CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN
UNGKAPAN ISI HATI 1


__ADS_3

Bryan terus memaksa Natasha untuk membuka mulutnya, "Aku sudah kenyang," ujar Natasha saat sendok terakhir berisi makanan itu berada tepat di depannya.


Dengan segera wanita itu mendorong pelan tangan Bryan, "Baiklah jika sudah kenyang," ucap Bryan yang tidak ingin memaksa lagi.


Pria itu menutup tempat makan dan mengembalikan ke atas meja, "Minum dahulu." Bryan memberikan gelas yang berisi air putih kepada Natasha.


Natasha langsung mengambil alih gelas yang di pegang Bryan, "Terima kasih," ucap Natasha setelah menaruh gelas yang telah habis isinya itu.


Bryan terdiam sejenak, dirinya ingin sekali mengutarakan keinginan untuk mengajak sang kekasih makan malam bersama.


Dia juga ingin mengungkapkan tentang perasaannya kepada Natasha, "Sya," panggil Bryan saat melihat Natasha bangkit dari duduknya.


Wanita itu kembali mendudukan dirinya, "Iya ada apa?" tanya Natasha saat melihat wajah serius Bryan.


"Hmmmm, nanti malam ada waktu tidak?" Bryan mencoba bertanya kepada sang kekasih.


Natasha berpikir sejenak, "Ada. Memang ada perlu apa?" Natasha mencoba bertanya maksud dari pertanyaan Bryan.


"Mom mengajak makan malam, dan dia menyuruh aku untuk bilang sama kamu," ujar Bryan mengutarakan maksudnya.


Sebenarnya pitu sudah menyiapkan kejutan untuk sang kekasih, semua sudah di atur oleh sang ibu dan asisten kepercayaannya.


"Okeh, jam berapa?" Bryan merasa senang karena Natasha menyetujui ajakannya.


"Bagaimana kalau jam tujuh malam aku jemput?" tanya Bryan takut-takut jika Natasha masih memiliki banyak pekerjaan.


"Boleh, hari ini aku tidak terlalu banyak pekerjaan jadi bisa pulang lebih awal," jawab Natasha.


Bryan sedikit lega karena berjalan sesuai rencana, dia sudah tidak sabar untuk menjadikan wanita itu satu-satunya yang ada dihati dan pikirannya.


"Ah iya, bagaimana pekerjaamu selama tanpa aku?" sambung Natasha yang merasa tidak enak karena meninggalkan pekerjaannya.


"Tidak perlu kamu pikirkan, kamu urus saja perusahaan punya papahmu soal pekerjaanku masih ada Radit yang membantu." Bryan memegang kedua tangan Natasha, dia mencoba menjelaskan jika dirinya tidak masalah tanpa bantuan darinya.


"Ya sudah aku kembali ke kantor dahulu, nanti malam aku jemput." Bryan pamit untuk kembali ke perusahaan miliknya, dia mendapat ciuman di kening Natasha sebelum dirinya benar-benar meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Natasha melanjutkan pekerjaannya setelah Bryan pamit untuk kembali ke perusahaan dimana tempatnya bekerja, "Masih banyak pekerjaanku?" tanya Natasha saat melihat Raka yang masuk kedalam ruangannya.


"Tinggal ini saja Bu," ujar Raka sambil memberikan map yang di bawanya.


Natasha mengambil map yang di berikan Raka dan segera menandatanganinya, "Nanti hubungi saya jika ada sesuatu yang penting," ucap Natasha sambil menyerahkan map yang sudah selesai di tanda tanganinya.


Raka dengan setia menunggu sang bos walaupun pekerjaannya telah selesai, pria itu dengan seksama memperhatikan wajah lelah sang bos.


"Semoga semuanya cepat selesai," gumam Raka dalam hati. Dia berharap semua masalah Natasha dapat teratasi segera, Natasha mulai merapikan barang-barang miliknya.


"Saya pulang duluan ya," ucapnya sambil bangkit dari kursi kebesarannya.


Natasha berjalan dengan santai menuju di mana mobilnya terparkir, selama di perjalanan wanita itu tidak henti-hentinya tertawa sambil melihat layar ponsel miliknya.


"Selalu ada saja ulahnya," Natasha berkata saat melihat pesan dari sang kekasih, Bryan selalu memiliki cara untuk menghibur Natasha lewat perkataan. Tanpa nsadari seseorang sedang membuntutinya.


Sayang jangan lupa nanti malam kamu dandan yang cantik ya, biar mom kalah dengan kecantikan kamu. Begitu isi pesan Bryan yang di kirim ke ponsel milik Natasha, pria itu selalu mempunyai cara untuk membuatnya tersenyum.


