CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN
MENGIKUTI


__ADS_3

Sam membuntuti Bryan saat mengetahui jika semua anak buah yang di utusnya tertangkap oleh anak buah Jonathan, pria paruh baya itu mengamati dari kejauhan. "Cari tahu siapa saja penghuni rumah itu," perintah Sam kepada salah satu anak buah yang ikut bersama dirinya.


"Siap Bos," ucapnya mengiyakan perintah atasannya itu.


Sam memerintahkan supirnya untuk meninggalkan rumah Natasha saat melihat Bryan juga pergi dari sana, "Terus awasi mereka. Jangan sampai satu informasi terlewat," ujar Sam memerintahkan anak buahnya kembali.


Beberapa hari berlalu, Sam belum mendapatkan sedikit kabar tentang Natasha. Pria paruh baya itu terus memikirkan, siapa wanita yang bersama Bryan dan mereka memiliki hubungan apa karena setahu dirinya Bryan adalah sosok yang sangat dingin terhadap lawan jenis kecuali dengan anaknya yang baru dia ketahui beberapa bulan terakhir.


"Bodoh," bentak Sam saat sang anak buah mengatakan jika belum bisa mendapatkan informasi yang di inginkannya.


"Maaf bos, sepertinya mereka mengetahui jika kita sedang menyelidiki identitas wanita yang bersama dengan Bryan waktu lalu." Anak buah Sam mencoba memberikan alasan mengapa sampai saat ini mereka belum mendapatkan apa yang mereka inginkan.


"Saya tidak mau tahu, segera dapatkan informasi itu dan berikan kepada saya secepatnya," ujar Sam sambil berlalu pergi meninggalkan kedua anak buahnya yang sedikit ketakutan.


Pria itu berjalan menuju menuju ruangannya setelah bertemu dengan sang anak buah, dia merancang sebuah ruangan khusus agar tidak seorangpun tahu tentang rencananya. Karena bagaimanapun juga dia sudah tahu jika ada saja mata-mata yang di taruh oleh Jonathan tanpa sepengetahuan dirinya, jadi lebih baik dia mencari cara lain agar siasatnya tidak dapat terbaca lawan.

__ADS_1


Dengan langkah lebar Sam tiba di dalam ruangan miliknya yang tidak begitu besar, namun terkesan mewah karena beberapa barang di sana di beli saat kunjungan ke luar negeri.


"Papah akan lakukan apapun demi kamu sayang," ucap Sam saat menatap photo seorang gadis manis yang berada di mejanya. "Papah janji dia akan merasakan apa yang kamu rasakan," sambungnya sambil mengepal kedua tangannya. Ingin rasanya dia menghabisi nyawa laki-laki yang telah menghancurkan hati sang anak, terlebih gadis itu adalah anak semata wayang yang sangat di sayanginya.


Di tempat lain, Bryan sedang menunggu jadwalnya rapat. Pria yang bertugas untuk membantu memajukan perusahaan sang ayah itu kini harus berkutat dengan para pesaingnya di luar, banyak skandalnya terdahulu yang ikut terbawa sampai saat ini. Bryan sudah mencoba untuk merubah semua sifatnya saat bertemu dengan Natasha, dia merasa wanita itu berbeda dengan yang pernah dekat dengannya.


Dahulu Bryan terkenal dengan skandal yang sering membuat Jonathan geram, bagaimana tidak. Anak lelakinya yang paling dia percaya diam-diam menjalin kasih dengan salah satu musuhnya, bukan maksud kejam kepada sang anak yang harus meninggalkan sang kekasih namun itu semua semata demi hal-hal di luar dugaan. Apalagi semenjak Jonathan tahu jika Sam adalah orang di balik dari kematian sang sahabatnya Raihan, sampai kapanpun dia tidak akan pernah memaafkan pria itu.


"Bagaimana keadaan gadis itu sekarang?" tanya Jonathan saat salah satu anak buahnya yang di tugaskan memantau gerak-gerik anak Sam. Dia tidak ingin kejadian beberapa bulan lalu terjadi kembali dan bahkan bisa berakibat fatal bagi dirinya maupun perusahaan miliknya, sehingga membuat Jonathan harus ekstra menjaga gadis itu.


