CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN
ANTARA IYA DAN TIDAK


__ADS_3

Bryan kembali setelah bertemu dengan kekasihnya diam-diam, dia tahu jika sang ayah tidak akan pernah merestui hubungannya oleh karena itu pertemuan mereka harus sembunyi-sembunyi.


"Darimana kamu?" tanya Jonathan saat melihat sang anak baru memasuki rumah.


"Baru pulang kerja Dad," jawab Bryan.


Jonathan menatap kemeja Bryan yang sedikit berantakan, dia tahu jelas jika tadi anaknya itu bertemu dengan sang kekasih.


Bryan berniat meninggalkan ayahnya seorang diri, namun langkah kaki harus terhenti ketika Jonathan menyuruh meninggalkan pujaan hatinya.


"Tinggalkan dia atau kamu akan menyesal," ancam Jonathan.


Pria paruh baya itu tidak tahu harus berbuat apa lagi selain memberi peringatan, sebab pengaruh yang gadis itu bawa sangat besar kepada anaknya. Bryan memejamkan matanya, dengan helaan nafas panjang dia menatap sang ayah yang sedang duduk.


"Kenapa Dad? Berikan alasan yang tepat untuk itu semua, aku tidak mudah memutuskan hubungan dengan alasan yang tidak jelas." Bryan mengeluarkan apa yang ada di pikirannya saat ini, dia merasa butuh jawaban yang tepat agar tidak terus menjadi pertanyaan di kepalanya.


Bukannya menjawab pertanyaan Bryan, Jonathan lebih memilih meninggalkannya. Sebelum menghilang dari pandangan, Jonathan memberikan pesan kepada sang anak.


"Kamu akan tahu alasan apa yang membuat saya sangat membencinya dan jika kamu tidak ingin menyesal tinggalkan sekarang juga," Jonathan kembali mengingatkan bagaimana perasaannya saat ini.


Bryan terkejut saat mendengar sang ayah menyebutkan kata SAYA, dia tidak akan pernah berkata seperti itu jika kesalahan yang di buatnya tidak fatal. Dengan langkah perlahan Bryan menuju kamarnya, sambil berpikir apa maksud dari ucapan sang ayah.


Bryan kali ini di buat bimbang bagaimana memutuskan hubungannya dengan Cintya, mengingat gadis itu adalah pacar pertama setelah dirinya kembali ke tanah air. Dahulu Bryan pernah menyukai seorang gadis namun entah mengapa mereka harus terpisah hingga saat ini, dalam benak pria itu ingin sekali bertemu dengan gadis masa lalunya dan itu hanya menunggu takdir yang akan mempertemukan kelak.

__ADS_1


"Argh ...." Bryan menggeram frustasi. Jika saja sang ayah menjelaskan semuanya, dia tentu tidak perlu berpikir dan mencari alasan lagi.


Malam yang panjang Bryan rasakan, hingga dia tidak dapat tidur dengan nyenyak. Di sela-sela lamunannya, bayangan Caca kembali hadir mengisi pikirannya. "Andai kita di pertemukan kembali Ca, aku janji akan selalu menjagamu," ujar Bryan sambil mencoba memejamkan kedua matanya. Tanpa di sadari dirinya tertidur dan berada di dalam mimpi indahnya, mimpi yang membuatnya enggan untuk bangun kembali.


Pagi ini Bryan sedang bersiap di kamarnya, namun kegiatannya harus terhenti sebab ponsel miliknya berdering. Sambil terus fokus memasang dasi di lehernya, Bryan mengambil benda pipih itu dan membuka pesan yang baru saja masuk.


Terkejut, itu adalah hal yang pertama kali di rasakan oleh Bryan tatkala membuka pesan di ponsel miliknya. Pesan itu berisikan sebuah rekaman video tentang kegiatan Cintya sehari-hari, sekarang Bryan jadi mengetahui kenapa sang ayah sangat menginginkan dirinya harus berpisah dengan sang kekasih.


" Jadi ini alasan Dad," geram Bryan sambil meremas ponsel dalam genggamannya. Dia tidak menyangka jika gadis yang selama ini di cintai ternyata tega menghianatinya, Bryan juga tidak habis pikir jika Cintya memiliki niat yang sangat licik.


