
"Bagaimana rasanya Sya?" tanya Mia saat Natasha mencicipi masakan buatannya, ini pertama kali Mia membuatkan makanan kesukaan Natasha biasanya dia hanya membantu bibi menyiapkan bahan untuk membuatnya.
"Enak Mia rasanya persis seperti buatan bibi, ah jadi kangen sama bibi," ucap Natasha yang merasa rindu dengan bi Sumi.
Dari kecil sampai dewasa bi Sumi yang selalu setia menemaninya, terlebih jika kedua orang tua Natasha harus pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan.
Bryan yang datang tiba-tiba membuat Natasha dan Mia terlonjak kaget, "Kalian sarapan kok tidak mengajak," rajuk Bryan.
Pria itu segera mendudukan dirinya di sebelah Natasha, "Aaaaa," Bryan membuka mulutnya dengan lebar.
Natasha paham akan sikap yang Bryan tunjukkan, dengan sambil tertawa Natasha menyuapkan satu sendok nasi miliknya ke dalam mulut Bryan. Tanpa rasa malu Bryan mengunyah makanannya dan terus menerus meminta untuk di suapkan, "Lagi," ucapnya saat makanan yang di dalam mulut Bryan sudah berhasil masuk ke dalam perutnya.
Natasha menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku sang bos yang menjadi kekasihnya itu, "Kamu tidak malu dengan Mia?" tanya Natasha sambil menunjuk ke arah Mia yang sedang asik menyantap sarapannya.
Mia tidak perduli dengan apa yang mereka lakukan, karena Mia sangat mendukung hubungan keduanya agar tetap langgeng dan harmonis selalu.
"Santai saja, aku sudah biasa," ucap Mia yang tetap melanjutkan sarapannya hingga selesai.
"Ah iya aku lupa, kalian jadi pulang hari ini?" sambung Mia yang bertanya tentang niat Natasha dan Bryan yang akan pulang.
"Iya, ada beberapa urusan mendadak yang harus saya selesaikan," jawab Bryan.
"Kamu kalau masih mau libur beberapa hari lagi tidak masalah, yang penting tidak lebih dari satu minggu," sambung Bryan yang membuat Mia tersedak saat sedang minum.
"Uhuk, uhuk, uhuk, serius Pak?" tanya Mia terkejut.
Pasalnya selama Mia bekerja dengan Bryan tidak ada satupun karyawan yang mendapatkan cuti lebih dari tiga hari, sedangkan hari ini dia di beri cuti sampai satu minggu lamanya.
"Kamu mau atau tidak?" tanya Bryan ketus, Natasha hanya tertawa melihat kelakuan sang kekasih.
"Mau banget Pak, terima kasih banyak Pak," ucap Mia dengan semangat.
__ADS_1
Bryan melanjutkan sarapannya kembali, "Kita beli oleh-oleh dahulu buat Mam dan Dad," usul Natasha yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Bryan.
Natasha membantu Mia untuk membereskan semua piring bekas mereka makan, sedangkan Bryan kembali ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap perjalanan pulang.
"Sya, Pak Bryan banyak perubahan loh sekarang," ucap Mia yang sedang menceritakan bagaimana sifat Bryan sebelum mengenal Natasha.
"Perubahan seperti apa?" tanya Natasha penasaran, karena dia tidak pernah merasakan perbedaan dari sikap Bryan selama ini.
"Kamu tahu kenapa tadi aku sampai tersedak saat mendengar cuti yang di berikan Pak Bryan?" tanya Mia, Natasha menganggukkan kepalanya.
"Selama ini karyawan hanya dapat jatah cuti selama tiga hari dan tidak boleh lebih, sedangkan tadi aku di beri izin cuti dengan cuma-cuma," ujar Mia yang merasa senang akan perubahan sifat sang bos.
"Kalian sedang membicarakan saya?" tanya Bryan yang datang tiba-tiba membuat Natasha dan Mia terlonjak kaget, "Ya ampun kamu membuat aku kaget," omel Natasha.
Bryan terkekeh melihat wajah terkejut Natasha, "Maaf sayang," ucap Bryan yang langsung memberi kecupan di pipi Natasha.
