CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN
RENCANA BALAS DENDAM SAM


__ADS_3

Sam segera pergi meninggalkan perusahaan xxx dengan perasaan yang sangat murka, dia sudah mencoba untuk tidak menjual saham miliknya kepada Jonathan. Akan tetapi, anak dari seorang pengusaha ternama seperti Jonathan ternyata dapat mengecoh dirinya.


Dengan berat hati dia melepas saham yang susah payah di ambilnya dari tangan Raihan, "Aku tidak akan tinggal diam. Perusahaan yang juga sedang aku rintis tidak kalah dengan perusahaan itu," ujar Sam dengan penuh percaya diri.


Dia bergegas meninggalkan perusahaan xxx menggunakan mobil kesayangannya, dan pergi menuju perusahaan miliknya.


Natasha yang mendapat izin dari Bryan segera merapikan kekacauan akibat ulah Sam, dengan sangat perlahan dia mencoba membangkitkan kembali kepercayaan para investor yang sempat mengundurkan diri karena laporan yang di buat Sam.


"Aku pasti bisa," ucap Natasha mencoba menghubungi satu persatu untuk menyakinkan para pemegang saham serta para investor.


Raka mengetuk pintu ruangan milik Natasha setelah wanita itu menyuruhnya untuk datang, "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Raka saat berada di hadapan Natasha.


"Duduk dahulu," perintah Natasha.


"Semua sudah kembali seperti semula, saya juga sudah menjelaskan kepada para pemilik saham dan para investor soal kesalahan data beberapa bulan ini. Dan saya juga mohon untuk tetap menutupi identitas siapa saya sebenarnya," Natasha menjelaskan jika dia masih enggan untuk membuka identitas aslinya.


"Lalu bagaimana dengan Reni dan Nay? Mereka sudah mengetahui siapa Ibu sebenarnya," tanya Raka yang sedikit takut jika mereka berdua akan membongkar semuanya.


"Saya percaya mereka, kamu bantu pantau dan ingatkan jika mereka lupa," dengan santainya Natasha kembali melanjutkan urusannya dengan para investor.


Di tempat lain, Sam yang baru tiba di perusahaan miliknya langsung masuk menuju ruangannya.


"Kita lihat apa kamu bisa bangkit kembali," ujar Sam dengan senyum liciknya.


Pria itu sudah mengambil beberapa investor besar dari perusahaan xxx untuk bergabung dengan perusahaan miliknya, dengan percaya diri Sam mulai menghubungi satu persatu investor yang masih tersisa di perusahaan xxx.


Dia juga tidak akan membiarkan perusahaan xxx untuk bangkit kembali, dengan tersenyum Sam memeriksa data para investor yang sudah mau bekerja sama.


"Sial," marah Sam saat melihat beberapa email masuk yang menolaknya untuk bekerja sama.


"Ternyata aku kalah cepat, tidak akan aku biarkan kalian bahagia di atas penderitaanku," sambung Sam dengan geramnya.


Dia tidak menyangka jika Bryan telah mengatur semuanya sebelum saham itu jatuh ke tangannya, Sam kembali mencari beberapa investor untuk memperkuat perusahaan miliknya.

__ADS_1


Bryan yang baru tiba di perusahaan segera menuju ruangan miliknya, "Jangan sampai Sam mengganggu Natasha lagi.


Pastikan jika dia berani macam-macam aku sendiri yang turun tangan untuk menghabisinya," ucap Bryan kepada Tomi sambil mengepalkan kedua tangan hingga seluruh jarinya memutih.


"Baik Pak, anda tenang saja semua akan berjalan sesuai rencana dan Sam tidak akan bisa berbuat apa-apa," jawab Tomi dengan percaya diri.


Tomi sudah memasukkan beberapa anak buahnya untuk masuk ke dalam perusahaan milik Sam, mereka di tugaskan untuk memantau gerak gerik pria paruh baya itu. Bryan sudah mencari tahu siapa Sam sebenarnya, tanpa sepengetahuan siapapun dia sudah tahu akal licik darinya.


Bryan tersadar saat mengingat jika Sam adalah paman dari teman sang Papah, "Berarti Natasha ...." ucapnya.


"Dad harus tahu informasi penting ini," ucap Bryan yang bergegas meninggalkan ruangan miliknya.


Di perusahaan yang baru Sam rintis, pria paruh baya itu sedikit marah saat mendengar beberapa alasan para investor yang tidak mau bekerja sama dengan perusahaan miliknya.


"Kurang ajar," murka Sam yang membanting beberapa barang di mejanya.


Billy asisten sekaligus orang kepercayaan Sam mengurungkan niatnya saat mendengar teriakan dari sang bos, awalnya Billy ingin melaporkan beberapa pekerjaan yang sudah mulai berjalan di perusahaan itu.


"Nanti saja lah, sepertinya Pam Sam sedang tidak baik suasana hatinya," ucap Billy yang kembali keruang kerja miliknya.