Sambil terus berpikir, pria itu kembali menghubungi anak buahnya. "Pantau terus dan laporkan apapun yang kamu ketahui, saya tidak ingin kehilangan informasi sekecil apapun." Bryan langsung mematikan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari lawannya.


Bryan menuruni tangga untuk ikut sarapan bersama dengan kedua orang tuanya, dengan senyum yang mengembang hingga membuat Jonathan dan Mita merasa penasaran.


"Ada angin apa kamu pagi-pagi senyum dan menyapa?" tanya Jonathan saat melihat perbedaan di wajah anaknya.


"Iya kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Mita sambil menaruh secangkir kopi di hadapan Bryan.


Tanpa menjawab pertanyaan Jonathan dan Mita, Bryan langsung melahap makanan miliknya. Tidak perduli jika sang ayah terus bertanya dan memanggil namanya, durhaka bukan? Tapi itu Bryan lakukan agar sang ayah tidak bisa mengejeknya.


"Tidak apa-apa-apa Dad, Mom," ujar Bryan saat melihat tatapan penuh tanda tanya dari sang ayah.


Bryan langsung menghabiskan sarapan miliknya, dia juga meminum kopi yang di buatkan oleh sang Mamah. Dirinya tidak ingin berada terlalu lama di ruangan itu, karena bagaimanapun Jonathan pasti akan mengetahui tentang apa yang terjadi.

__ADS_1


Selama beberapa hari ini Bryan terus saja mengabaikan sang kekasih, dia masih terus berpikir cara untuk membalaskan dendam yang selama ini dilakukannya.


Cintya merasa beberapa hari ini Bryan menjauhi dirinya, dia juga bingung kesalahan apa yang telah di buat sehingga sang kekasih marah kepadanya.


"Nanti aku coba tanya langsung," gumam Cintya sambil merapikan rambut panjangnya. Gadis itu berniat ingin menemui Bryan di kantornya, setelah merasa penampilannya sudah cantik Cintya langsung melangkahkan kakinya keluar kamar.


Di tempat lain, Bryan yang sedang rapat hanya bisa melamun. Dia tidak menyangka gadis yang selama ini menurutnya baik punya niat licik terhadap perusahaan serta dirinya, entah alasan apa yang membuatnya menjadi seperti itu.


Cintya bersenandung riang selama perjalanan menuju kantor sang kekasih, dia sudah tidak sabar mengingat beberapa hari ini dirinya diacuhkan. Dengan kecepatan sedang gadis itu mengendarai mobilnya, jalanan hari ini sepertinya berpihak kepada gadis yang sedang menahan rindu.


Saat Cintya tiba di perusahaan milik Bryan, gadis itu langsung menuju dimana ruangan sang kekasih berada. Dia tidak perlu bertanya kembali, sebab Bryan pernah berkata jika dirinya bisa masuk sesuka hati ke perusahaan itu.


"Sayang," panggil Cintya saat pintu ruangan bergaya Eropa terbuka lebar olehnya.


Bryan yang sedang sibuk dengan pekerjaan langsung menoleh saat mendengar pintu ruangannya terbuka, tanpa memperdulikan apalagi menyapa pria itu malah kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda beberapa menit itu.


"Ada apa kamu kemari?" tanya Bryan dingin. Pria tampan itu bertanya tanpa menatap lawan di hadapannya, Cintya mengeryitkan alisnya saat mendengar pertanyaan Bryan.


"Kamu tidak rindu aku kah? Kenapa sambutanmu untukku seperti ini?" tanpa mau menjawab Cintya ikut memberi pertanyaan kepada sang kekasih.


Menurut dirinya Bryan selalu menyapa bahkan langsung memeluk tubuhnya ketika dia tiba di sana, aneh tapi Cintya tidak ingin pertemuannya hari ini harus di mulai dengan pertengkaran. Gadis itu mencoba untuk memahami mungkin pekerjaan yang menumpuk sehingga membuat pujaan hatinya sedikit terbebani.


*BER**AT RASA HATI UNTUK MELUPAKANMU, NAMUN ITU SEMUA HARUS AKU LAKUKAN DEMI KEBAIKANMU DAN HANYA KATA MAAF YANG MAMPU AKU UCAPKAN UNTUKMU*.

__ADS_1


__ADS_2