
"Bagaimana hasilnya?" tanya Sam kepada anak buahnya yang datang membawa laporan tentang keberadaan anak dari Raihan.
"Saya sudah mencoba mencari tahunya tuan tetapi, Raihan terlalu pintar untuk menjaga semua rahasianya," ucap salah satu anak buahnya.
"Bodoh kalian," bentak Sam sambil melempar map yang di pegangnya.
Pria paruh baya itu mencoba menghubungi seseorang, "Cari tahu siapa anak Raihan dan segera beritahu," ucapnya tanpa basa-basi.
Sam berjalan meninggalkan anak buahnya, namun sebelum dirinya pergi dia kembali mengingatkan anak buahnya untuk terus mencari tahu tentang keluarga Raihan.
"Mencari informasi seperti itu saja mereka tidak ada yang becus," Sam terus menggerutu dalam hati sambil berjalan meninggalkan ruangannya.
Pria paruh baya itu pergi menuju gudang dimana barang-barang yang pernah dia curi di sembunyikan di sana, awalnya Sam tidak pernah berniat jahat kepada sang keponakan akan tetapi, karena kebutuhannya dia menjadi gelap mata dan menjadi seperti saat ini.
Sam berjalan dengan tergesa-gesa, mengingat dirinya memiliki janji dengan anak buah lainnya untuk terus mencari informasi lewat perusahaan milik Raihan.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Sam kepada salah satu karyawannya yang sedang bertugas untuk memeriksa seluruh kesediaan bahan.
"Konsumen merasa puas dengan hasil kita Pak," sang karyawan memberi laporan jika barang produksi mereka sangat di terima di pasaran.
"Bagus, lanjutkan dan terus cari inovasi terbaru agar kita bisa semakin maju," ujar Sam memberi semangat kepada para karyawannya.
Seluruh karyawan menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih karena telah membantu para warga agar mendapatkan pekerjaan, Sam sengaja membuka perusahaan serta pabrik di daerah terpencil guna mendapatkan karyawan yang dapat di upah dengan minim.
Sam berjalan menuju mobilnya, dia akan bertemu dengan salah satu orang suruhannya yang sengaja di pekerjakan di perusahaan milik Raihan.
Dengan kecepatan tinggi, mobil yang di kendarai Sam tiba tepat waktu di tempat yang telah mereka sepakati.
"Ada berita apa hari ini?" tanya Sam saat berdiri di depan orang suruhannya.
"Silakan duduk dahulu Pak," ucap orang suruhan Sam.
__ADS_1
Sam menarik salah satu bangku di hadapannya, "Apa informasi ini dapat di percaya?" tanya Sam setelah mengambil map yang di sodorkan orang di depannya.
"Saya pastikan informasi ini akurat, saya mendapatkan informasi ini dari orang yang pernah bertemu dengan beliau langsung," jawab sang anak buah.
Sam membuka map itu dengan perlahan, terdapat beberapa photo dan juga sedikit informasi tentang keberadaan anak Raihan.
"Ini seperti ...," Sam berpikir sejenak saat melihat photo seorang wanita yang hanya terlihat belakangnya saja.
"Seperti pernah melihatnya, tapi dimana," ujar Sam yang langsung membaca data yang ada di dalam map.
Ada beberapa info yang dirinya dapatkan, setelah Sam membaca semua data yang ada dan melihat photo di dalam map ada sedikit perasaan lega karena dia bisa sedikit mendapatkan informasi siapa keturunan dari Raihan.
"Jadi dia seorang wanita?" tanya Sam sambil memasukkan kembali data-data itu untuk disimpannya.
"Dari info yang saya dapat, dia seorang wanita berumur 23 tahun dan dia tinggal di kota ini. Info pasti kediamannya masih saya cari tahu Pak," jawab anak buah Sam.
Pria paruh baya itu menyesap minuman yang telah di pesannya, "Lanjutkan dan saya ingin mendapatkan semua informasi itu," perintah Sam yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari anak buahnya.
"Kalau begitu saya pamit undur diri dan saya pastikan semua info yang Bapak inginkan bisa saya dapatkan dalam waktu dekat," ujar sang anak buah dengan penuh semangat dan percaya diri karena dia tidak ingin mengecewakan sang bos yang sudah banyak membantu keuangannya.
