
Bryan telah selesai dengan urusannya di toilet dan bergegas menghampiri Cintya yang sudah menunggunya, dengan langkah perlahan dia akan memulai aksinya.
"Silakan duduk Nak Bryan," ucap Sam.
Bryan mendudukan diri di kursi yang sudah di sediakan oleh Cintya, makan malam di mulai. Hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang beradu, hening tercipta untuk sementara.
"Boleh aku bilang sesuatu?" tanya Bryan saat makanan yang ada di piringnya telah habis.
"Apa yang kamu ingin bicarakan?" tanya balik Sam.
Bryan mengeluarkan kotak yang sudah di persiapkan beberapa hari lalu, wajah berbinar Cintya membuat muak pria di sebelahnya.
"Saya ingin melamar anak Bapak tetapi ...." Bryan sengaja menggantung ucapannya hingga membuat satu keluarga itu penasaran di buatnya.
"Tetapi apa?" tanya Sam yang sudah lelah bersandiwara, dia ingin segera menyudahi semuanya namun apa daya Sam belum mendapatkan apa yang dia mau saat ini.
Bryan menepuk tangannya, beberapa orang masuk ke dalam dengan membawa sebuah tas yang berisi beberapa bukti kejahatan Sam.
Cintya syok saat melihat semua bukti yang ada di depannya, dia tidak bisa mengelak.
"Aku bisa jelaskan Bryan, mohon maafkan aku." Cintya mencoba meminta maaf sambil berlutut di hadapan Bryan.
__ADS_1
Dengan sedikit kasar Bryan menjatuhkan gadis itu, "Saya tidak ingin mendengarkan alasan apapun." ucap Bryan langsung berlalu pergi.
Sam terlihat menahan emosinya, sebab jika dirinya berbicara pasti Bryan tidak akan segan-segan menghancurkan segalanya.
"Sial ... Kenapa anak itu tahu," teriak Sam.
Cintya dan sang istri hanya bisa menundukkan kepalanya, merasa terpukul mendapatkan perlakuan seperti itu dengan orang yang di cintai. Awalnya Cintya tidak ingin mengikuti kemauan sang ayah, namun demi berbakti kepadanya dia menuruti semua perintah orang tuanya.
"Mami," tangis Cintya pecah di hadapan sang ibunda. Dia tidak pernah menyimpan apapun kepada sang ibu, termasuk hubungannya dengan Bryan dan niat sang ayah. Namun apalah daya, mereka berdua hanyalah pion demi perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut.
"Sabar sayang, Mami tahu perasaan kamu tapi Mami juga tidak dapat membantu." sang ibu mencoba menenangkan anak gadis satu-satunya itu. Dia juga merasa terpukul dengan sikap serakah sang suami, demi keluarganya tetap utuh dia rela melakukan apapun asalkan anaknya tidak menjadi korban seperti hari ini.
Bryan dengan senyum manisnya kembali ke rumah, Jonathan yang belum tidur langsung di hampiri oleh sang anak.
"Belum tidur Dad?" tanyanya saat duduk di sebelah Jonathan.
"Dad menunggu kabar baik darimu," jawab Jonathan.
Bukannya bercerita Bryan malah tertawa terbahak-bahak, itu membuat Jonathan menyunggingkan senyum liciknya.
"Andai Dad ikut aku tadi, aku yakin Dad pasti tidak akan bisa berhenti tertawa," ujar Bryan masih dengan sisa tawanya.
__ADS_1
"Dad sudah tahu makanya membiarkan kamu pergi sendiri, kalau Dad ikut nanti tidak seru lagi ceritanya," ledek Jonathan.
Jonathan tahu bagaimana sifat Sam, dia sebenarnya bukan menerima kekalahan tapi pasti merencanakan sesuatu untuk membalas dendam.
"Kamu harus hati-hati ya," Jonathan mengingatkan sang anak agar lebih berhati-hati karena Sam tidak akan tinggal diam.
"Aku tahu Dad, dan semua pasti sudah kamu atur juga kan?" tanya Bryan curiga sebab bukti yang dia punya tidak lengkap seperti tadi.
Jonathan menghendikkan bahunya, sambil berlalu meninggalkan ruangan tempatnya duduk tadi. Bryan yang melihat kepergian sang ayah mencoba berteriak, "Dad mau kemana? Kenapa aku di tinggal?"
Jonathan menjawab dengan berteriak pula, "Susul Mom untuk membuat adik buatmu," ledek Jonathan yang langsung di balas teriakan penolakan dari Bryan.
"No Dad," teriak Bryan yang ikut menyusul sang ayah.
Berjalan bersisian dengan Bryan adalah pengalaman yang tidak pernah di lupakan, sebab mereka jarang terlihat bersama walau tinggal satu rumah. Kesibukan mereka tidak dapat di pungkiri, itu membuat Mita terus menyuruh sang anak segera menikah.
"Siapkan dirimu, Dad punya kejutan nanti," ucap Jonathan sebelum masuk ke dalam kamar miliknya.
Bryan hanya menganggukkan kepalanya, dia berjanji mulai sekarang akan menurut kepada kedua orang tuanya.
mohon maaf ya chapter ini sedikit π π π π lagi banyak kerjaan soalnya, ini sempetin buat up. Terima kasih udah berkenan mampir dan udah baca cerita ga jelaskuπππππ jangan lupa like dan komennya, gratis kokπ€§π€§π€§π€§π€§
__ADS_1