
Pagi hari yang cerah seorang pria sedang di sibukkan dengan tugasnya, bagaimana tidak. Raka yang masih terlelap dalam mimpinya harus terbangun lebih awal, sebab dia harus memastikan jika pernikahan sang bos berjalan dengan semestinya.
"Semua sudah siap?" tanya Bryan lewat sambungan teleponnya.
Ya, Raka terbangun saat Bryan terus menghujani dirinya dengan panggilan masuk. Dia hanya ingin tidak ada Sam di sana, terlebih dia sudah tahu jika nanti pria tua itu akan datang untuk menghancurkan semuanya. Namun sebelum terlambat, Bryan sudah mengantisipasi dengan beberapa pengawalan dari anak buah kepercayaannya.
"Untung saja kemarin dia tidak benar-benar sampai datang," ujar Raka sambil menyesap kopi miliknya. Dia sedang mengingat kejadian hari kemarin dimana Sam datang untuk menakuti Natasha dengan surat kaleng buatannya, sekarang tugas Raka bertambah yaitu mencari keberadaan Sam saat ini.
Satu Minggu berlalu setelah kedatangan Sam yang tidak mereka ketahui, semenjak itu pula penjagaan di sekitar rumah Bryan di perketat. Pria itu tidak ingin kejadian serupa terulang kembali dan yang lebih parahnya dapat mengakibatkan hal buruk terhadap istrinya.
Di tempat yang tidak terlalu jauh, Sam memantau sekitar rumah Bryan. Dia mencoba mencari celah agar dirinya bisa masuk dan mengambil semua milik Raihan yang di simpan oleh Natasha, Sam merasa sangat percaya diri jika dirinya akan berhasil kali ini.
__ADS_1
"Kalian buat seluruh anak buah di rumah itu sibuk," ujar Sam kepada salah satu anak buah di sampingnya.
Sang anak buah hanya menganggukkan kepalanya patuh dan langsung memerintahkan seluruh bawahan serta menyusun siasat agar dapat berjalan lancar. Sam tertawa saat mengingat bagaimana reaksi Bryan sekeluarga ketika menerima pesan kalengnya, "Aku tidak akan menyerah sampai kapanpun!" ujar Sam yang bergegas pergi meninggalkan anak buahnya.
Bryan yang akan pergi menuju kantor, seketika menghentikan langkahnya. Pria itu mendapatkan informasi dari salah satu mata-mata yang sengaja di sewanya, dengan mengepalkan kedua tangannya Bryan kembali untuk mengganti baju.
"Loh kok balik lagi? Apa ada yang tertinggal?" tanya Natasha saat melihat sang suami yang sudah berpamitan kembali masuk ke dalam kamarnya.
Natasha hanya memperhatikan gerak-gerik sang suami yang sedang mengganti baju di hadapannya, banyak pertanyaan di dalam kepalanya hanya saja Natasha tidak berani mengutarakan apa yang ada di pikirannya.
Bryan yang sudah selesai mengganti bajunya menghampiri istri tercintanya, "Kamu hari ini ke kantor?'' tanya Bryan sambil menyelipkan beberapa helai rambut sang istri.
__ADS_1
Natasha menganggukkan kepalanya, "Iya hari ini ada beberapa rapat penting dan aku harus hadir untuk itu," jawab Natasha.
Dia sebenarnya sudah tidak ingin bekerja di sana namun, jika bukan dirinya yang memimpin langsung besar kemungkinan Sam akan datang dan kembali merebut hak yang bukan miliknya.
"Aku antar ke kantor ya," ajak Bryan yang langsung membuat Natasha sedikit bingung.
Pasalnya pria itu bilang jika dirinya memiliki urusan dan kenapa malah mau mengantarkan dirinya, di saat Natasha ingin bertanya Bryan langsung memberikan alasannya.
"Aku akan jaga kamu sampai kapanpun dan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti bahkan membuatmu terluka," sambung Bryan sambil mencium kedua tangan sang istri.
Natasha paham akan kekhawatiran pria di hadapannya, terlebih dengan Sam yang bisa kapan saja melukai dirinya.
__ADS_1
Hallo guys, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Mohon maaf ya lama ga update, tetep terus dukung aq ya walaupun update suka seenaknya sendiri. Oh iya kayaknya bakal ada 1 bab lagi sebagai akhir dari cerita ini, maaf jika nanti hasil akhirnya tidak sesuai dengan ekspektasi kalian. Terima kasih sudah mau dukung dan baca semua cerita milikku