"Datang segera keperusahaanku, aku punya pekerjaan untukmu," ucapnya saat menghubungi seseorang.


"Kita lihat sejauh mana kamu bisa melindungi perusahaan itu dan aku tidak akan kalah hanya karena sekarang perusahaan itu milikmu Jonathan," sambung Sam sambil mengepalkan jari tangannya.


Tidak butuh waktu lama, orang suruhan Sam tiba di perusahaan itu. Sam yang duduk membelakangi orang itu memutar kursinya, "Bunuh orang ini," Sam menunjukkan photo Jonathan.


"Anda yakin ingin menghabisi pria ini?" tanyanya sambil terus memperhatikan photo yang di berikan Sam.


Sam mengaggukkan kepalanya, "Karena dia adalah kelemahan dari musuhku dan aku tidak akan membiarkan dia tertawa di atas penderitaanku," jawab Sam dengan tatapan membunuhnya.


"Kalau begitu saya pamit untuk mencari tahu tentang lelaki ini," pamit orang itu berlalu meninggalkan Sam.


"Kita lihat apa yang akan terjadi setelah kematianmu Jonathan? Apa kamu bisa tertawa setelah ayahmu menemui ajalnya nanti," ujar Sam.

__ADS_1


Pria itu kembali teringat bagaimana dia juga menghabisi nyawa sang keponakan, dengan teganya Sam membuat Raihan harus kehilangan nyawa ketika kecelakaan yang di buat oleh sang paman.


"Aku sebenarnya tidak ingin seperti ini tetapi, kalian semua yang membuatku seperti ini," lirih Sam.


Dibalik sisi jahatnya Sam adalah seorang ayah yang sangat menyayangi keluarganya akan tetapi, di saat dirinya terpuruk tidak ada satupun yang membantu dirinya.


Risa adalah anak Sam satu-satunya, dia menderita penyakit yang serius dan membutuhkan banyak biaya hingga Sam mau tidak mau mengelabui laporan keuangan perusahaan milik Raihan.


Awalnya Sam sedikit takut ulahnya akan di ketahui oleh Raihan, tapi karena kecerdasannya Sam dapat dengan mudahnya menipu sang keponakan hingga kejadian saat itu tidak dapat di hindari.


Kejadian dimana Raihan akhirnya mengetahui kelakuan sang paman, "Saya sudah percaya dengan paman. Kenapa paman seperti ini kepada saya?" tanya Raihan yang datang ke ruangan Sam dengan membawa beberapa laporan keuangan perusahaan xxx.


"Maafkan paman Rai, Risa membutuhkan banyak biaya dan paman terpaksa melakukan ini," jawab Sam dengan sedikit rasa bersalah.


Raihan tidak memperdulikan permintaan maaf Sam, dengan perasaan kecewanya pria itu memecat sang paman dari perusahaannya.


Sam mencoba mengejar Raihan yang berlalu meninggalkan dirinya, "Ampuni paman Rai, maafkan paman," teriak Sam.


Raihan terus berjalan tanpa mendengar permintaan maaf dari sang paman, "Aku tidak akan membiarkan anak kesayanganku merenggang nyawanya hanya karena penyakit itu dan aku akan merebut apa yang kamu punya Rai," berang Sam saat Raihan benar-benar pergi meninggalkan dirinya.


Sam sedikit terenyuh saat mengingat putrinya sekarang, "Ayah akan melakukan apapun demi kamu sayang," ucapnya sambil melihat photo keluarga kecilnya.


Natasha yang berniat memesan makan siang mengurungkan niatnya saat mendapatkan pesan dari Bryan, "Kenapa mendadak seperti ini sih," keluh Natasha.


Bryan mengajak Natasha untuk makan siang di rumahnya, pria itu akan menjemput sang kekasih karena dia tidak ingin orang suruhan Sam mencelakainya.


Dengan perasaan sedikit gugup Natasha memanggil Raka untuk meneruskan pekerjaannya, "Tolong kamu cek lagi data ini dan antarkan ke rumah saya jika sudah selesai," perintah Natasha pada Raka.


"Saya tidak akan kembali ke sini jadi kamu harus tahu apa yang harus kamu lakukan," sambung Natasha sebelum benar-benar meninggalkan perusahaan.


Raka mengaggukkan kepalanya saat mendengar seluruh perintah Natasha, dia merasa bangga bisa bekerja dengan Natasha karena selain cantik bosnya itu sangat baik padanya dan seluruh keluarganya.


"Saya akan mengabdi untuk anda sampai kapanpun," gumam Raka saat melihat Natasha berlalu pergi meninggalkan dirinya. Raka kembali melanjutkan pekerjaannya, dia tidak ingin mengecewakan sang bos.

__ADS_1


Mohon maaf jika ada cerita yang kurang berkenan, silakan berikan komentarnya tentang cerita ini. Mohon like dan ratenya juga ya, vote poin atau koinnya juga boleh. Terima kasih sudah berkenan mampir ke ceritaku, tunggu kisah selanjutnya ya😊😊😊😊😊😊


__ADS_2