
"Loh kok kalian di sini?" tanya Natasha saat sudah lelah mencari keberadaan Mia dan Raka sehingga mereka memutuskan untuk kembali menuju mobilnya ketika hari sudah mulai gelap.
"Iya tadi Mia katanya capek, jadi kita menunggu di sini," bohong Raka.
Dia bukan tidak ingin berbicara yang sebenarnya hanya saja Raka takut jika tiba-tiba Mia datang dan mendengar percakapan mereka.
"Kenapa tidak bilang kalau kalian menunggu di mobil, tadi Natasha mencoba menelepon Mia tapi ponselnya tidak aktif," ujar Bryan.
"Iya maaf Pak, tadi niatnya kita mau menyusul tapi karena saya lihat Mia sudah lelah jadi saya bawa ke mobil saja." ujar Raka yang sebenarnya tidak sepenuhnya berbohong.
Mia memang mengeluh lelah setelah mereka menaiki beberapa wahana sebelum bertemu dengan gadis itu, namun Raka membujuknya agar mau bermain bersamanya.
"Sekarang Mia kemana?" tanya Natasha khawatir.
Mia yang setelah bangun dari tidurnya bergegas pamit ke toilet terlebih dahulu, awalnya Mia terkejut saat tersadar jika dirinya tertidur di pelukan Raka.
"Dia izin ke toilet sebentar," jawab Raka.
Mia yang sudah selesai segera kembali ke tempat tadi, rasa gugup menyelimuti dirinya apalagi teringat kejadian beberapa saat lalu.
"Loh kamu di sini Sya?" tanya Mia yang terkejut dengan keberadaan sahabatnya.
"Iya kita sudah selesai, ini mau langsung pulang atau mau pergi kesuatu tempat dahulu?" Bryan menjawab dan juga menanyakan akan kemana lagi mereka.
Bryan mengajak mereka untuk makan malam terlebih dahulu sebelum pulang, Natasha dan Mia bersorak riang sebab setidaknya mereka bisa merefresh otak sebelum kembali bekerja besok.
"Kita makan di restoran yang ada di mall A ya!" pinta Natasha saat Bryan bertanya ingin makan malam dimana gadis itu.
"Kenapa tidak di restoran seafood saja Sya? Kan tidak terlalu jauh dari sini," Mia ikut memberi usul karena memang tidak jauh dari tempatnya sekarang adalah restoran yang di sebut oleh Mia.
__ADS_1
"Ada yang aku mau beli dulu Mia, sekalian lagi keluar dan aku ingat." Natasha membisikan ingin membeli suatu barang di salah satu toko yang ada di dalam mall.
"Kenapa harus berisik sih? Apa aku tidak boleh tahu?" Bryan memasang wajah cemberut saat melihat sang kekasih tertawa ketika membisikan sesuatu ke sahabatnya itu.
"Sudah jangan cemberut seperti itu, ayo kita berangkat." Natasha menarik tangan Bryan agar segera pergi dari taman bermain.
Mia dan Raka hanya tertawa saat melihat wajah polos Bryan, apalagi saat rasa ingin tahunya teramat besar.
"Biar saya saja yang bawa Pak," pinta Raka sesaat melihat Bryan ingin masuk kedalam kursi kemudi.
Bryan berlalu tanpa memperdulikan pertanyaan Raka, Natasha hanya menggelengkan kepalanya saat melihat sikap sang kekasih.
"Sudah Raka, biar Bryan saja yang bawa mobilnya ...." ucap Natasha yang langsung masuk ke dalam mobil juga, dia mendudukan diri di sebelah Bryan.
Mia yang sudah ingin protes mengurungkan niatnya ketika Natasha mengirimkan pesan kepadanya, gadis itu hanya bisa menghela nafas saat tahu akan duduk bersebelahan dengan siapa.
"Kamu kenapa Mia seperti tidak suka duduk bersebelahan denganku? Apa kamu lupa kejadian tadi?" goda Raka di saat dirinya yang baru masuk ke dalam mobil.
"Tidak ada apa-apa hanya ...." ujar Mia yang sebenarnya berdebar ketika harus bersebelahan dengan Raka.