Anak buah Jonathan memberikan sebuah map yang berisikan laporan dan juga rekaman beberapa hari terakhir, setiap minggunya Jonathan selalu menerima laporan kegiatan putri kesayangan Sam tanpa sepengetahuan Bryan.


"Tapi apa?" selidik Jonathan, pria itu sangat penasaran dengan berita yang akan di sampaikan.


"Tuan bisa lihat sendiri di rekaman itu," ucap sang anak buah. Jonathan mengambil flashdisk yang ada di dalam map dan memasukkan ke dalam laptop di depannya, dengan sabar dia melihat setiap adegan di sana. Namun Jonathan sedikit terkejut saat melihat sosok pria yang tidak lain adalah sang anak menemui gadis itu di sana, ada sorot penyesalan yang terlihat dari kedua matanya.

__ADS_1


"Sejak kapan dia tahu kondisi gadis itu?" tanya Jonathan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar yang terus menampilkan adegan dimana Bryan sedang menjenguk Cintya.


Cintya adalah salah satu kekasih Bryan, gadis itu sangat tahu bagaimana kebiasaan dan sifat buruk sang pacar yang hanya menginginkan kepuasan di atas ranjang. Begitu pula dengan Bryan, dia tahu jika dirinya hanya di jadikan batu loncatan agar karir gadis itu terus di atas awan.


Bisa di bilang hubungan mereka saling menguntungkan, namun seiring waktu berjalan cinta yang awalnya hanya saling membutuhkan lambat laun rasa tidak ingin kehilangan hinggap di diri Cintya. Gadis itu tidak ingin kehilangan Bryan terlebih saat mereka tahu bahwa cinta mereka terhalang restu dari sang ayah, karena Jonathan sangat mengenal bagaimana Sam yang berubah beberapa tahun terakhir. Hingga kejadian yang tidak di inginkan terjadi, Cintya mencoba mengakhiri hidupnya saat Bryan menginginkan agar hubungan mereka tidak di lanjutkan.


Bukan karena Bryan tidak mencintai gadis itu, melainkan dia tidak ingin gadis itu terluka saat mengetahui jika dirinya sudah di jodohkan dengan sang ayah.


"Laporkan semua yang terjadi di sekeliling gadis itu dan jangan sampai Bryan menemuinya lagi." Jonathan menutup laptopnya saat rekaman itu sudah berakhir. Dengan sopan sang anak buah menganggukkan kepalanya dan pamit untuk kembali melanjutkan tugasnya, sepeninggal orang kepercayaannya. Jonathan menjatuhkan kepalanya di sandaran kursi miliknya, pria paruh baya yang sudah menginjak usia 60 tahun itu memijit pelipisnya.


Dia tidak habis pikir jika sang anak diam-diam masih menemui gadis yang sangat di bencinya, memang bukan salah Cintya yang terlahir di keluarga itu. Namun Jonathan akan terus berupaya agar sang anak tidak semakin jatuh hati kepadanya, dia tidak ingin usaha yang di rintisnya dari nol jatuh begitu saja.


Jonathan kembali mengingatkan percakapan antara ayah dan anak di sebuah restoran, dia tidak akan pernah melupakan ucapan pria yang umurnya tidak jauh beda darinya.


Holla aku kembali, mohon maaf karena baru bisa update lagi. Ternyata urusan real sangat menyita waktu terlebih ada kegiatan lain di dunia lain, eh tapi bukan hantu ya. Aku kadang sibuk di audio room, ikut event biar rada terkenal dikit 🤣🤣🤣🤣🤣. Astaga malah ngelawak ya aku, maaf ya kadang otak suka ikut eror ini apalagi suka dapet notifikasi pengingat klw belum up🤧🤧🤧🤧🤧

__ADS_1


Mohon dukungan ya, buat vote, like apalagi, komen juga mau. Bukan ga mau bales komentar kalian cuma kadang klw udah fokus dengan kerjaan suka lupa mau bales, maafkan aku yang remahan ini. Jangan bilang ini bukan lebaran minta maaf mulu, ga apa-apa kan sekali-kali gitu minta maaf. Jangan bosen ya buat nungguin aq up, maklum klw haluan lancar sehari juga jadi tapi klw lagi eror dua minggu juga ga kelar-kelar😅😅😅😅😅


Happy reading and see you next chapter🤗🤗🤗🤗


__ADS_2