CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN
AKHIR PELARIAN 2 END


__ADS_3

Bryan langsung pergi menuju dimana kantor sang istri berada, dia pun sudah memberi tahu sang ayah tentang rencana Sam. Jonathan yang mendengar cerita anak kesayangannya geram, dia langsung menghubungi seluruh anak buah miliknya untuk terus memantau pergerakan Sam beserta anak buahnya.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti keluargaku dan akan aku tunggu di sini Sam," geram Jonathan saat tahu bahwa Sam sedang dalam perjalanan menuju rumahnya.


"Jaga semua dari semua sudut, jangan sampai ada satu anak buah Sam yang berhasil masuk apalagi sampai menemukan apa yang dia cari," perintah Jonathan.


"Apa?" teriak Sam saat mendapat kabar jika kejahatannya sudah tercium oleh Bryan maupun Jonathan.


"Bagaimana bos? Apa kita ubah rencana?" tanya salah satu anak buah Sam yang berbeda di kursi depan.


Sam beserta beberapa anak buahnya sedang berjalan menuju kantor Natasha, dia tahu jika anak keponakannya itu sedang tidak berada di tempat.


"Tidak bisa kita ubah, sudah terlanjur dan lakukan apa yang harus kalian lakukan," perintah Sam.


Seluruh anak buah Sam yang di tugaskan untuk menyerang kediaman Jonathan sedang mempersiapkan diri dan hasil terburuknya, jika mereka tertangkap setidaknya sudah menjalankan tugas sebaik mungkin.


Bryan yang tiba di kantor Natasha langsung bergegas menuju ruangan sang istri berada, dia harus mengambil beberapa dokumen penting agar Sam akan cuma-cuma datang ketempat itu.


"Ini mau di simpan dimana Pak?" tanya Raka yang membantu Bryan merapikan dokumen milik sang bos.


"Kamu sekarang ganti baju dan bawa peralatan kebersihan ke sini, cepat ...." perintah Bryan yang langsung di jalankan oleh Raka.


Tidak butuh waktu lama Raka sudah kembali dan berganti pakaian seperti petugas kebersihan perusahaan xxx, Bryan menjelaskan maksud dan tujuannya menyuruh dirinya untuk berpenampilan seperti itu.

__ADS_1


"Baik Pak saya mengerti," ucapnya saat Bryan sudah memindahkan dokumen penting di salah satu ember yang di bawa Raka.


Terdengar suara gemuruh di luar gedung, Bryan sudah tahu jika Sam sudah tiba dan memaksa masuk ke dalam gedung.


"Cepat lewat pintu belakang dan pastikan tidak ada yang tahu akan rencana ini," Raka mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Mereka sudah tiba Dad," Bryan memberi kabar kepada sang ayah jika Sam sudah mulai melancarkan aksinya.


"Tunggu Dad di sana," ujar Jonathan yang bangkit dari kursinya namun kembali terduduk saat mendengar larangan sang anak.


"Dad tidak perlu ke sini, sebab di sini sudah banyak penjaga yang aku hubungi untuk membantu menangkap seluruh anak buah beserta bos tengik nya itu!" geram Bryan.


Natasha yang di sembunyikan di kampung halaman Mia sedikit merasa was-was, "Duduk dulu sini Sya," ajak Mia saat datang sambil membawakan segelas teh hangat di tangannya.


"Aku takut, takut terjadi sesuatu di sana, apalagi ...." Natasha kembali teringat dengan perlakuan Sam terhadap karyawan serta kedua orang tuanya.


"Semoga semua berjalan lancar dan sesuai rencana," gumam Natasha sambil memejamkan kedua matanya.


Di tempat terpisah Sam mulai memasuki dimana ruangan sang keponakan berada, dia mencari beberapa dokumen yang di butuhkannya.


"Sial sepertinya mereka sudah mencium gerak-gerik ku," Sam memukul pelan meja di hadapannya.


Prok, prok, prok

__ADS_1


Bryan menepuk tangannya saat ikut masuk kedalam ruangan sang mertua, "Tidak menemukan apapun di sini? Kasihan," ledek Bryan yang membuat Sam bertambah murka.


"Jangan ikut campur urusanku, kamu urus saja urusanmu sendiri," teriak Sam sambil mencoba berlalu pergi dari ruangan itu.


" Tidak semudah itu kamu pergi Sam!" Bryan menutup pintu ruangan dengan keras membuat siapapun yang mendengarnya akan terkejut.


"Kenapa? Terkejut?" ujar Bryan dengan raut wajah yang tidak bisa di gambarkan.


"Beraninya kamu!" Sam hendak menyerang Bryan namun dirinya lebih dahulu di lumpuhkan oleh aparat yang memang sengaja ikut bersembunyi di sana.


"Sampai kapanpun kamu tidak akan bisa mengusik ketenangan keluarga ku," ujar Bryan saat melihat Sam sedang merintih akibat peluru yang bersarang di kakinya.


Seminggu berlalu sejak penangkapan Sam, seluruh keluarga tahu jika Raihan dan Martha memiliki seorang anak perempuan dari hasil pernikahannya. Natasha merasa bahagia bahwa ternyata dirinya tidaklah sendiri di dunia ini, ada banyak keluarga yang langsung menyayanginya.


"Kamu tidak perlu takut ada aku yang selalu ada buatmu kapanpun itu," ucap Bryan tulus.


Natasha merasa beruntung bisa memiliki pendamping seperti Bryan, bagaimanapun dia akan mencoba untuk menjadi istri yang terbaik untuk pria di hadapannya.


END


MINAL AIDIN WALFAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YA GUYS.


akhirnya aku kelarin juga ini novel, biarpun ceritanya tidak sebagus novel lain tapi aku bersyukur setidaknya masih bisa untuk belajar memberi yang terbaik untuk pembaca.

__ADS_1


kalau ada pertanyaan, kok ceritanya gantung? ini endingnya ga jelas? ini begini, ini begitu mau gimana lagi ternyata beberapa pekerjaanku membutuhkan seluruh waktuku. tapi tenang nanti insya Allah aku mau mulai nyusun cerita terbaru, untuk infonya nanti aq infoin ya, sekali lagi terima kasih atas dukungannya sampai saat ini, see you di cerita selanjutnya.


LOVE YOU ALL


__ADS_2