Mia masih menyimpan rasanya hingga saat ini, itulah yang membuatnya tidak bisa berdekatan dengan Raka. Mia juga takut jika Raka akan menyadari perasaannya saat ini, sebab dia sangat mengetahui sifat dan kebiasaannya.
Ternyata memang takdir kembali mempertemukan mereka, rasa yang semula Mia kubur ternyata harus hadir lagi bahkan rasa itu ternyata lebih besar.
Raka terus menerus memperhatikan wajah Mia di saat gadis itu dengan asyik menatap jalanan luar, hening sebab tidak ada yang memulai percakapan antara mereka.
Natasha sesekali melihat sang kekasih yang sedang fokus menyetir, dia juga melihat ke arah belakang untuk memerhatikan sepasang manusia yang saling mendiami itu.
"Kalian kenapa pada diam saja sih?" omel Natasha saat merasa tidak nyaman dengan kesunyian yang tercipta.
__ADS_1
Raka dan Mia hanya saling pandang saat mendengar gadis yang duduk di depannya sedang mengomel, Bryan hanya tersenyum mendengar ucapan pujaan hatinya.
"Kamu kenapa sih sayang?" tanya Bryan sambil mengacak-ngacak rambut milik Natasha.
"Lagian kalian kenapa pada diam sih? Sepi tahu," ujar Natasha sambil membereskan rambutnya yang berantakan akibat di acak oleh Bryan.
"Memang kita mau bicara apa ya?" tanya Mia yang terus tertawa saat melihat sahabatnya tidak berhenti membenarkan rambutnya. "Sudah rapih kenapa terus di rapihkan lagi?" sambung Mia.
Natasha tidak permasalahan ucapan sang sahabat yang terus menerus meledeknya, "Sayang Mia tuh." Natasha meminta bantuan kepada sang kekasih.
Bryan yang sedang fokus menatap jalanan di depannya sesekali melihat Natasha, dia memegang tangan sang kekasih.
"Sudah jangan cemberut begitu, sebentar lagi sampai kok." bujuk Bryan.
Natasha tersenyum saat mendengar penuturan sang kekasih, dia segera melihat jalanan di depannya yang memang tidak jauh dari tempat tujuan mereka. Dengan perasaan gembira Natasha merapikan pakaiannya dan memasukkan ponsel miliknya ke dalam tas.
"Giliran shopping aja langsung berbinar itu muka," sindir Mia yang langsung mendapatkan lemparan tissue dari arah depannya.
"Sirik saja, kamu juga senangkan kalau di ajak belanja." cibir Natasha yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Raka.
Mia yang melihat Raka seketika memukul lengan pemuda itu dengan tasnya, "Kok kamu tidak bela aku sih?"
Raka yang merasa serba salah menggaruk tengkuknya, "Bukan tidak mau bela hanya aku takut kehilangan pekerjaan nanti." jawaban Raka membuat seisi mobil tidak dapat menahan tawa.
Mobil yang Bryan kendarai tiba di parkiran mall, tidak butuh waktu lama kedua gadis itu langsung berlari masuk ke dalam sana.
"Sepertinya kita harus menerima kenyataan kalau perempuan sedang ingin berbelanja butuh waktu lama dan kita harus menemani sampai mereka lelah," ujar Bryan yang sudah terlihat lesu mengingat beberapa kali pergi ke mall dengan sang kekasih.
KETIKA RASA CINTA MASA LALU YANG TERAMAT BESAR HADIR KEMBALI, SATU HARAPKU AGAR RASA ITU ABADI DAN TIDAK AKAN PERNAH PUDAR
__ADS_1
Happy reading guys, maaf ya beberapa hari kemarin tidak ada kabar dan update. Jangan lupa like, komen, dan vote nya ya. Berapapun yang kalian kasih sangat berarti untukku, terima kasih sudah mau mampir dan membaca ceritaku. Ah iya terima kasih atas dukungan kalian hingga novel ini mendapatkan cover dari Noveltoon, dukung terus ya aku nya biar semangat terus.
Terima kasih banyak semuanya 🤗🤗🤗🤗