"Bryan," teriak Natasha. Bryan langsung pergi berlari meninggalkan mereka berdua, Mia hanya bisa menertawakan melihat wajah malu Natasha.
Dengan cekatan Bryan memindahkan beberapa tas milik Natasha ke dalam bagasi mobilnya, "Beres," ujar Bryan saat sudah memasukan tas miliknya ke dalam bagasi mobil juga.
Bryan menghampiri Natasha yang sedang pamit kepada kedua orang tua Mia, "Terima kasih banyak atas semua yang sudah kamu berikan untuk keluarga ini, Ibu tidak tahu harus bagaimana membalasnya," ucap Rina sambil memegang kedua tangan Natasha.
"Mia sudah aku anggap seperti adikku sendiri, jadi Ibu juga seperti Ibuku," ujar Natasha yang langsung memeluk tubuh wanita paruh baya di depannya.
Joni yang menyaksikan hanya bisa menangis haru, "Jangan lupa untuk cek up ke dokter ya Bu," sambung Natasha mengingatkan Rina agar membawa sang suami kembali berobat sesuai jadwalnya.
"Iya Sya, sekali lagi terima kasih," ucap Rina.
Natasha segera keluar kamar Joni dan pergi menemui Mia yang sedang berada di dapur, "Mia," panggil Natasha.
Mia yang sedang menyiapkan bekal makanan untuk Natasha menengok ketika sang sahabat berada di belakangnya, "Kamu sedang apa?" tanya Natasha melihat Mia sedang sibuk memasukkan satu persatu makanan ke dalam kotak makan yang berada di atas meja.
__ADS_1
"Ini makanan untuk kamu nanti," ucap Mia sambil memberikan kotak makanan yang sudah terisi kepada Natasha.
"Tidak usah repot-repot Mia, aku kayak mau kemana saja," kekeh Natasha.
Mia tersenyum dan paham akan perasaan Natasha yang merasa tidak enak menerimanya, "Kamu pulang mendadak Sya. Pasti Bi Sumi tidak memasak makanan untukmu jadi kamu bawa ini untukmu makan di rumah nanti," Mia kembali menyodorkan tempat makan yang di tolak oleh Natasha.
Dengan berat hati Natasha menerima pemberian Mia, "Jangan lupa untuk pulang lusa ya," rajuk Natasha.
Sebenarnya Natasha berat jika harus pulang tanpa Mia, karena dia akan kesepian saat Bi Sumi harus pulang kerumahnya ketika pekerjaan wanita itu telah selesai.
Mia memeluk tubuh sahabatnya, "Aku pasti pulang tepat waktu dan terima kasih atas semuanya," ujar Mia yang merasa sangat beruntung telah di pertemukan dengan seseorang seperti Natasha.
Bryan sedikit tersentuh saat melihat pemandangan di depannya, "Kamu bagai malaikat yang dikirim Tuhan untuk hidupku," gumam Bryan yang terus menatap Natasha dengan penuh cinta.
"Apa sudah selesai pamitnya?" tanya Bryan yang menghampiri Natasha.
Natasha menganggukkan kepalanya, "Sudah," ucapnya.
"Kalian seperti tidak akan bertemu saja," ledek Bryan sambil memeluk tubuh Natasha dari belakang.
"Lepaskan sayang, malu itu sama Mia," bisik Natasha yang melihat Mia sedang menertawakannya.
Wajah Natasha memerah seketika saat Bryan makin mengeratkan pelukannya, "Bryan," geram Natasha. Bryan melepas pelukannya, "Sudah ayo," ajaknya sambil menarik tangan Natasha.
Mereka bergegas meninggalkan rumah Mia, selama di perjalanan Natasha terus memikirkan tentang masalahnya.
"Kamu kenapa?" tanya Bryan saat melirik Natasha yang terlihat sedang memikirkan sesuatu, Natasha menatap wajah Bryan yang sekilas menatapnya dan menatap jalanan di depannya.
"Aku kepikiran dengan Om Sam, apa dia sudah berhasil menjual saham bagiannya," Natasha mengeluarkan keluh kesah yang ada di hatinya.
Awalnya Natasha ingin bercerita kepada Mia tetapi, dia mengurungkan niatnya mengingat sahabatnya juga sedang memikirkan penyakit sang ayah.
__ADS_1