Sam meninggalkan tempat dimana dirinya duduk tadi, dengan langkah panjangnya pria itu berjalan menuju mobilnya.
"Kita akan lihat apa yang bisa aku dapatkan dari semua kekayaan kamu Raihan," ucap Sam saat dirinya masuk ke dalam mobil.
Natasha baru selesai menyusun laporan keuangan perusahaan milik sang ayah, "Akhirnya selesai juga dan ternyata banyak sekali kecurangan yang di lakukan paman," ujar Natasha sambil merentangkan kedua tangannya.
Terasa letih namun Natasha mencoba untuk tidak menghiraukannya, karena bagaimanapun perusahaan sang ayah harus di selamatkan.
Natasha berpindah duduk di sofa yang ada di ruangan miliknya, wanita itu mencoba memejamkan mata.
Terlintas ingatan saat bersama sang ayah, "Aku merindukanmu," racaunya. Terdengar suara ketukan pintu, "Silakan masuk," ucap Natasha tanpa membuka matanya.
__ADS_1
"Maaf Bu, ini makan siangnya," ucap Raka yang langsung menaruh kotak makan berisi makan siang untuk sang bos.
"Taruh saja di situ, nanti saya makan," jawab Natasha.
Sudah beberapa hari ini wanita itu berada di perusahaan sang ayah guna mengecek semua laporan yang membuat perusahaan itu hampir mengalami kebangkrutan, untung dengan sigap Natasha membawa perusahaan sang ayah kembali normal walaupun harus mengorbankan pekerjaannya bersama Bryan.
"Sudah makan siang?" tanya Bryan yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Natasha hingga membuat wanita itu membuka matanya.
"Saya permisi dahulu, Pak, Bu." Raka bergegas meninggalkan mereka berdua karena pemuda itu tahu bagaimana Bryan memperlakukan sang bos dengan sangat baik, "Saya bersyukur anda bisa mendapatkan pria yang tulus," gumam Raka sambil berjalan ke arah kantin.
Pemuda itu merasakan cacing di perutnya yang sedang meronta-ronta, hingga membuatnya mau tidak mau berjalan menuju tempat dimana dia dapat mengisi perutnya.
Bryan berjalan menghampiri Natasha, pria itu mendudukan dirinya di sebelah sang kekasih.
"Kenapa belum di makan?" tanya Bryan saat melihat sebuah kotak makan masih tertutup rapat di depannya.
Natasha yang semula memejamkan mata, mau tidak mau membuka saat pria di sebelahnya mengguncang pelan pundaknya.
"Ayo makan dulu," Bryan mengambil kotak makan di hadapannya dan memberikan kepada Natasha.
"Nanti saja dulu," ujar Natasha mengembalikan kotak makan pemberian Bryan.
"Makan sedikit, dari tadi kamu sudah mengeluarkan banyak tenaga." Bryan membuka kotak makan milik Natasha dan mencoba menyuapi wanita di sebelahnya.
Dengan rasa malas, Natasha membuka mulutnya. "Kamu sudah makan siang?" tanya Natasha saat teringat jika sang kekasih datang berada di jam makan siang.
"Sudah, tadi aku habis rapat di luar dan sekalian makan siang," jawab Bryan sambil terus menyuapi Natasha.
Pria itu kembali mengambil sendok yang berisi makanan dan langsung menyodorkan ke arah mulut Natasha saat memelihat makanan di mulut sang kekasih telah habis di kunyahnya.
"Aku tidak ingin kamu sampai sakit karena terlalu lelah dan telat makan," Bryan memberikan nasihat kepada Natasha.
__ADS_1
Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan sang kekasih, Bryan menghentikan kegiatan menyuapi Natasha dan menggambil sesuatu di dalam saku jas yang digunakananya.
Holla semuanya jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate. Karena dukungan kalian bisa membuat mood para penulis bangkit untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya, maaf jika jarang bisa up karena urusan di real yang numpuk. Tapi tenang asal kalian mau kasih jempolnya nanti di usahakan buat update, di tunggu ya.🤗🤗🤗🤗🤗