pas lihat mukamu yang seperti itu," ledek Natasha.
Bryan dengan gemas mencubit kedua pipi sang kekasih hingga terdengar suara mengaduh, "Sakit sayang ... Ampun," ucapnya yang terus mencoba melepaskan kedua telapak tangan Bryan dari pipi miliknya.
"Makanya jangan meledek aku terus, awas ya kalau nanti seperti itu lagi tidak akan aku kasih ampun," ancam Bryan yang langsung mendapatkan gelak tawa dari Natasha.
"Tidak takut tuh," jawabnya sambil menjulurkan lidah miliknya.
"Kalian tuh ya tidak lihat apa para jomblo ini sedang iri," celoteh Mia.
Gadis itu sedang asyik menatap ponsel miliknya, sebab rasa iri itu hadir ketika harus melihat kebersamaan Natasha dan Bryan. Bukan iri karena dirinya menyukai pria itu tetapi, dia pernah berada di saat seperti itu. Rindu akan perhatian pemuda di sebelahnya, namun gengsi jika dia harus mengungkapkan semuanya.
Mereka melanjutkan berbincang-bincang hingga makanan pesanan mereka tiba, dengan sambil sesekali di isi obrolan ringan tentang sedikit masalah pekerjaan hingga pribadi masing-masing.
Sam yang sudah selesai menemani sang istri, segera mengantarkan pujaan hatinya itu pulang. Dia sudah tidak sabar untuk memulai rencana miliknya yang terbilang nekat saat ini, bagaimana tidak setelah mengantarkan sang istri Sam melajukan mobil miliknya ke perusahaan Raihan berada. Di sana beberapa anak buah dan orang suruhannya sudah bersiaga, Sam ingin mengumpulkan bukti bahwa Natasha adalah anak Raihan yang sedang di cari olehnya.
CINTA DATANG TIBA-TIBA TANPA BISA KITA PREDIKSI TERLEBIH DAHULU, NAMUN CINTA JUGA AKAN PERGI TANPA KITA TAHU KAPAN ITU AKAN TERJADI
__ADS_1
Happy reading guys, kalau ada yang bingung dengan cerita ini aq kembali jelasin ya. Alur ini maju mundur syantik🤣🤣🤣🤣 fokus, fokus. Iya alur yang aku pake itu maju mundur biar berbeda dengan novelku yang lain walaupun alurnya sama-sama ga jelas, eh kok curhat.
Nah jangan lupa tekan likenya ya, komen juga, votenya bolehlah dikit. Terima kasih atas supportnya, kalau di tanya soal update maafkan daku yang ga bisa update tiap hari. Sekali lagi terima kasih atas dukungan kalian ya, miss you all.