Natasha mulai mengetik pesan melalui jari-jari lentiknya, dia mengiyakan perintah sang kekasih. Mobil yang di kendarai Natasha berhenti di salah satu butik ternama, wanita itu ingin membeli sebuah gaun untuk malam nanti.


Natasha mulai melihat salah persatu gaun yang di jual, namun satu gaun yang menarik perhatiannya.


Wanita itu langsung tertarik dengan sebuah gaun yang menurutnya tidak terlalu mewah tetapi, tetap memiliki kesan anggun pemakainya.


"Ini Mbak gaunnya," ucap sang pelayan sambil memberikan gaun pilihan Natasha.


Wanita itu berjalan ke ruang ganti untuk mencoba gaun pilihannya, "Bagaimana Mbak cocok tidak?" tanya Natasha kepada pelayan saat pintu ruang ganti di bukanya.


"Cocok sekali Mbak, terlihat semakin cantik Mbaknya," puji sang pelayan saat melihat Natasha.


Wanita itu memutarkan badannya di depan cermin yang tersedia di ruang ganti, "Apa betul ini cocok," ucapnya dalam hati.


Natasha menjatuhkan pilihan pada gaun yang telah di cobanya tadi, "Saya ambil yang ini saja ya," ujar Natasha sambil memberikan gaun yang telah di cobanya tadi.


Pelayan berjalan ke arah kasir dengan di ikuti Natasha di belakangnya, "Berapa Mbak?" tanya Natasha saat tiba di meja kasir.

__ADS_1


Sang kasir menyebutkan nominal yang harus di bayar oleh Natasha, wanita itu langsung mengeluarkan kartu debit miliknya.


"Terima kasih," ucap Natasha. Wanita itu mengambil kantong tas yang berisi gaun miliknya dan pergi meninggalkan butik itu.


Natasha mulai menjalankan mobil miliknya, terdengar suara detak jantung yang membuat dirinya tidak nyaman. Hari telah berganti petang, Natasha yang sudah tiba di rumah sedari tadi sedang mempoles wajahnya dengan make up.


Tidak berselang lama mobil yang di kendarai Bryan tiba di rumah Natasha, dengan langkah besarnya pria itu keluar dari mobilnya dan mengetuk pintu rumah sang kekasih.


"Natasha ada Mia?" tanya Bryan saat melihat Mia membukakan pintu untuknya.


"Ada, sebentar saya panggilkan Pak," ucap Mia yang berjalan masuk dengan di susul Bryan di belakangnya.


Bryan mendudukan dirinya di sofa ruang tamu rumah Natasha, "Sya. Bryan sudah datang," ujar Mia yang langsung masuk ke dalam kamar sahabatnya.


"Cantik sekali Sya, mau pergi?" sambung Mia sambil memperhatikan Natasha yang berbeda dari biasanya.


"Iya, di undang makan malam mamah dan papahnya Bryan," jawab Natasha sambil merapikan rambutnya.


"Ohh ... Ya sudah aku buat bantu bibi dahulu," pamit Mia yang langsung pergi meninggalkan Natasha seorang diri di kamarnya.


"Tunggu sebentar ya Pak, Natasha sedang bersiap-siap," ujar Mia saat melewati Bryan.


"Bapak mau minum apa?" sambung Mia yang lupa menawarkan sang bos untuk minum terlebih dahulu.


"Tidak usah repot-repot, sebentar lagi juga berangkat. Oh iya kapan kamu tiba Mia?" tanya Bryan.


Mia berpikir sejenak mengingat kapan dirinya tiba di sana, "Seminggu yang lalu Pak," jawab Mia.


"Bagaimana keadaan orang tuamu?" tanya Bryan lagi.


Karena seingat dirinya keadaan kedua orang tua Mia sedikit mengkhawatirkan, "Sudah lebih membaik Pak," jawab Mia.


Mia meminta izin untuk meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda saat melihat Natasha keluar dari kamarnya, wanita itu berjalan menuju dimana Bryan sedang menunggunya.


"Sudah siap?" tanya Bryan saat melihat Natasha sudah siap dengan gaun yang begitu cantik dan cocok di tubuhnya.

__ADS_1


Natasha tampak berbeda dari biasanya, itu membuat Bryan tidak bisa mengalihkan pandangannya.


Maaf ya beberapa hari ini tidak sempat kirim cerita, mohon dukungan dengan cara like, komen, rate dan vote nya. Terima kasih sudah berkenan mampir di cerita recehku


__ADS_2