
Bryan yang kembali tertidur bermimpi tentang gadis kecilnya, dimana saat setelah gadis itu membantunya dia memperkenalkan diri.
"Kakak tidak apa-apa?" tanya gadis kecil itu polos.
"Aku tidak apa-apa, terima kasih atas bantuannya." Bryan menatap tangan gadis kecil di depannya yang terulur.
"Aku Caca," ucapnya memperkenalkan diri. "Siapa nama Kakak?" sambungnya saat melihat laki-laki di depannya terdiam.
"Ah ... Namaku Bryan," jawab Bryan menyambut uluran tangan mungil gadis di depannya.
"Bolehkah aku panggil Kak Byan?" tanya Caca.
Bryan terdiam sejenak saat mendengar permintaan gadis kecil di hadapannya, toh dia juga sudah membantunya tadi jadi tidak salah jika hanya menuruti kemauannya.
"Boleh," jawaban dari Bryan membuat Caca melompat kegirangan.
"Terima kasih ya Kak," ucapnya tulus. Itu terlihat dari wajah polosnya, membuat hati Bryan seketika menghangat mengingat jika dirinya hanya anak semata wayang dari Jonathan.
"Kamu mau jadi adikku?" pertanyaan Bryan membuat Caca terdiam dan menatapnya dengan penuh tanya.
"Kenapa kok diam? Kamu mau tidak jadi adikku?" tanya Bryan lagi saat gadis di hadapannya hanya diam tanpa jawaban.
Tidak butuh waktu lama kepala Caca mengangguk, mengiyakan permintaan laki-laki yang baru di temuinya.
__ADS_1
"Hore akhirnya aku punya Kakak ... Hore ...." gadis itu berlompat kegirangan sebab selama ini dia hanya memiliki bi Sumi yang menemaninya bermain.
"Kakak mau kan temani aku main nanti?" tanya Caca untuk menyakinkan jika Bryan memang mau benar-benar menjadi kakaknya.
"Iya nanti aku temani," jawabnya.
Bryan dan Caca menghabiskan waktu sore mereka dengan gembira, hingga tanpa mereka sadari ada orang yang sedang mencari keberadaan Caca.
"Ya ampun Non Caca ... Dari tadi Bi Sumi cari tidak ketemu, kamu kemana saja sih?" tanya Sumi penasaran, dia sudah lelah mencari keberadaan Caca yang akhirnya bertemu di bangku taman.
"Bi Sumi kenapa cari Caca? Kan Caca sama Kakak," ucapan Caca yang membuat Sumi menatap pemuda di depannya.
"Ini sudah sore Non, nanti papah marah." Sumi membujuk agar Caca mau ikut pulang karena hari sudah beranjak sore.
"Besok kita main lagi ya, sekarang Caca ikut bi Sumi pulang dulu," bujuk Bryan agar gadis kecil itu mau ikut pulang dengan pengasuhnya. Dengan berat hati Natasha kecil ikut pulang bersama dengan bi Sumi, ya Caca adalah panggilan sayang Raihan kepada sang anak.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kedekatan Caca dan Byan semakin dekat hingga timbul rasa di hati laki-laki itu, Bryan menyadari akan usianya saat ini sehingga dia berjanji akan mencari gadis itu ketika dewasa nanti.
"Kak Byan kita main lempar bola yuk!" ajak Caca saat mereka sudah bosan bermain, gadis kecil itu ingin mencoba permainan lain dengan Bryan.
"Boleh, tapi kamu hati-hati ya," pesan Bryan sambil berjalan mengambil bola untuk mereka pergunakan.
Bryan melempar pelan bola yang di pegangnya, dengan gesit Caca mencoba menangkap bola tersebut namun di saat sedang berusaha menangkap tubuhnya tanpa sengaja terjatuh ke tanah. Tidak berselang lama sebuah motor melintas tanpa melihat jika ada gadis kecil di depannya, pengendara tersebut terkejut saat motornya menabrak seorang gadis kecil.
__ADS_1
Bryan yang kaget langsung berlari menghampiri Caca dan mencoba membawanya ke klinik terdekat, "Caca ...."
Bi Sumi yang sedang duduk di kursi taman ikut berlari saat mendengar suara teriakan dari Bryan, tanpa basa-basi wanita itu ikut pergi ke klinik membawa Natasha kecil yang sudah tidak sadarkan diri.
"Telepon keluarganya bi," perintah Bryan saat mereka sedang menunggu Natasha kecil yang sedang di tangani oleh dokter.
Bi Sumi meremas kedua tangannya takut, keringat dingin keluar dari dahi wanita paruh baya itu.
Bryan yang melihatnya mencoba menenangkan wanita tersebut, dengan sedikit gugup Sumi menghubungi Raihan untuk mengabarkan keadaan anaknya. Raihan yang sedang rapat terkejut dan bergegas menuju klinik dimana sang anak berada, Bryan dengan cemas menunggu hasil pemeriksaan dari dokter tentang keadaan gadis kecilnya.
"Bi Sumi," panggil Raihan saat tiba di klinik. Dia melihat Bryan yang sedang duduk dengan wajah khawatir di sebelah asisten rumah tangganya, Sumi yang mendengar suara sang majikan segera berdiri dan menjelaskan apa yang terjadi.
"Orang tua Natasha," panggil sang dokter setelah menangani Natasha kecil.
"Saya dok," Raihan berjalan menghampiri sang dokter untuk menanyakan kesehatan sang anak.
"Bisa ikut saya keruangan?" Raihan menganggukkan kepalanya dan berlalu meninggalkan Sumi yang masuk ke dalam untuk menjaga Natasha.
Bryan yang pamit untuk ke toilet terlihat bingung saat tidak ada satu orangpun berada di sana, "Akankah mereka sudah kembali setelah Caca di tangani atw?" pikir Bryan.
Tanpa Bryan tahu jika Natasha masih berada di klinik yang sama dengannya, hanya saja Bryan yang mengira jika Natasha sudah pergi berlalu meninggalkan klinik itu untuk kembali kerumahnya.
holla guys ceritanya dikit dulu ya, karena tugas sudah menanti jadi bakal jarang up tapi tenang aq usahain up walaupun cuma dapet berapa ratus kata ya. jangan lupa vote, like dan komennya.
__ADS_1